Konflik dan Integrasi antara Desa Pakraman dan Tempekan Suka Duka: Dinamika Sosial Budaya di Desa Blahbatuh, Gianyar-Bali

Main Article Content

I Made Purana

Abstract

Tulisan ini menganalisis isu-isu tertentu mengenai konflik dan integrasi antara masyarakat tersebut, khususnya antara Desa Pakraman sebagai kelompok mayoritas dengan Tempekan Suka Duka sebagai kelompok minoritas yang telah mengakar sedemikian lama (1961) dan akhirnya berakhir pada tahun 2006, berdasarkan komitmen antara dua kelompok oleh tokoh-tokoh lokal dan pemerintah Gianyar atau pemerintah daerah. Namun, penelitian ini akan melihat mengapa konflik terjadi dan bagaimana mereka menyelesaikan masalah bersama mereka? Terkait dengan hal tersebut, ada beberapa isu penting terkait dengan isu-isu tersebut. Pertama, bagaimana posisi antara dua kelompok tersebut di desa Blahbatuh? Kedua, mengapa mereka mengalami konflik dan integrasi? Dan ketiga, apa yang bisa kita pelajari dari penelitian ini? Semua persoalan tersebut akan dianalisis dalam konteks pendekatan Cultural Studies seperti teori dekonstruksi, semiotika, hipersemiotika dan praktik sosial untuk dapat memahami dinamika kelompok-kelompok tersebut di Desa Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Bali. Agar dapat memiliki analisis yang jelas makalah ini akan dirumuskan menjadi tiga bagian sebagai berikut: latar belakang masalah, pemecahan masalah, dan terakhir makna konflik dan integrasi tidak hanya untuk Desa Blahbatuh pada khususnya, tetapi juga bagi masyarakat Bali pada umumnya.

Article Details

Section
Articles

References

Atmaja, Nengah Bawa. 2001. Reformasi ke Arah Kemajuan Yang Sempurna dan Holistik. Gagasan Perkumpulan Surya Kanta tentang Bali di Masa Depan. Surabaya: Paramita.

Awig-Awig Desa Pakraman Blahbatuh tahun 2004, disempurnakan tahun 2016 Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali.

Baba Lajar, Aloysius. 2005. Jacques Derrida dan Perayaan Kemajemukan dalam Mudji Sutrisno dan Hendar Putranto ed. Teori-Teori Kebudayaan. Yogyakarta: Kanisius.

Fisher, dkk. 2001. Mengelola Konflik Keterampilan & Strategi Untuk Bertindak. Penyunting Kartikasari, dkk dan Tim Ahli Alihbahasa. Jakarta: SMK Grafika Desa Putra.

Geertz, Clifford. 1979. Negara Teater. Kerajaan-Kerajaan di Bali Abad ke 19. Bentang.

Gurr, Ted Robert. 2002. “Deprivasi Relatif dan Kekerasan” dalam Thomas Santoso (Editor). Teori-Teori Kekerasan. Jakarta: Kerjasama PT. Ghalia Indonesia dan Universitas Kristen Petra.

Johnson, Doyle Paul. 1986. Teori Sosiologi Klasik dan Modern (R.M.Z. Lawang Penerjemah). Jakarta: Gema Insani.

Kinasih, Ayu Windi. 2007. Identitas Etnis Tionghoa di Kota Solo. Yogyakarta: Laboratorium Jurusan Ilmu Pemerintahan FISIP UGM.

Miles, B Matthew dan A. Michael Huberman. 1992. Analisis Data Kualitatif (Terjemahan). Jakarta: Universitas Indonesia (UI-Press).

Otje Salman, H.R dan Anton F. Susanto. 2005. Teori Hukum, Mengingat, Mengumpulkan, dan Membuka Kembali. Bandung: Repika Aditama.

Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 3 Tahun 2001 tentang Desa Pakraman dan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 63 tahun 1999 – Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 64 tahun 1991. Provinsi Bali: Biro Hukum dan HAM Setda.

Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 3 Tahun 2001 tentang Desa Pakraman dan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 63 tahun 1999 – Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 64 tahun 1991. Provinsi Bali: Biro Hukum dan HAM Setda.

Santika, I. G. N. (2018). Strategi Meningkatkan Kualitas SDM Masyarakat Desa Padangsambian Kaja Melalui Pendidikan Karakter Berbasiskan Kepedulian Lingkungan Untuk Membebaskannya Dari Bencana Banjir. Widya Accarya, 9(1).

Santika, I. G. N. (2020a). Menelisik Akar Kegaduhan Bangsa Indonesia Pasca Disetujuinya Hasil Revisi UU KPK Dalam Perspektif Pancasila. Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial, 6(1), 26–36. https://doi.org/10.23887/jiis.v6i1.25001

Santika, I. G. N. (2020b). Menggali dan Menemukan Roh Pancasila Secara Kontekstual. Lakeisha.

Santika, I. G. N. (2021). Tinjauan Historis Terhadap Keppres No. 24 Tahun 2016 Tentang Hari Lahir Pancasila. Vyavahara Duta, XVI(2), 5–24. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.25078/vd.v16i2.2384

Santika, I. G. N., Kartika, I. M., Ayu, I. G., & Darwati, M. (2021). Reviewing The Handling Of Covid-19 In Indonesia In The Perspective Of The Pancasila Element Theory ( TEP ). Jurnal Etika Demokrasi (JED), 6(2), 40–51. https://doi.org/https://doi.org/10.26618/jed.v6i2.5272

Santika, I. G. N., Rindawan, I. K., & Sujana, I. G. (2018). Memperkuat Pancasila Melalui Pergub No. 79 Tahun 2018 Dalam Menanggulangi Pengikisan Budaya Di Era Revolusi Industri 4.0. Seminar Nasional Inovasi Dalam Penelitian Sains, Teknologi Dan Humaniora-InoBali, 79, 981–990.

Santika, I. G. N., Sujana, G., & Winaya, M. A. (2019). Membangun Kesadaran Integratif Bangsa Indonesia Melalui Refleksi Perjalanan Historis Pancasila Dalam Perspektif Konflik Ideologis. Journal of Etika Demokrasi (JED), 4(2), 89–98. https://doi.org/https://doi.org/10.26618/jed.v4i2.2391

Swarniti, N. W. (2019). The Translation Procedures of Bible Translation. RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa, 5(2), 187–196. https://doi.org/10.22225/jr.5.2.1277.187-196

Swarniti, N. W. (2021a). A Corpus Based Approach to the Analysis of Structures in Prepositional Phrase. Yavana Bhasha: Journal of English Language Education, 4(1), 18–22.

Swarniti, N. W. (2021b). The Analysis of Semantics Meaning Found In Comments of Instagram Account of Info Denpasar. Prosiding Seminar Nasional Linguistik Dan Sastra (SEMNALISA), 193–199.

Sastrapratedja, M. 1985. “Etika Pembangunan” dalam A. Rifai Hasan (ed.). Tinjauan Kritis Tentang Pembangunan. Jakarta: LSAF

Syani, Abdul. 1995. Sosiologi dan Perubahan Masyarakat. Bandar Lampung: Pustaka Jaya.

Windia. I Wayan. 2008. “Konflik Adat dan Sanksi Kasepekang di Desa Adat Bungaya, Kabupaten Karangasem, Bali: Perspektif Kajian Budaya” (disertasi). Denpasar: Program Pascasarjana Universitas Udayana.