Manifestasi Folklor Roro Anteng: Signifikansi Peran Perempuan dalam Kehidupan Masyarakat Tengger

Authors

  • Asmi Ramiyati Universitas Gadjah Mada
  • Feri Choirun Nisa Universitas Gadjah Mada
  • Swa Sekar Jakti Universitas Gadjah Mada
  • Pande Made Kutanegara Universitas Gadjah Mada

DOI:

https://doi.org/10.23887/jish.v11i1.39093

Keywords:

Perempuan Tengger, Folklor, Kesetaraan Gender

Abstract

Kesetaraan gender menjadi isu yang hangat diperbincangkan masyarakat Indonesia. Salah satu potret kesetaraan gender di Indonesia dapat dilihat dari masyarakat Tengger. Sebagai masyarakat yang berpegang teguh pada budaya dan tradisi leluhurnya, kearifan lokal berupa folklor dijadikan sebagai pedoman hidup masyarakat Tengger. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara lebih mendalam tentang pengaruh folklor Roro Anteng terhadap peran perempuan Tengger dalam kehidupan sehari-hari yang mencakup dinamika keagamaan dan tradisi, serta pembagian tugas dalam lingkup rumah tangga dan dunia pekerjaan. Data dalam penelitian ini diperoleh dari wawancara dan penyebaran kuesioner kepada masyarakat Tengger di Desa Ngadas dan Desa Sapikerep, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Perspektif yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kesetaraan gender dan perubahan sosial. Ditemukan bahwa masyarakat Tengger di Desa Ngadas dan Desa Sapikerep memercayai folklor Roro Anteng, sebagian besar merasakan pengaruhnya dan menerapkan nilai-nilainya dalam keseharian. Perempuan menjadi tonggak kehidupan masyarakat Tengger karena berperan penting baik dalam kehidupan rumah tangga maupun kehidupan sosial (tradisi dan keagamaan). Berkaitan dengan dunia pekerjaan, tidak terdapat diskriminasi perempuan dalam hal beban tugas dan upah. Dalam kehidupan rumah tangga, sebagian masyarakat Tengger sudah berhasil menerapkan konsep kesetaraan gender. Dengan menerapkan ajaran Roro Anteng dan Joko Seger, laki-laki dan perempuan hidup berdampingan dengan harmoni tanpa memandang suatu gender lebih tinggi. Dengan kata lain, kesetaraan gender diimplementasikan dengan sikap saling melengkapi dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari melalui pembagian kerja.

References

Abidin, M. Z. (2018). Tradisi Petekan dan Upaya Mencegah Kehamilan di Luar Nikah Pada Masyarakat Suku Tengger. Journal de Jure, 10(2), 89. https://doi.org/10.18860/j-fsh.v10i2.6725

Chotim, E. E. (2020). Kesetaraan Gender Dan Pemberdayaan Perempuan Di Indonesia : Keinginan Dan Keniscayaan Pendekatan Pragmatis ( Studi Terhadap Ukm Cirebon Home Made ). AKSELERASI: Jurnal Ilmiah Nasional, 2(1), 70–82.

Farida, S. I. (2019). Anggaran Responsif Gender Sebagai Suatu Instrumen Negara Untuk Pemenuhan Hak Perempuan Di Indonesia. Jimf (Jurnal Ilmiah Manajemen Forkamma), 1(2), 67–86. https://doi.org/10.32493/frkm.v1i2.2541

Hasyim, M. F., Liliek Channa, A. W., & Mufid, M. (2020). The Walagara marriage ritual the negotiation between islamic law and custom in Tengger. Journal of Indonesian Islam, 14(1), 139–162. https://doi.org/10.15642/JIIS.2020.14.1.139-162

Hermawan, A., Purnomo, B., & Wahyuni, A. (n.d.). Kesetaraan Gender Pada Abad Xix Di Indonesia Dalam Karya Ra Kartini Gender Equality in the Xix Century in Indonesia in the Works of Ra Kartini. II, 50–58.

Lengerman, P. M., & Niebrugge-Brantley, J. (2010). Teori Feminis Modern. In Ritzer, G., & Goodman, D. J., Modern Sociological Theory: Teori Sosiologi Modern (6th ed., pp. 403-467) (Alimandan, Trans.). Kencana. (Original work published 2003).

Lion, O. D., Manuputty, F., & Murwani, P. (2021). Dolly Dahulu Dan Sekarang. KOMUNITAS: Jurnal Ilmu Sosiologi, 4(1), 1–13. https://doi.org/10.30598/komunitasvol4issue1page1-13

Lumban Gaol, S. M. M., & Stevanus, K. (2019). Pendidikan Seks Pada Remaja. FIDEI: Jurnal Teologi Sistematika Dan Praktika, 2(2), 325–343. https://doi.org/10.34081/fidei.v2i2.76

Sakina, A. I., & A., D. H. S. (2017). Menyoroti Budaya Patriarki Di Indonesia. Share : Social Work Journal, 7(1), 71. https://doi.org/10.24198/share.v7i1.13820

Sarwono, B. K. (2012). Gender bias in a patriarchal society A media analysis on virginity and reproductive health. Wacana, Journal of the Humanities of Indonesia, 14(1), 37. https://doi.org/10.17510/wjhi.v14i1.48

Sukim, S., & Salam, R. (2019). Pola Fertilitas Wanita Usia Subur di Indonesia. Jurnal Aplikasi Statistika & Komputasi Statistik, 10(1), 67. https://doi.org/10.34123/jurnalasks.v10i1.203

Sukmawan, S., & Febriani, R. (2018). Perempuan-Perempuan Pemeluk Erat Adat: Studi Etnografi Perempuan Tengger. Linguista: Jurnal Ilmiah Bahasa, Sastra, Dan Pembelajarannya, 2(1), 1. https://doi.org/10.25273/linguista.v2i1.2682

Syaefudin, A. (2019). Membangun Pendidikan Berwawasan Gender S y aefudin Achmad IAIN Salatiga Email: s. YINYANG: Jurnal Studi Islam Gender Dan Anak, 14(1), 70–91. https://doi.org/10.24090/yinyang.v14i1.2019.pp70-91

Wahyuni, N. (2019). Indonesia dalam Gender Gap Index 2020 Report: Beberapa Catatan | The Indonesian Institute. [online] Available at: https://www.theindonesianinstitute.com/indonesia-dalam-gender-gap-index-2020-report-beberapa-catatan/ [Accessed 20 Jul. 2021].

World Economic Forum. (2021). Global Gender Gap Report 2021. [online] World Economic Forum, Switzerland: World Economic Forum, p. 10. Available at: https://www.weforum.org/reports/global-gender-gap-report-2021 [Accessed 20 Jul. 2021].

www.kemenkeu.go.id. (n.d.). Ini Pentingnya Kesetaraan Gender Untuk Sebuah Negara. [online] Available at: https://www.kemenkeu.go.id/publikasi/berita/ini-pentingnya-kesetaraan-gender-untuk-sebuah-negara/

www.kemenpppa.go.id. (n.d.). KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK. [online] Available at: https://www.kemenpppa.go.id/index.php/page/read/29/3159/ketika-laki-laki- bicara-kesetaraan-gender [Accessed 20 Jul. 2021].

Yurida, E. (2018). Modernisasi dan Perubahan Sosial Masyarakat (Studi di Pekon Hujung Kecamatan Belalau Kabupaten Lampung Barat). Skripsi. Fakultas Usluhuddin dan Studi Agama, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.

Published

2022-04-01

Issue

Section

Articles