STATUS KEWARGANEGARAAN ANAK DARI HASIL PERKAWINAN CAMPURAN DITINJAU DARI UU NOMOR 12 TAHUN 2006 TENTANG KEWARGANEGARAAN (Studi Kasus Di Desa Baler Bale Agung, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana)

Ni Luh Putu Emmy Wahyuni

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status kewarganegaran anak dari hasil perkawinan campuran ditinjau dari Undang-Undang No. 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan. Dan menganalisis status kewarganegaraan anak setelah terjadi perceraian dalam perkawinan campuran menurut Undang-Undang No. 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan.

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif. Adapun yang menjadi subyek penelitian adalah; kepala desa, tokoh masyarakat, orang-orang yang melakukan perkawinan campuran dan orang-orang yang telah gagal (cerai) dalam perkawinan campuran. Metode pengumpulan data menggunakan model wawancara dan pencatatan dokumen.

Hasil penelitian ini adalah; (1) Status kewarganegaraan anak dari hasil perkawinan campuran sebelum adanya Undang-Undang No. 12 Tahun 2006 yaitu anak berkewarganegaraan WNA, karna sesuai dengan Undang-Undang kewarganegaraan No. 62 Tahun 1958 yang menggariskan bahwa Indonesia menaganut asas ius sanguinis patriarchal, artinya anak yang lahir dari perkawinan campuran ayah WNA dan ibu WNI otomatis anak mengikuti kewarganegaraan sang ayah yaitu kewarganegaraan WNA. (2) Status kewarganegaraan anak setelah terjadinya perceraian dalam perkawinan campuran menurut Undang-Undang No. 12 Tahun 2006 tentang kewarganegaraan yaitu berkewarganegaraan ganda, karna dalam Undang-Undang No. 12 Tahun 2006 tentang kewarganegaraan telah diatur bahwa anak hasil perkawinan campuran antar warga Negara memiliki kewarganegaraan ganda sampai anak tersebut berusia 18 tahun.

Kata Kunci : Status Kewarganegaraan, Perkawinan Campuran.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.