KONTROVERSI PENELITIAN DAN TERAPI SEL INDUK (STEM CELLS) DALAM PANDANGAN ETIKA SAINS

sylva Sagita

Abstract


Pemanfaatan sel punca untuk terapi kedokteran menimbulkan pro dan kontra. Bagi yang kontra, menolak Stem Cell karena alasan status moral dari embrio, riset embrio yang tidak manusiawi dan kekhawatiran komersialisasi embrio. Sedangkan bagi yang pro, Stem Cell adalah harapan pengobatan masa depan dengan mempertimbangkan potensinya, sehingga tentunya memiliki manfaat secara medis dan tidak dikerjakan tanpa prosedur sebab telah ada kesepakatan di antara peneliti untuk mengarahkan hasil penelitian Stem cell untuk kemanusiaan. Masalah bioetika utama yang terkait dengan sel induk manusia melibatkan turunan dan penggunaannya untuk penelitian. Saat ini, masalah etika baru mulai muncul di sekitar derivasi dan penggunaan sel induk mirip sel HES yang memiliki kapasitas untuk berdiferensiasi menjadi semua jenis jaringan manusia. Dalam waktu dekat, ketika bidang sel punca semakin dekat ke klinik, masalah etis tambahan mungkin muncul terkait dengan terjemahan klinis pengetahuan sel punca menjadi terapi pasien yang cukup aman, efektif, dan mudah diakses. Artikel ini mengulas problematika penelitian dan terapi sel induk dari sisi etika pada kajian masa lalu, sekarang, dan masa depan.


Keywords


Stem Sel; Sel Punca; Sel Induk; Etika; Bioetika.

Full Text:

PDF

References


Bianco, P., Robey, P. G., & Simmons, P. J. (2008). Mesenchymal stem cells: revisiting history, concepts, and assays. Cell stem cell, 2(4), 313-319.

Daley, G. Q., Hyun, I., Apperley, J. F., Barker, R. A., Benvenisty, N., Bredenoord, A. L., ... & Heslop, H. E. (2016). Setting global standards for stem cell research and clinical translation: the 2016 ISSCR guidelines. Stem cell reports, 6(6), 787-797.

Firman, Harry. 2016. Pengantar Filsafat Ilmu Pengetahuan Alam. Bandung: Sekolah Pascasarjana Universitas Perndidikan Indonesia

Hyun, I. (2010). The bioethics of stem cell research and therapy. The Journal of clinical investigation, 120(1), 71-75.

Kimmelman, J., Hyun, I., Benvenisty, N., Caulfield, T., Heslop, H. E., Murry, C. E., ... & Daley, G. Q. (2016). Policy: global standards for stem-cell research. Nature News, 533(7603), 311.

Masputra, Lukmansjah. (2012). Posisi Etika Dalam Riset Stem Sel. Disertasi: Universitas Indonesia

Medicinenet.com. (2019, 20 November). Medical Definition of Stem cell. Diakses pada 20 November 2019, dari situs: https://www.medicinenet.com/script/main/art.asp?articlekey=10597

Rojas, Yenni (2017). THE HISTORY OF STEM CELL TREATMENT.

https://www.nationalstemcellcenters.com/2017/12/29/history-stem-cell-treatment/ (21 November 2019: 3:51)

Vakodikar Shivani, Jaymesh Thadani and Prashant Kshatriya. (2017). A Novel Stem Cell Paradigm: Past Controversies, Present Challenges & Future Prospects. J Stem Cell Res Ther 2017, 7:10

Yuliantoro, MN. (2017). 9 Studi Kasus Hukum Islam Kontemporer : Pemanfaatan Sel Punca Embrionik dalam Pengembangan Bioteknologi Menurut Pandangan Hukum Islam. Yogyakarta: Universitas Islam Indonesia. pp. 2-20 (2017)




DOI: http://dx.doi.org/10.23887/jfi.v3i2.22287

Article Metrics

Abstract view : 6452 times
PDF file view : 17625 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal ini diterbitkan oleh :



Universitas Pendidikan Ganesha

Creative Commons License

Jurnal Filsafat Indonesia is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Filsafat Indonesia indexed by:

Akreditasi SINTA 5    Crossref JPI


Creative Commons License

Jurnal Filsafat Indonesia is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.