MEMBACA KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP ANAK SECARA KULTURAL DAN STRUKTURAL: Bahan Menabuh Genderang Perang

Luh Putu Sendratari

Abstract


Secara historis, kaji tindak tentang kekerasan terhadap anak pada tataran Nasional maupun Internasional tergolong masuk dalam hitungan puluhan tahun. Berbagai instrumen hukum telah dikumandangkan. Namun, fakta empiriknya  kekerasan terhadap anak masih tetap hadir. Tulisan ini bertujuan:  (1)  Menjabarkan tentang fakta empirik tindak kekerasan terhadap anak ?; (2) Mengidentifikasi faktor yang melatarbelakangi anak mengalami tindak kekerasan. Istilah kekerasan atau disebut juga dengan istilah abuse  adalah perilaku tidak layak yang mengakibatkan kerugian atau bahaya secara fisik, psikologis atau finansial, baik yang dialami individu maupun kelompok. Metode yang digunakan yaitu metode dokumen melalui analisis teks wacana tentang anak. Pemakaian teori kritis tentang penubuhan perempuan menurut Beavoir  dan perspektif feminis dijadikan dasar untuk memahami isu kekerasan khusunya terhadap anak perempuan. Fakta empirik kekerasan terhadap anak tercatat dari tahun 1992 sampai tahun 2017 mengalami peningkatan yang signifikan. Di antara rentang tahun tersebut tahun 2015, 2016 dan 2017 dikatagorikan sebagai tahun yang paling memprihatinkan. Tahun  2017, 52% (1.424 kasus) tercatat kasus kekerasan seksual terhadap anak. Perspektif feminis sampai pada kesimpulan bahwa tindak kekerasan terhadap anak bukanlah disebabkan faktor tunggal, tetapi terdiri dari jalinan faktor yang saling terkait satu sama lain yakni ideologi patriarki, menguatnya globalisasi dan neoliberalisme, feminisasi kemiskinan dan migrasi, minimnya pendidikan perempuan dan anak perempuan. 

Full Text:

PDF

References


Arivia, Gadis. 2001. “Perang terhadap Anak Laki-laki”. Jurnal Perempuan No.16. Ibu dan Anak Perempuan. Jakarta: Yayasan Jurnal Perempuan.

Bhasin, K. 1984. Menggugat Patriarkhi Pengantar tentang Persoalan Dominasi terhadap Kaum Perempuan. Nur. Katjasungkana (Penerjemah). Jogyakarta : Yayasan Bentang Budaya.

Fakih, Mansour. 2002. Pelacuran Anak sebagai Kejahatan Kemanusiaan (Kata Pengantar). Anak-anak yang Dilacurkan Masa Depan yang Tercampakkan. Yogyakarta: Yayasan Kakak (Yayasan Kepedulian untuk Konsumen Anak).

Huraerah, Abu. 2012. Kekerasan Terhadap Anak. Bandung: Penerbit Nuansa Cendekia.

Iqrak Sulhin, Kekerasan dan Kultur Patriarki (Kompas com, 5/5 2016). http://nasional.kompas.com/read/2016/05/05/09402831/Kekerasan.dan.Kultur.Patriarki. Diakses 20 Februari 2018

Kertaraharja, Alit. 2007. “Selamatkan Anak-anak Kita dari Pedofil”. Jurnal Perempuan No. 51, Mengapa Mereka Diperdagangkan. Jakarta: Yayasan Jurnal Perempuan.

Lapian, LM Gandhi. 2010. Aspek Hukum Penghapusan Trafiking (Perdagangan Manusia) Khususnya Wanita dan Anak. Dalam Lapian, LM Gandhi dan Hetty A. Garu (Editor). Trafiking Perempuan dan Anak: Penanggulangan Komprehensif Studi Kasus Sulawesi Utara. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia dan Convention Watch, Pusat Kajian Wanita dan Gender Universitas Indonesia dan NZAID.

Munti, Ratna Batara dan Encop Shopia, Farkha Ciciek. 2005. Respon Islam Atas Pembakuan Peran Perempuan. Jakarta: LBH APIK.

Patnani, Miwa.2010. Kekerasan pada Anak: Tinjauan Individual, Kultural, dan Struktural. Dalam Karlinawati Silalahi dan Eko A. Meinarno (Penyunting). Keluarga Indonesia: Aspek dan Dinamika Zaman. Jakarta: Rajawali Pers.

Prabasmoro, Aquarini Priyatna. 2006. Kajian Budaya Feminis. Tubuh, Sastra, dan Budaya Pop. Yogyakarta: Jalasutra.

Prihartanti, N. Perilaku Menyimpang Remaja: Problem Kualitas Kesejahteraan Anak. Akademika No. 1 Tahun XVI Hal.75-81.

Putri, Maharani Ardi. 2010. Ketika Kekerasan Hadir dalam Keluarga Kita. Dalam Karlinawati Silalahi dan Eko A. Meinarno (Penyunting). Keluarga Indonesia, Aspek dan Dinamika Zaman. Jakarta: Rajawali Pers dan PT Raja Grafindo Persada.

Rahman, Anita. 2010. Pandangan Islam Terhadap Penjualan Anak Perempuan dan Hak Anak. Dalam Lapian, LM Gandhi dan Hetty A. Garu (Editor). Trafiking Perempuan dan Anak: Penanggulangan Komprehensif Studi Kasus Sulawesi Utara. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia dan Convention Watch, Pusat Kajian Wanita dan Gender Universitas Indonesia dan NZAID. Hal: 92-107.

Sagala, R Valentina dan Ellin Rozana. 2007. Memberantas Trafiking Perempuan dan Anak. Bandung : Institut Perempuan

Shiraishi, Saya Sasaki. 2001. Pahlawan-pahlawan Belia: Keluarga Indonesia dalam Politik. Jakarta: KPG

Suyanto, Bagong. 2003. “Perdagangan dan Eksploitasi Seksual Komersial Anak Perempuan”. Jurnal Perempuan No. 29, Tajuk Perempuan dan Anak Indonesia. Jakarta: Yayasan Jurnal Perempuan.

Suyanto, Bagong. 2013. Masalah Sosial Anak. Jakarta: Penerbit KENCANA PRENADA MEDIA GROUP

Takwin, Bagus. 2011. “Membongkar Mitos Perkosaan”. Jurnal Perempuan No.71. Perkosaan dan Kekuasaan. Jakarta: Yayasan Jurnal Perempuan.

Tim Yayasan Kakak. 2002. Anak-anak yang Dilacurkan Masa Depan yang Tercampakkan. Yogyakarta: Yayasan Kakak bekerjasama dengan Kinderen & Pustaka Pelajar.

Valentina, R dan Arimbi Heroepoetri. 2003. Pokok-pokok Pikiran & Perasaan Kritis Feminis: Perempuan dan Lingkungan. Bandung: Institut Perempuan.


Article Metrics

Abstract view : 126 times
PDF file view : 84 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal ini diterbitkan oleh :



Universitas Pendidikan Ganesha


Creative Commons License

Edusocius: Jurnal Ilmiah Penilitian Pendidikan dan Sosiologi is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Edusocius: Jurnal Ilmiah Penilitian Pendidikan dan Sosiologi indexed by:

Crossref




Creative Commons License

Edusocius: Jurnal Ilmiah Penilitian Pendidikan dan Sosiologi is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.