ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN DENGAN METODE (EOQ) ECONOMIC ORDER QUANTITY GUNA OPTIMALISASI PERSEDIAAN BAHAN BAKU PENGEMAS AIR MINERAL ( Studi Kasus Pada PT. Tirta Mumbul Jaya Abadi )

Putu Citra Puspita Dewi, Nyoman Trisna Herawati, Made Arie Wahyuni

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengetahui jumlah pembelian bahan baku pengemas cup yang optimal menggunakan metode (EOQ) Economic Order Quantity tahun 2018 pada PT. Tirta Mumbul Jaya Abadi, (2) Mengetahui jumlah persediaan pengaman (safety stock) bahan baku pengemas cup tahun 2018 pada PT. Tirta Mumbul Jaya Abadi, (3) Mengetahui kapan seharusnya PT. Tirta Mumbul Jaya Abadi melakukan pemesanan kembali (Reorder Point), (4) Mengetahui perbandingan yang lebih optimal antara total biaya persediaan atau Total Inventory Cost (TIC) menggunakan kebijakan perusahaan dengan Total Inventory Cost (TIC*) menggunakan metode (EOQ) Economic Order Quantity.

Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Jumlah pemesanan cup yang optimal pada tahun 2018 adalah 15.941.346 pieces, setiap kali pesan. Dengan frekuensi pemesanan adalah 2 kali dalam satu tahun. (2) Jumlah Safety Stock pada tahun 2018 adalah sebesar 63. 045 pieces. (3) Perusahaan harus melakukan Pemesanan Kembali atau Reorder Point pada tahun 2018 adalah ketika persediaan sebesar 443.072 pieces. (4) Perbandingan Total Inventory Cost (TIC) Perusahaan sebesar RP.437.661.803,40 dengan Total Inventory Cost (TIC) EOQ sebesar Rp. 162.601.730,60.

 

Kata kunci : Bahan Baku, EOQ (Economic Order Quantity), Reorder Point, Safety Stock, Total Inventory Cost (TIC).


Full Text:

PDF

References


Adisaputro, Gunawan dan Yunita Anggraeni. 2007. Anggaran Bisnis; Analisis, Perencanaan dan Pengendalian Laba. UPP STIM YKPN. Yogyakarta.

Ahyari, Agus. 1992. Efisiensi Persediaan Bahan: Buku Pegangan untuk Perusahaan – perusahaan Kecil dan Menengah. BPFE. Yogyakarta.

Amrillah, Azmi. 2016. “Analisis Metode Economic Order Quantity (EOQ) Sebagai Dasar Pengendalian Persediaan Bahan Baku pada PT. Perkebunan Nusantara”. E-Jurnal Administrasi Bisnis Universitas Brawijaya Malang, Volume 33 no.1.

Arman Hakim, Nasution. 2003. Perencanaan dan Pengendalian Produksi, Edisi Pertama, Guna Widya, Surabaya.

Arthur,. David J. Schott., J.D.Martin., J. William. 2000. Manajemen Persediaan.Penerbit Salemba Empat. Jakarta.

Astuti dkk. 2013. “Penerapan Metode Economic Order Quantity Persediaan Bahan Baku pada Perusahaan Kopi Bubuk Bali Cap Banyuatis”. E-Jurnal Manajemen Universitas Pendidikan Ganesha, Volume IV no.1

Assauri. 1999. Manajemen Produksi dan Operasi, Edisi Revisi, Lembaga Penerbit Faculties Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta.

Ahyari, Agus. 1994. Manajemen Produksi Pengendalian Produksi II. Edisi 4. BPFE UGM. Yogyakarta.

Baridawan, Zaki. 1983. Intermediete Accounting. BPFE UGM. Yogyakarta.

Baroto, Teguh. 2002. Perencanaan Dan Pengendalian Produksi. Penerbit Ghalia.Jakarta

Darmawan, Agus. 2013. “Penerapan Economic Order Quantity (EOQ) Dalam Pengelolaan Persediaan Bahan Baku Tepung pada Usaha Pia Ariawan di Desa Banyuning Tahun 2013”. E-Jurnal Manajemen Universitas Pendidikan Ganesha, Volume III no.1

Garrison, Ray H., Eric W. Noreen., Peter C. Brewer. 2006. Managerial Accounting. Penerbit Salemba Empat. Jakarta

Haming, Murdifin dan Mahfud Nurnajamuddin. 2007. Manajemen Produksi Modern. Penerbit Bumi Aksara. Jakarta

Hansen, Mowen. 2005. Manajement Accounting. Penerbit Salemba Empat. Jakarta.

Handoko, Hani T. 1999. Dasar-dasar Manajemen Produksi dan Operasi.

UNESA PRESS. Surakarta.

Herjanto, Eddy. 1999. Manajemen Produksi dan Operasi, Edisi Kedua, PT Gramedia Widiasarana Indonesia, Jakarta.

Madura, Jeff. 2001. Perencanaan Bisnis. Penerbit Salemba Empat. Jakarta.




DOI: http://dx.doi.org/10.23887/jap.v10i2.22866

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal ini diterbitkan oleh :

Universitas Pendidikan Ganesha



Jurnal Akutansi Profesi indexed by:

 Crossref 



Creative Commons License
Jurnal Akutansi Profesi is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.