FILSAFAT CINA: LAO TSE YIN-YANG KAITANNYA DENGAN TRI HITA KARANA SEBAGAI SEBUAH PANDANGAN ALTERNATIF MANUSIA TERHADAP PENDIDIKAN ALAM

I Wayan Widiana

Abstract


Filsafat China adalah salah satu dari filsafat tertua di dunia dan dipercaya menjadi salah satu filsafat dasar dari 3 filsafat dasar yang memengaruhi sejarah perkembangan filsafat dunia. Salah satu ajaran pada jaman Klasik filsafat china adalah “Yin Yang”. “Yin Yang” adalah dua prinsip induk dari seluruh kenyataan atau yang secara harfiah artinya positif dan negatif, namun implisit mewakili makna yang sangat mendalam tentang dualisme yang saling bertentangan, namun saling melengkapi dalam menyokong kehidupan dan mekanisme universal, sehingga segala sesuatu dalam kenyataan kita merupakan sintesis harmonis dari derajat “Yin” tertentu dan derajat “Yang” tertentu. Penerapan prinsip keseimbangan Yin Yang pada bangunan arsitektur modern seperti Phaeno Science Center di Wofsburg, Germany dan Hotel Marques de Riscal di Elciego, Spanyol terlihat pada penggunaan material yang saling berlawanan, antara yang solid dengan yang transparant, antara yang tegak dengan miring, antara yang memantulkan cahaya dengan yang menyerap cahaya. Di Bali, ada salah satu filsafat yang tidak jauh dengan filsafat Yin Yang, yaitu filsafat Tri Hita Karana. Salah bagiannya menjelaskan tentang Palemahan, yaitu hubungan yang harmonis antara manusia dengan alam. Ajaran ini sudah muncul sejak kepemerintahan Majapahit. Namun Istilah Tri Hita Karana pertama kali diperkenalkan pada tanggal 11 Nopember 1966, pada waktu diselenggarakan Konferensi Daerah l Badan Perjuangan Umat Hindu Bali bertempat di Perguruan Dwijendra Denpasar.

Kata Kunci: Filsafat Cina: Yin-Yang; Tri Hita Karana; Pendidikan Alam



Full Text:

PDF

References


Dian, 1996. Logika Feng Shui. Seni Mencapai Hidup Harmonis & Bahagia Dalam Keberuntungan Bumi (Buku Satu). Jakarta : Penerbit PT Elex Media Komputindo Kelompok Gramedia.

Hartono, Chris. 1974. Ke-Tionghoaan dan Kekristenan. Jakarta : Penerbit BPK Gunung Mulia

Hidayat, Z.M.1993. Masyarakat dan Kebudayaan Cina di Indonesia. Bandung : Penerbit Tarsito.

Koentjaraningrat, 2002. Manusia Dan Kebudayaan Di Indonesia. Jakarta : Penerbit : Djambatan.

Lasiyo (dkk). 1995. Konfusianisme Di Indonesia. Pergulatan Mencari Jati Diri. Yogyakarta : Penerbit INTERFIDEI.

Naveront, Jhon K.1997. Jaringan Masyarakat Cina. Jakarta : PT Golden terayon Press.

Seeger, Elizabeth. 1951. Sedjarah Tiongkok Selajang Pandang. Terjemahan Ong Pok Kiat & Sudarno. Djakarta : J.B. Wolters-Groningen

Skinner, Stephen.. 2003. Feng Shui. Ilmu Tata letak Tanah Dan Kehidupan Cina Kuno. Semarang : Dahara Prize.

Tan, Mely G.1981. Golongan Etnis Tionghoa di Indonesia. Suatu Masalah Pembinaan Kesatuan Bangsa . Jakarta : PT Gramedia.




DOI: http://dx.doi.org/10.23887/jfi.v2i3.22186

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal ini diterbitkan oleh :



Universitas Pendidikan Ganesha

Creative Commons License

Jurnal Filsafat Indonesia is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Filsafat Indonesia indexed by:

Akreditasi SINTA 5    Crossref JPI


Creative Commons License

Jurnal Filsafat Indonesia is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.