REFLEKSI KONSEP KETUHANAN AGAMA KRISTEN DAN AGAMA ISLAM DALAM PANDANGAN FILSAFAT PERENIAL

Authors

  • Milton Thorman Pardosi Universitas Gadjah Mada; Universitas Advent Indonesia
  • Siti Murtiningsih Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.23887/jfi.v1i3.16130

Abstract

Agama Kristen dan Agama Islam adalah dua agama yang diturunkan oleh Allah, keturunan Abraham dan memiliki Kitab Suci yang diwahyukan Allah.  Keduanya sama-sama mempercayai Allah Yang Maha Esa, Sang Pencipta.  Tujuan penulisan ini untuk memahami konsep ketuhanan agama Kristen dan Islam dan memahami refleksi ketuhanan kedua agama tersebut dalam Filsafat Perenial.  Dalam pemahaman agama Kristen, Allah itu Esa yang merujuk kepada kualitatif.  Sementara kata Allah bukanlah nama Oknum yang disembah melainkan gelar karena kata “Allah” juga digunakan baik kepada sesembahan Bangsa Israel dan Non-Israel.  Salah satu nama Allah dalam Alkitab adalah Yahweh.  Sementara dalam pemahaman agama Islam, konsep Allah adalah Esa merupakan salah satu rukun iman (Tauhid) dan ini merujuk kepada kuantitatif.  Konsep Esa ini adalah monoteisme murni, di mana Tuhan bukan hanya jumlahnya Esa melainkan sifatnya pun Esa.  Perbedaan pemahaman ketuhanan kedua agama tersebut dapat dilihat melalui Filsafat Perenial di mana Filsafat Perenial merupakan metafisika yang mengakui realitas Ilahi yang substansial bagi dunia benda, hidup dan pikiran.  Filsafat Perenial memberikan analog tentang Tuhan seperti cahaya matahari yang satu dan ketika ditangkap oleh prisma memunculkan beraneka macam warna.  Itu sebabnya Filsafat Perenial melakukan dua pendekatan yaitu: Eksoteris yang berfungsi sebagai dasar pijakan pemahaman tentang Tuhan berdasarkan perkataan Tuhan tentang dirinya melalui wahyu; Pendekatan Esoterik adalah pemahaman langsung tentang Tuhan melalui penyatuan seluruh potensi kemanusiaan yang dikenal sebagai “jalan” mistik.  Kesimpulannya, agama Kristen dan agama Islam adalah menyembah Allah yang sama yaitu Allah Yang Maha Esa, Sang Pencipta (Esoterik).  Kedua, kata Esa, dalam pemahaman agama Kristen berarti kualitatif sementara dalam Agama Islam berarti kuantitaf (Eksoterik).  Ketiga, kata Allah dipahami berbeda, yang satu sebagai gelar, namun bagi yang satu sebagai nama (Eksoterik).   

 

Kata Kunci: Perenial, Allah, Esa

Author Biographies

Milton Thorman Pardosi, Universitas Gadjah Mada; Universitas Advent Indonesia

Mahasiswa Pasca Sarjana S3 Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada Yogyakarta; Dosen di Fakultas Filsafat Universitas Advent Indonesia Bandung

Siti Murtiningsih, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

Dosen di Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

References

DAFTAR PUSTAKA

Al-Akkad, Abbas Mahmoud. 1981. Ketuhanan: Sepanjang Ajaran Agama-agama dan Pemikiran Manusia. Jakarta: Bulan Bintang.

As-Shadiqi, Muhammad. 2003. Membela Tuhan: Argumen Filosofis, Teologis dan Ilmiah. Yogyakarta: Qalam.

Baharudin, M. “Konsepsi Ketuhanan Sepanjang Sejarah Manusia.” Jurnal Al-AdYaN. Vol. 9. No. 1. Januari – Juni 2014. Hal. 35-58. https://media.neliti.com/media/ publications/177914-ID-konsepsi-ketuhanan-sepanjang-sejarah-man.pdf. Diakses tanggal 29 Mei 2018.

Brooke, George J. 1997. New International Dictionary of Old Testament Theology and Exegesis. Gen. Ed. Willem A. VanGemeren. Vol. 2. Grand Rapids, Michigan: Zondervan.

Danim, Sudarwan. 2002. Menjadi Peneliti Kualitatif. Bandung: Pustaka Setia.

Gazalba, Sidi. 1976. Ilmu Islam 1: Asas Ajaran Islam: Pembahasan Ilmu dan Filsafat Tentang Rukun Iman. Jakarta: Bulan Bintang.

Huijbers, Theo. 1992. Mencari Allah: Pengantar ke dalam Filsafat Ketuhanan. Yogyakarta: Kanisius.

https://pustakauinib.ac.id/repository/files/original/c49cdfb8d200366e2afa6f444f1471a1.pdf. Diakses tanggal 29 Mei 2018.

Ikball, M. 2015. “Memahami Agama Dengan Pendekatan Esoterik.” Kalam: Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam. Volume 9, No. 1, Juni 2015. Diakses dari: http://ejournal.radenintan.ac.id/index.php/KALAM/article/download/317/174. Diakses tanggal 9 Oktober 2018.

Jenson, P. P. 1997. New International Dictionary of Old Testament Theology and Exegesis. Gen. Ed. Willem A. VanGemeren. Vol. 1. Grand Rapids, Michigan: Zondervan, 1997.

Kaelan, MS. 2005. Metode Penelitian Kualitatif Bidang Filsafat. Yogyakarta: Paradigma.

Kuswanjono, Arqom. 2006. Ketuhanan dalam Telaah Filsafat Perenia: Refleksi Pluralisme Agama di Indonesia. Yogyakarta: Badan Penerbitan Filsafat UGM.

Puar, Yusuf A. 1977. Panca Agama di Indonesia. Jakarta: Pustaka Antara.

Rasjidi, H. M. 1974. Empat Kuliah Agama Islam pada Perguruan Tinggi. Jakarta: Bulan Bintang.

Saputra, Riki. 2012. Tuhan Semua Agama: Perspektif Filsafat Perennial Seyyed Hossein Nasr. Yogyakarta: Lima.

Schuon, Frithjof. 1993. Islam dan Filsafat Perennial. Diterjemahkan oleh Rahmani Astuti. Bandung: Mizan.

Smith, Huston. 1993. “Kata Pengantar.” Dalam Frithjof Schuon. Mencari Titik Temu Agama-agama. Bandung: Mizan.

________. 1995. Agama-agama Manusia. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Trueblood, David. 1965. Filsafat Agama. Diterjemahkan oleh H. M. Rasjidi. Jakarta: Bulan Bintang.

Verkuyl, J. 1961. Etika Kristen: Kapita Selekta. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Downloads

Published

2019-03-22

Issue

Section

Articles