EKSISTENSI ANOMALI WINNER – LOSER SAHAM INDUSTRI DI PASAR MODAL INDONESIA

I Nengah Suarmanayasa dan Gede Putu Agus Jana Susila

Abstract


Abstrak

Hipotesis pasar modal efisien pada dasarnya berkenaan dengan reaksi pasar yang tercermin pada penyesuaian harga terhadap munculnya informasi baru. Secara umum dapat dikatakan bahwa pasar modal yang efisien akan segera bereaksi secara cepat dan tepat terhadap informasi, sehingga tidak dimungkinkan untuk memperoleh keuntungan di atas normal (abnormal return). Hipotesis pasar modal efisien yang oleh Fama (1970) dikategorikan menjadi bentuk lemah, setengah kuat, dan kuat telah menjadi suatu dalil yang diterima di bidang keuangan. Namun selama dekade terakhir, banyak penelitian yang menyebutkan tentang adanya anomali pada pasar modal. Salah satu anomali yang bertentangan dengan efisiensi pasar modal adalah anomali winner-loser.

Dalam penelitian yang berjudul ” Eksistensi Anomali Winner-Loser Saham Industri Di Pasar Modal Indonesia” ini, dimaksudkan untuk mengetahui ada tidaknya anomali winner-loser saham industri di pasar modal Indonesia. Untuk memecahakan masalah tersebut digunakan teknik analisis data uji beda dua rata-rata (uji T-Paired) dengan bantuan Program SPSS For Windows.

Simpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah kecenderungan terjadi anomali winner-loser saham industri di pasar modal Indonesia. Simpulan ini didukung oleh sebagian besar saham winner mengalami pembalikan return rata-rata ke arah negatif dan sebagian besar saham loser mengalami pembalikan return rata-rata ke arah positif. Hasil uji beda dua rata-rata menunjukkan bahwa : rata-rata abnormal return portofolio winner-loser saham industri periode formasi 3 bulan dengan periode pengujian 3 bulan sesudahnya menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik untuk berbagai kelompok portofolio saham.

Kata kunci : pasar modal efisien

Abstract

The Efficient Market Hypothesis  is basically related to the market reaction which is reflected on the cost adjustment towards the coming information. In general, it can be said that the Efficient Market Hypothesis will immediately give a quick and precise reaction toward the information, therefore there is no possibilities to gain upper-normal-benefits (abnormal return). The Efficient Market Hypothesis which is stated by Fama (1970) is categorized as “weak”, “semi-strong”, and “strong” and those have become an accepted theory in finance. However, along current decade, there are many researches mentioning the existence of anomalies in stock exchange. One of them which has a contradiction with stock exchange efficiency is winner-loser anomaly.

The study entitled “The Existence of Winner-Loser Anomaly of Company Stock in Indonesia Stock Exchange” aims at finding out the existence of winner-loser anomaly of company stock in Indonesia stock exchange. In order to solve the problem, it is used the T-Paired test analysis technique assisted with SPSS For Windows Program.

The conclusion of this study is that there are inclinations for winner-loser anomaly of company stock to happen in Indonesia stock exchange. This inference is proved that most winner stocks obtain negative return average and most loser stocks obtain positive return average. The result of T-Paired test shows that: there are significant statistical differences between abnormal return averages of winner-loser portfolios of company stock in the period of three-months-formation and three-months-test period afterwards for many groups of stock portfolios.

Key words : The Efficient Market Hypothesis


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal ini diterbitkan oleh :


Universitas Pendidikan Ganesha



Jurnal Ilmu Akutansi dan Humanika indexed by:

 Crossref




Creative Commons License

Jurnal Ilmu Akutansi dan Humanika is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.