Candra Sangkala https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JCS <p>Jurnal Candra Sangkala adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Sejarah, Jurusan Sejarah, Sosiologi dan Perpustakaan, Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial, Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian di bidang kesejarahan. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang keimuwan sejarah bagi masyarakat akademik.</p> <p> </p> <p><span style="text-decoration: underline;"><strong><em>p-ISSN : 0854-5790 </em></strong></span> and <strong><em><span style="text-decoration: underline;">e-ISSN : 2745-7990</span></em></strong></p> Universitas Pendidikan Ganesha en-US Candra Sangkala 0854-5790 MERAJUT DAKWAH DI PULAU SURGA: PRAKTIK ISLAM INKLUSIF PADA KOMUNITAS MUSLIM DI DESA BEDUGUL TABANAN BALI https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JCS/article/view/53247 <p><em>Penelitian ini mengkaji praktik Islam inklusif pada komunitas Muslim di Desa Bedugul Bali. Kajian ini sekaligus menjadi respon terhadap berbagai kasus terorisme dan ekstrimisme atas nama Islam baik pada konteks nasional maupun global. Akibatnya adalah sikap Islamphobia yang merujuk pada prasangka, diskriminasi, ketakutan dan kebencian terhadap Islam dan Muslim sebagai satu bentuk identitas kolektif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dibantu dengan tiga pendekatan. Pertama, pendekatan geografis membantu untuk menganalisis topografi Desa Bedugul dan potensinya sebagai wilayah persebaran agama Islam. Kedua, pendekatan sosio-historis membantu melakukan perekaman terhadap upaya-upaya sosial yang dilakukan antar masyarakat multikultur sehingga tercipta keharmonisan antar umat beragama. Ketiga, pendekatan kebudayaaan membantu menghasilkan solusi dari masalah yang ditimbulkan karena adanya pengaruh globalisasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa praktik inklusif pada komunitas muslim di bedugul bali dilatarbelangi oleh faktor sejarah. Sebab, sebagian besar dari orang-orang di dalam komunitas itu memiliki garis keturunna dari ibu yang dulunya adalah orang Bali dan beragama Hindu. Islamisasi yang terjadi di wilayah itu dilakukan melalui saluran perkawinan. Migran Jawa yang datang secara bergelombang sejak awal abad XVII, oleh karena tidak membawa pendamping hidup akhirnya memiliih menetap dan menikahi perempuan lokal.</em></p> Desak Made Oka Purnawati I Putu Hendra Mas Martayana Copyright (c) 2022 Desak Made Oka Purnawati, I Putu Hendra Mas Martayana 2022-10-19 2022-10-19 5 2 1 8 JEJAK RASA BALI UTARA: PERGULATAN DAN EKSISTENSI KOPI TRI SAKTI SINGARAJA 1980 https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JCS/article/view/53252 <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jejak rasa kopi arabika yang dikembangkan oleh orang-orang Belanda di Bali utara sejak abad XVII. Kopi jenis ini pertama kali didatangkan dari Malabar India ke Batavia pada tahun 1696. Pada tahun 1711, kongsi dagang Belanda atau VOC berhasil mengekspor kopi hasil budidaya tanah Jawa ke Belanda. Selama periode 1725-1780, VOC juga berhasil memonopoli dan mendominasi perdagangan kopi dunia. Di Bali utara khususnya, jejak rasa arabika yang dibudidayakan sejak akhir abad XVII dirawat dan diawetkan dalam produk Kopi Tri Sakti Singaraja yang didirikan pada tahun 1980. saat ini telah berubah nama menjadi Buleleng Bali Coffe. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian sejarah yang terdiri dari Heuristik, Kritik Sumber / Verifikasi, Interpretasi dan Historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persaingan usaha dagang, khususnya produk kopi di Bali utara memperlihatkan pergulatan dan eksistensi tentang jejak rasa kopi arabika yang dirawat dan diawetkan melalui produk kopi Tri Sakti oleh Ketut Metriwati dilalui melalui proses yang sulit. Di tengah gempuran kopi varian robusta, kopi Tri Sakti tetap menjaga setia dengan arabika. Alasannya, mereka ingin menjaga jejak rasa kopi yang menyejarah pada diri orang Bali utara. Bahkan hingga pada generasi ketiga sekalipun, jejak rasa kopi arabika tetap kuat meskipun diramaikan dengan hadirnya berbagai macam varian kopi.</em></p> Ni Luh Putri Wirautami Copyright (c) 2022 Ni Luh Putri Wirautami 2022-10-19 2022-10-19 5 2 9 16 SEJARAH RADIKALISME KEAGAMAAN PADA MASYARAKAT ABANGAN DI SOLO, JAWA TENGAH https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JCS/article/view/53258 <p><em>Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji dan menelaah perkembangan radikalisme keagamaan di Solo, Jawa Tengah. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah metode penelitian sejarah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gerakan radikalisme Islam di Solo berawal dari tumbangnya kekuatan PKI di tahun 1965. Wilayah Solo, pada masa pemerintahan Sukarno didominasi kekuatan politik PKI. Dominasi PKI Solo ini menekan semua kekuatan elemen gerakan umat Islam. Setelah Kekuasaan Sukarno berakhir dan muncul rezim Orde Baru, kekuatan Islam puritan di Solo mulai muncul. Kemunculan gerakan ini tak lepas dari sosok Natsir, tokoh penting Partai Masyumi yang telah dibubarkan Sukarno. Natsir ini menjalin hubungan tokoh lokal berpengaruh yakni Ustaz Abdullah Sungkar dan Ustaz Abu Bakar Ba’asyir. Kedua ustaz ini mendapat pengikut dari berbagai kalangan, termasuk kaum santri dan abangan, karena keberaniannya dalam menentang kekuatan Orde Baru.</em></p> Yudi Setianto Copyright (c) 2022 Yudi Setianto 2022-10-19 2022-10-19 5 2 17 26 BECOMING THE GLOBAL CITIZENSHIP: KOSMOPOLITANISME DAN KAJIAN ETNOPEDAGOGI PADA KOMUNITAS TIONGHOA DI DESA PUPUAN TABANAN BALI https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JCS/article/view/53259 <p><em>Pendidikan, baik tradisional dan modern, formal maupun informal, dapat digunakan untuk menciptakan sebuah harmoni dalam kehidupan sosial. Penelitian ini fokus dalam melihat praktik sekaligus model pendidikan etnopedagogik masyarakat multietnis dan multiagama di Provinsi Bali yang diaktualisasikan oleh orang tua, gerakan kepemudaan, perempuan dan tokoh masyarakat. Penelitian ini mengambil lokasi di Desa Pupuan yang menggambarkan hubungan Sosial antara etnis Bali yang beragama Hindu dengan etnis Tionghoa yang beragama Tri Dharma. Aktualisasi dari pewarisan nilai dan norma kearifan lokal dalam ruang keluarga, sekolah dan masyarakat terlihat pada penggunaan media pendidikan yang beragam dan variatif. Pada akhirnya, model pendidikan yang dilakukan itu menghasilkan kesadaran tentang kedirian dalam memahami pengalaman dan identitas kolektif di masa lalu, kini dan akan datang, dan dalam konteks lokal, nasional bahkan global.</em></p> I Putu Hendra Mas Martayana Desak Made Oka Purnawati Copyright (c) 2022 I Putu Hendra Mas Martayana, Desak Made Oka Purnawati 2022-10-19 2022-10-19 5 2 27 34 SENTRIPETALISME KEBUDAYAAN LOKAL PADA KOMUNITAS KRISTEN DI DESA TUKA BADUNG BALI 1930-AN https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JCS/article/view/53260 <p><em>Penelitian ini mengkaji tentang inkulturisasi dan adanya kecenderungan sentripetal kebudayaan Bali melalui praktik missie pada masyarakat Tuka, Badung Bali periode 1930-an. Sebelumnya, melalui agenda zending, sebagian kecil masyarakat Tuka berhasil dikristenkan. Namun melalui beberapa pertimbangan, sebagai akibat interaksi yang intens antara orang-orang Tuka dengan para pastur menyebabkan peralihan agama dari Kristen ke Katolik. Orang-orang Tuka selanjutnya menjadi pelopor Katolik awal di Bali di tengah pembatasan aktivitas missie dan zending karena adanya pemberlakuan Balisering oleh Pemerintah Kolonial Belanda. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah. Tahap heuristik untuk mengumpulkan data-data lapangan. Tahap kritik untuk melakukan kodifikasi data. Tahap interpretasi menghasilkan tafsiran awal tentang pola narasi sejarah yang dibangun. Terakhir tahap historiografi yakni aktivitas menuliskan data menjadi cerita sejarah. Tahap ini akan menggunakan pola penulisan sejarah tematik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa moderatnya sikap keagamaan yang ditunjukkan penginjil Katolik tentang kebebasan dalam mengekspresikan nilai agama tanpa perlu membatasi kebudayaan lokal menyebabkan empati dari orang-orang Tuka. Akibatnya, mereka beralih menjadi Katolik meskipun sebelumnya telah menganut agama Kristen. Praktik missie di desa Tuka mengijinkan masyarakat penganutnya untuk bisa mengekspresikan nilai-nilai kebalian dalam wujud bahasa, ritual agama, pakaian, dan arsitektur.</em></p> Ni Made Rai Sinta Danasuari Putri Copyright (c) 2022 Ni Made Rai Sinta Danasuari Putri 2022-10-19 2022-10-19 5 2 35 43