PEMETAAN SEBARAN TINGKAT POTENSI OBJEK WISATA YANG TERDAPAT DI KECAMATAN NUSA PENIDA

Authors

  • I Gede Yudi Wisnawa Universitas Pendidikan Ganesha
  • I Gst Ngr Yoga Jayantara Universitas Pendidikan Ganesha
  • I Kadek Gunawan Universitas Pendidikan Ganesha

Abstract

Kecamatan Nusa Penida merupakan wilayah di Bali yang memiliki karakteristik unik yang dilihat dari bentuk wilayah sumber daya alam hayati maupun non hayati selain eksistensi kebudayaan yang ada. Hal ini menjadikan daya tarik tersendiri bagi masyarakat dari berbagai kalangan untuk mengeksplorasi wilayah Nusa Penida. Perkembangan pariwisata di Kecamatan Nusa Penida  belum diimbangi dengan penataan dan pengelolaan dari Pemerintah setempat baik dari sarana maupun prasarana yang belum memadai dan Pentingnya pendataan terkait tingkat potensi objek wisata yang tersebar di Kecamatan Nusa Penida sebagai pedoman untuk pengelolaan dan strategi pengembangan tingkat potensi objek wisata di Kecamatan Nusa Penida. Penelitian ini menggunakan metode penelitian survei dengan menggunakan teknik dokumentasi dan observasi dalam pengumpulan data. Objek dalam penelitian ini berupa sebaran tingkat potensi objek wisata. Teknik analisis dalam penelitian ini dilakukan dengan cara analisis deskriptif dan analisis deskriptif kuantitatif yang dikorelasikan dengan menggunakan teknik skoring. Teknik ini digunakan untuk mengetahui perolehan skor tertinggi dan skor terendah yang nantinya akan dianalisis dan diklasifikasikan ke dalam kategori skor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Terdapat 25 sebaran objek wisata, 6 diantaranya merupakan objek wisata yang memiliki tingkat objek wisata sangat berpotensi, 13 titik sebaran tingkat potensi objek wisata yang berpotensi dan 6 titik tingkat potensi objek wisata wisata yang tidak berpotensi. Selain itu masih terdapat banyak objek wisata yang perlu dikembangkan oleh masyarakat dan pemerintah setempat untuk meningkatkan objek daya tarik wisata yang ada di Kecamatan Nusa Penida. Desa Sakti memiliki lokasi objek wisata paling banyak sedangkan Desa Klumpu dan Desa Batumadeg hanya memiliki 1 lokasi objek wisata. Selain itu terdapat beberapa desa yang masih belum memiliki objek wisata yaitu Desa Ped, Kutampi Kaler, Kutampi, Batununggul, Suana dan Desa Sekartaji.

References

Aprilianti, Dian 2017. Penilaian Potensi Objek Wisata Air Terjun Puteri Malu Kampung Jukuh Batu Kecamatan Banjit Kabupaten Way Kanan Tahun 2017. Skripsi. Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung.

Mbina Pinem dan Imelda Natalia, agustus 2009. Persebaran Dan Potensi Objek Wisata Di Kota Medan. Jurnal Geografi.

Niasari, Yeni Elda. 2017. Pemetaan Potensi Objek Wisata Alam di Wilayah Kabupaten Pringsewu Tahun 2017. Skripsi FKIP UNILA, Bandar Lampung.

Oka A. Yoeti. 1996. Pengantar Ilmu Pariwisata. Bandung. Angkasa.

Pendit, Nyoman S. 1994. Ilmu Pariwisata. PT Pradnya Paramitha: Jakarta.

Pravindiani, shessy. 2010. Penilaian Wisata Terhadap Atraksi Wisata di Kawasan Wisata Taman Impian Jaya Ancol. Universita Gadjah Mada.

Riska, Dian Arifiana 2016. Analisis Potensi Dan Pengembangan Daya Tarik. Publikasi Karya Ilmiah. Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Sukardi, Nyoman. 1998. Pengantar Pariwisat. Bali STP Nusa-Dua.

Thohar,Galuh Binatri, 2015. Analisis Potensi Obyek Wisata Umbul Ngrancah Di Desa Udanwuh Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Semarang. Publikasi Karya Ilmiah. Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Yunus, Hadi Sabari, 2010. Metodologi Penelitian Wilayah Konteporer. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Downloads

Published

2020-09-30