EFEKTIVITAS EKSTRAK PROPOLIS DALAM PENYEMBUHAN LUKA BAKAR DERAJAT II PADA HEWAN UJI

Authors

  • Komang Sherly Ulandari
  • Putu Cahyani Paramita Yoga
  • Made Widya Lestari
  • Ni Nyoman Mestri Agustini

DOI:

https://doi.org/10.23887/gm.v1i2.39185

Keywords:

luka bakar derajat II, propolis, ekstrak, second degree burns, extract

Abstract

Luka bakar merupakan salah satu insiden yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan dari penelitian berdasarkan studi pustaka ini adalah untuk mengetahui efektivitas ekstrak propolis dalam penyembuhan luka bakar derajat II pada hewan uji. Propolis kaya akan manfaat seperti menjadi antimikroba, antibakteri, antimikotik, astringent, spasmolitik, anti-inflamasi, anestesi, antioksidan, antiulcer, antikanker, serta memiliki efek imunomodulator yang dapat mendukung penyembuhan luka bakar derajat II. Senyawa flavonoid, fenol, arginine, asam ferulat, dan albumin berperan baik dalam menurunkan pertumbuhan mikroorganisme, mempercepat perbaikan jaringan dan menghambat munculnya ROS atau Reactive Oxygen Species pada luka bakar.
Ekstrak propolis dengan konsentrasi 100% telah terbukti lebih efektif dalam mempercepat penyembuhan luka bakar derajat II pada hewan uji. Pemberian propolis dengan dosis pemberian yang berbeda menunjukkan perbedaan lamanya waktu penyembuhan luka bakar yang ditandai oleh perbedaan nilai rata-rata luas luka bakar dalam setiapwaktu pengukuran. Berdasarkan analisis hipotesis peneliti, efektivitas penyembuhan luka bakar dipengaruhi oleh dosis pemberian ekstrak propolis pada luka bakar tersebut. Dimana keduanya memiliki hubungan yang sebanding, peningkatan dosis pemberian propolis dapat mempercepat penyembuhan luka bakar derajat II.

Burns are one of the incidents that often occur in life. The purpose of this research based on literature study was to determine the effectiveness of propolis extract in healing second degree burns in tested animals. Propolis is rich in benefits such as being antimicrobial, antibacterial, antimycotic, astringent, spasmolytic, anti- inflammatory, anesthetic, antioxidant, antiulcer, anticancer, and has an immunomodulatory effect that can support healing of second degree burns. Flavonoids, phenols, arginine, ferulic acid, and albumin have a good role in reducing the growth of microorganisms, accelerating tissue repair and inhibiting the appearance of ROS or Reactive Oxygen Species in burns.
Propolis extract with a concentration of 100% has been proven to be more effective in accelerating the healing of second degree burns in test animals. Giving propolis with different doses showed a difference in length of time to heal burns, indicated by differences in the average value of burns in each measurement time. Based on the analysis of the researchers' hypothesis, the effectiveness of healing burns was influenced by the dose of propolis extract on the burns. Both have an equal relation, increasing thedose of giving propolis can accelerate the healing of second degree burns Keywords: second degree burns, propolis, effectiveness of propolisextrac

References

De Almeida, E. B. et al. (2013) ‘The incorporation of Brazilian propolis into collagen-based dressing films improves dermal burn healing’, Journal of Ethnopharmacology, 147(2), pp.419–425. doi: 10.1016/j.jep.2013.03.031.

Balata, G. F. et al. (2018) ‘Propolis emulgel: a natural remedy for burn and wound’, Drug Development and Industrial Pharmacy, 44(11), pp. 1797– 1808. doi:10.1080/03639045.2018.1496449.

Fauziah, M. And Soniya, F. (2020) ‘POTENSI TANAMAN ZIGZAG SEBAGAI PENYEMBUH LUKA’, Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 2, pp. 39–44. Available at: http://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPPP.

Hilaria, M., Elisma, E. and Uhe, A. L. (2017) ‘Effect of Propolis Extract to Heal The Burns in New Zealand Rabbit’, Indonesian Journal of Cancer Chemoprevention,7(2), p. 54. doi:10.14499/indonesianjcanche moprev7iss2 pp 54-59.

Iswanto, H., Kuswandari, S. and Mahendra, P. (2016) ‘Pengaruh Aplikasi Topikal Propolis 10% Terhadap Penyembuhan Luka Pasca Pencabutan Gigi Desidui Persistensi (Kajian Pada Anak Usia 6-10 Tahun)’, 7, pp. 80–85.

Ketut Sudiana, I., Pangestuti, W. and Lestari, W. T. (2009) ‘PERBEDAAN EFEKTIVITAS PENYEMBUHAN LUKA BAKAR DENGAN PROPOLIS

DAN SILVER SUFADIAZIN 1% (Comparison Of The Effectiveness Between Propolis And Silver Sulfadiazine 1% On Burn Wound Healing)’, Jurnal Ners, 4, pp. 128–138.

Krupp, T. et al. (2019) ‘Natural Rubber - Propolis MembraneImproves Wound Healing in Second-Degree Burning Model’, International Journal of Biological Macromolecules, 131, pp.980–988. doi:10.1016/j.ijbiomac.2019.03.147.

Martinotti, S. and Ranzato, E. (2015) ‘Propolis: a new frontier for wound healing?’, Burns & Trauma, 3, pp. 1–7. doi: 10.1186/s41038-015-0010-z.

Mawarin, H. and Ghofar, A. (2014) ‘Aktivitas Antioksidant Flavonoid Terhadap Perubahan Histologi Proses Penyembuhan Luka Bakar Grade Ii’, Jurnal Eduhealth,4(1),pp. 1–58. Available at: http://www.journal.unipdu.ac.id/index.php/eduhealth/article/vi ew/451/398.

Mawarti, H. (2014) PENGARUH FLAVONOID PROPOLIS TERHADAP LAMA PENYEMBUHAN LUKA BAKARGRADE II PADA TIKUS PUTIH.

Mz, A. (2017) ‘Pengaruh Madu terhadap Luka Bakar’, 7, pp. 71–74. Ningsih, D.

R. (2009) ‘Sebagai Pemacu Pertumbuhan Pada’.

Nur, I. and Putri, W. (2019) ‘PERBANDINGAN EFEKTIVITAS SILVER SULFADIAZINE DAN MADU DALAM PENYEMBUHAN LUKA BAKAR’, Essence of Scientific Medical Journal, pp. 15 –18. Available at: http://www.who.int/violence_injury_prevention/oth.

Rosyidi, D. et al. (2018) ‘Perbandingan Sifat Antioksidan Propolis pada Dua Jenis Lebah (Apis mellifera dan Trigona sp.) di Mojokerto dan Batu, Jawa Timur, Indonesia’, Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak, 13(2), pp. 108–117. doi: 10.21776/ub.jitek.2018.013.02.5.

Stanford University (2020) ‘Burn Stages’, Stanford Health Care. Warby, R., Christopher, ; and Affiliations, V. M. (2020) BurnClassification, NCBI.

World Health Organization (2018) ‘Burns’.

Downloads

Published

2021-12-29

Issue

Section

Articles