OPTIMALISASI LAYANAN DIGITAL DIMASA NEW NORMAL

sri budi

Abstract


Covid-19 ini sudah merupakan ancaman di berbagai sektor kehidupan. Selain kesehatan, Covid-19 turut mengancam kehidupan sosial, ekonomi, pendidikan. Pada aspek kehidupan sosial, hubungan sosial terbatasi, disorganisasi dan disfungsi sosial terjadi di masyarakat. Sementara pada aspek ekonomi, tingkat kemiskinan meningkat, karena banyak terjadi PHK dan mekanisme transaksi perdagangan berbasis online. Sedangkan pada sektor pendidikan, model pembelajaran harus dilakukan jarak jauh secara daring baik ditingkat sekolah maupun perguruan tinggi.Pemerintah di awal bulan Juli 2020 sudah mulai menerapkan Sistem New Normal agar roda perekonomian masyarakat tetap berjalan.  Masyarakat harus memulai beradaptasi dengan kebiasaan hidup baru,  namun pemerintah tetap menghimbau kepada masyarakat walaupun Indonesia sudah menerapkan kondisi new normal, masyarakat dalam melakukan aktivitas harus selalu memperhatikan dan melaksanakan protokol kesehatan.  Dimasa new normal ini, seorang pustakawan hendaknya harus lebih kreatif, inovatif agar bisa memberikan layanan yang optimal kepada pemustaka.  Adapun terobosan-terobosan yang dilakukan seorang pustakawan selain memanfaatkan  aplikasi-aplikasi yang sudah familiar digunakan dalam lembaga perpustakaan seperti SLIMS dan INLISLite, seorang pustakawan bisa memberikan layanan yakni : a) Memberikan layanan online bagi pemustaka, b) Pemanfaatan penggunaan media sosial dalam layanan kepada pemustaka, dan c) Melakukan koordinasi dan kerjasama antar sesama pustakawan.  Layanan digital sangat dibutuhkan disaat kondisi seperti ini, karenamasyarakat dapat mengakses informasi kapanpun, dimanapun baik menggunakan android maupun komputer yang penting terhubung jaringan internet. 

 

Kata kunci: Digital, Layanan, New Normal, Optimalisasi

 

 

Abstract

 

Covid-19 is already a threat in various sectors of life. Beside health, Covid-19 also threatens social, economic and educational life. There are problems come up in social life aspect such as social distancing, social disorganization and dysfunction occur in society. Meanwhile, in the economic aspect, the poverty rate has increased, due to many layoffs and online-based trade transaction mechanisms. Whereas in the education sector, the learning model must be done online both at the school and university level. In early July 2020, the government began to implement the New Normal System so that the society’s economy still continues. The community must start adapting to new life habits. However, the government still urges to remain discipline in implementing health protocols.  In this new normal era, a librarian should be more creative and innovative in order to provide optimal service to the users. Besides implementing familiar applications such as SLIMS and INLISLite, a librarian also can provide services, namely: a) providing online services, b) utilizing the use of social media, and c) coordinating and cooperating among librarians. Digital services are needed to support this kind of conditions, because people can access information anytime, anywhere, either using an android or a computer as long as connected to the internet network. 

Keywords: digital, new normal, optimization, service


Keywords


digital;new normal; optimization; service



DOI: http://dx.doi.org/10.23887/ap.v8i1.39793

Article Metrics

Abstract view : 329 times
PDF (Bahasa Indonesia) file view : 280 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal ini diterbitkan oleh :

Universitas Pendidikan Ganesha



Acarya Pustaka indexed by:

Crossref




Creative Commons License
Acarya Pustaka is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.