MODEL PENGEMBANGAN KURIKULUM KEWIRAUSAHAAN BERBASIS VOKASI

Billy M.H. Kilis

Abstract


Bidang vokasi merupakan bidang pengetahuan yang spesifik dan berada ditengah-tengah
masyarakat, berkembang dan bertumbuh sesuai dengan dinamika dan kebutuhan masyarakat itu sendiri.
Oleh karena itu pemilihan substansi kurikulum tergantung pada sedikitnya tiga hal yaitu kebutuhan
individu, ilmu pengetahuan dan teknologi maupun kebutuhan masyarakat. Kini semua bidang vokasi tidak
akan berkembang bila tidak didukung oleh sikap kewirausahaan individu. Artinya bidang tersebut tidak
akan diminati, tergilas dengan perkembangan dan akhirnya akan mati dengan sendirinya. Oleh karena itu
setiap bidang vokasi harus selalu ditautkan dengan bagaimana kenyataan dalam kewirausahaan nanti
dan dipersiapkan sedini mungkin ketika individu mulai mengenal substansi vokasi. Pada pengembangan
kurikulum selain ketiga hal tersebut juga dipertimbangkan orientasi vokasi dan aspek didaktik. Jiwa dan
semangat harus ditanamkan bersamaan dengan jenis vokasi yang digelutinya. Disisi lain kinerja siswa
dalam pelaksanaan kurikulum harus memberikan gambaran tingkat produktivitas kerja. Karena
produktivitas berkaitan dengan pendidikan, motivasi dan ketrampilan yang dimilikinya( Sedarmayanti.
2009: 206). Tugas perencana pendidikan dalam mengembangkan kurikulum harus pula
mempertimbangkan aspek-aspek kewirausahaan baik dalam konsep kurikulum, merancang model
kurikulum kewirausahaan berbasis vokasi, hingga pada tahapan pengembangannya. Pengembangan
model kurikulum berbasis vokasi yang rumit dengan berbagai permasalahan dapat disederhanakan
dengan konsep dua lingkaran dan tahapan pengembangan yang meliputi : analisa situasi, prasyarat,
analisa didaktik, sasaran pembelajaran, organisasi proses pembelajaran, proses pembelajaran dan
penilaian. Setiap tahapan dilengkapi dengan berbagai pertimbangan utama yang menjadi kajian dari
setiap tahapan. Substansi kewirausahaan harus direncanakan sejak lingkaran pertama dan harus
dijabarkan pada sasaran pembelajaran pada tahap keempat, dan pada lingkaran kedua atau tahap
kelima, keenam dan ketujuh. Substansi kewirausahaan harus dapat dilaksanakan dalam proses
pembelajaran sehingga akan tergambar pula pada organisasi maupun proses pembelajaran.
Kata kunci : Pengembangan Kurikulum Kewirausahaan

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.