Analisis Aktor Pembangunan dalam Smart Environment Kota Kediri Tahun 2021

Main Article Content

Ruth Agnesia Sembiring

Abstract

Pemerintah Kota Kediri telah merampungkan Masterplan Rencana Pembangunan Kota Kediri Smart City 2019-2029. Pembangunan Kota Kediri melalui smart city tidak dapat dipisahkan dari lingkungan. Hal ini dapat dilihat dari salah satu dari enam pilar smart city Kota Kediri yaitu smart environment. Smart environment adalah suatu lingkungan yang mampu memperoleh dan menerapkan pengetahuan tentang lingkungan dan untuk beradaptasi dengan penghuninya untuk meningkatkan pengalaman mereka di lingkungan itu. Sampah, limbah B3 dan ketersedian ruang terbuka hijau menjadi masalah dalam upaya perlindungan lingkungan di Kota Kediri. Ketiga masalah dalam upaya perlindungan lingkungan Kota Kediri tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah saja, namun juga harus melibatkan pihak swasta dan masyarakat. Jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif digunakan dalam kajian ini, dimana pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dengan teknik show ball dan telaah dokumen. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis aktor pembangunan dalam smart environment Kota Kediri Tahun 2021 dengan paradigma politik pembangunan yang terdiri dari 5 variabel yaitu: adanya aktor, adanya kekuasaan, adanya sistem, adanya ideologi dan intervensi asing. Berdasarkan hasil kajian ini, ada 4 aktor yang terlibat yaitu Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP), pihak swasta (perusahaan, pabrik, dan perbengkelan), Yayasan Hijau Daun, dan individu-individu di Kelurahan Setono Gedong (salah satu kelurahan percontohan untuk mewujudkan smart environment). Upaya mewujudkan smart environment Kota Kediri tergantung pada kepentingan para aktor yang terlibat; tergantung kekuasaan para aktor; tergantung kesuaian sistem yang dijalankan untuk perlindungan lingkungan dengan masalah yang dihadapi; tergantung harapan para aktor terhadap lingkungannya; dan juga tergantung keberadaan intervensi asing.

Article Details

Section
Articles

References

Bungin, M. B. (2015). Penelitian Kualitatif. Prenada Media Group.

Das, S. K., & Cook, D. (2006). Designing smart environments: A paradigm based on learning and prediction. Mobile, Wireless, and Sensor Networks: Technology, Applications, and Future Directions, 337–357. https://doi.org/10.1002/0471755591.ch13

Faidati, N., & Khozin, M. (2018). Analisa Strategi Pengembangan Kota Pintar (Smart City): Studi Kasus Kota Yogyakarta. Jurnal Ilmu Pemerintahan: Kajian Ilmu Pemerintahan Dan Politik Daerah, 3(2), 16–27. https://doi.org/10.24905/jip.v3i2.1037

Hasibuan, A., & Krianto Sulaiman, O. (2019). Smart City, Konsep Kota Cerdas Sebagai Alternatif Penyelesaian Masalah Perkotaan Kabupaten/Kota, Di Kota-Kota Besar Provinsi Sumatera Utara. In Cetak) Buletin Utama Teknik,14(2).

Horrison, L. (2009). Metode Penelitian Politik. Kencana Prenada Media Group.

IDN News. (2021, August 20). Gambaran Kondisi Nyata Udara, yuk Pahami Apa Itu Indeks Kualitas Udara. https://www.idntimes.com/health/fitness/alfonsus-adi-putra-2/memahami-indeks-kualitas-udara-atau-air-quality-index/8

IQAir. (2021, December 29). Kualitas Udara Kota Kediri. https://www.iqair.com/id/indonesia/east-java/kediri.

Koy, V. B. M. F., & Rodrigues, O. (2019). Developing smart environment at Tourism spots in Jetisharjo RW. 07, Yogyakarta. ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur, 4(1), 25–32. https://doi.org/10.30822/arteks.v4i1.75

Masyhari, N. (n.d.). Rampungkan MasterPlan Smart City, Kota Kediri Raih Penghargaan Kemenkominfo RI. Retrieved May 26, 2021, from https://www.beritajatim.com/politik-pemerintahan/rampungkan-masterplan-smart-city-kota-kediri-raih-penghargaan-kemenkominfo-ri/

Nurdiani, N. (2014). Teknik Sampling Snowball Dalam Penelitian Lapangan. Jurnal COMTECH, 5(2), 1110–1118.

Pemerintah Kota Kediri. (n.d.). Tinjau Lapang Secara Daring, Kota Kediri Siap Menuju 100 Smart City. https://kedirikota.go.id/p/berita/1019850/tinjau-lapang-secara-daring-kota-kediri-siap-menuju-100-smart-city,

Pemerintah Kota Kediri 2019-2029. (n.d.). Buku 2 Master Plan Smart City (Rencana Pembangunan Kota Kediri 2019-2029). Retrieved May 26, 2021, from https://www.kedirikota.go.id/page/smartcity/643

Ratnasari, P. (2020). Politik Pembangunan Di Kota Palangka Raya. Jurnal Administrasi Publik (JAP), 6(1).

Rizky, F. W., & Rostyaningsih, D. (2016). Analisis Aktor Implementasi Dalam Kebijakan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Semarang (Studi Kasus di Kecamatan Gunungpati). Journal Of Public Policy And Management Review, 5(4).

Sa’diyah, A. F., Purnomo, E. P., & Kasiwi, A. N. (2020). WASTE MANAGEMENT IN THE IMPLEMENTATION OF SMART CITY IN BOGOR CITY. Jurnal Ilmu Pemerintahan Widya Praja, 46(1), 271–279. https://doi.org/10.33701/jipwp.v46i1.773

Sandy, O. F. (2020). Analisis Peran Aktor dalam Implementasi Kebijakan Pembangunan Sanitasi di Kabupaten Probolinggo. In Jurnal Ilmiah Administrasi Publik (JIAP), 6(33).

Sari, D. N. (2020). Penerapan Smart Environment pada Pemukiman Kumuh di Bantaran Kali Code Kota Yogyakarta. In Jurnal Ilmu Pemerintahan (Vol. 13, Issue 1).

Schaffers, H., Komninos, N., Pallot, M., Trousse, B., Nilsson, M., & Oliveira, A. (2011). LNCS 6656 - Smart Cities and the Future Internet: Towards Cooperation Frameworks for Open Innovation. In LNCS (Vol. 6656).

SDG Indonesia. (n.d.). Sustainable Development Goals. Retrieved January 31, 2022, from https://www.sdg2030indonesia.org/

Sembiring, R. A. (2021a). Wawancara dengan Endang Pratiwi, Pendiri Yayasan Hijau Daun dan Pengelola Bank Sampah Hijau Daun.

Sembiring, R. A. (2021b). Wawancara dengan Haryono Sundoko, DLHKP Kota Kediri (Bidang Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam).

Sembiring, R. A. (2021c). Wawancara dengan K (warga RT1/RW2), dengan MA (warga RT1/RW2), dan dengan D (warga RT2/RW2) Keluruhan Setono Gedong, Kota Kediri.

Sembiring, R. A. (2021d). Wawancara dengan Lurah Setono Gedong, Kota Kediri.

Sembiring, R. A. (2021e). Wawancara dengan MA, Warga RT1/RW2 Kelurahan Setono Gedong, Kota Kediri.

Sembiring, R. A. (2021f). Wawancara dengan Ridwan, DLHKP Kota Kediri (Seksi Pemanfaatan Sampah dan Penanganan Limbah).

Smart Cities Council. (2015). Smart Cities Readiness Guide The planning manual for building tomorrow’s cities today Smart Cities Readiness Guide® The planning manual for building tomorrow’s cities today Smart Cities Council. http://www.estudislocals.cat/wp-content/uploads/2016/11/SmartCitiesReadinessGuide.pdf

Stratigea, A. (2012). The Concept of ‘Smart Cities’. Towards Community Development. Netcom: Networks and Communication Studies Reseaux, Communication Et Territoires, Open Edition Journals, 26–3(4), 375–388. https://journals.openedition.org/netcom/1105#article-1105

Sudirman, F. P., & Phradiansah. (2019). Tinjauan Implementasi Pembangunan Berkelanjutan Pengelolaan. Sospol: Jurnal Sosial Politik, 5(2).

Susilo, A., & Asnamawati, L. (2021). Peran Serta Masyarakat Dalam Mewujudkan Smart Environment. Seminar Nasional FMIPA-UT 2017. http://repository.ut.ac.id/id/eprint/8875

TWI. (n.d.). What is A Smart City-Definition and Examples. Retrieved May 26, 2021, from https://www.twi-global.com/technical-knowledge/faqs/what-is-a-smart-city

Ulum, S., Haryono, S., & Rozikin, M. (2013). Analisis Peran Multi Aktor dalam Implementasi Kebijakan Minapolitan Berbasis Sustainable Development (Studi pada Pilot Project Minapolitan Desa Srowo Kecamatan Sidayu Gresik). In Jurnal Administrasi Publik (JAP), 1(1).

Utomo, E. C. W., & Hariadi, M. (2016). Strategi Pembangunan Smart City dan Tantangannya bagi Masyarakat Kota. Jurnal Strategi Dan Bisnis, 4(2).

Warjio. (2016). Politik Pembangunan (Paradoks, Teori, Aktor, dan Ideologi). Kencana.