FISIOGNOMI VEGETASI HUTAN DESA ADAT TENGANAN PEGRINGSINGAN, KARANGASEM, BALI

Authors

Keywords:

Fisiognomi, Vegetasi Hutan, Tenganan Pegringsingan

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui fisiognomi vegetasi tumbuhan yang ada di hutan Bukit Kangin desa adat Tenganan Pegringsingan, Karangasem, Bali. Penelitian ini termasuk penelitian eksploratif dan deskriptif. Populasi penelitian ini adalah seluruh spesies tumbuhan berguna yang ada di hutan Bukit Kangin, Tenganan Pegringsingan. Sampel penelitian ini adalah seluruh spesies tumbuhan berguna yang terkover oleh kuadrat ukuran 1x1 m2 untuk pendataan spesies tumbuhan habitus seedling (semai/tumbuhan bawah), 10x10 m2 untuk saplings (pancang,tiang), dan 20x20 m2 untuk tumbuhan habitus matures/trees (pohon). Masing-masing kuadrat berjumlah 65 kuadrat pada ketiga zona. Metode pengumpulan datanya dengan menggunakan metode kuadrat dengan teknik sistematik sampling. Hasil penelitian menujukkan (1) Fisiognomi vegetasi tumbuhan pada Zona I, memiliki karakteristik yang terdiri dari tiga strata dengan tutupan yang kontinu, didominasi oleh pohon-pohon besar dan tinggi serta ada beberapa spesies tumbuhan herba; (2) Kawasan vegetasi pada Zona II sebagian terdiri atas tiga strata dengan tutupan kontinu, didominasi oleh tumbuhan yang memiliki bentuk kehidupan berupa pohon dengan  daun termasuk tipe evergreen. (3) Kawasan vegetasi pada Zona III sebagian besar terdiri atas tiga strata dan satu strata, dengan lebih beranekaragam dan bersifat heterogen; (4) Di samping faktor genetik, faktor klimatik, dan faktor edafik. yang berpengaruh terhadap fisiognomi vegetasi, faktor eksternal yaitu kebudayaan tradisi setempat juga berperan penting di dalam pembentukan fisiognomi vegetai hutan adat di desa Tenganan Pegringsingan.

References

Arnyana, I. B. P. 2007. Dasar-Dasar Metodologi Penelitian. Denpasar: Bagian Ilmu Faal Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.

Barbour, M. G; J. H. Burk and W. D. Pitts. 1987. Terrestrial Plant Ecology. Inc. California : The Benjamin/ cummings Publishing Company.

BRUCE HOAGLAND,

BRUCE HOAGLAND,

CARMEN

CARMEN

Christopher Traiser; Stefan Klotz; Dieter Uhl; Volker Mosbrugger. 2005. Environmental signals from leaves – a physiognomic analysis of European vegetation. New Phytologist (2005) 166: 465–484. doi: 10.1111/j.1469-8137.2005.01316.x.

Cox.1976. Laboratory Manual of General Ecology. WM. C. Brown Company Publisher, USA.

DAVE TART,

DAVE TART,

DEL MEIDINGER,

DEL MEIDINGER,

DON FABER-LANGENDOEN,

DON FABER-LANGENDOEN,

Dwijendra, N. K., Acwin. 2003. “Perumahan dan Permukiman Tradisional Bali”. Jurnal Permukiman “ Natah”, Vol. 1, No. 1 Pebruari 2003.

Ecological Monographs, 84(4), 2014, pp. 533–561

EcoVeg: a new approach to vegetation description and classification

EcoVeg: a new approach to vegetation description and classification

Efendi, Yarsi dan Dahrul Aman Harahap. 2014. Struktur dan Fisiognomi Vegetasi Mangrove Di Rempang Cate Kota Batam. Https://Www.Journal.Unrika.Ac.id/Index.Php/Jurnaldms/Article/Viewfile/102/99

Etherington. John R. 1975. Environment and Plant Ecology. New Delhi: Wiley Eastern Limited.

GONZALO NAVARRO,

GONZALO NAVARRO,

Hatta, S. 1993. Budidaya Aren dan Multigunanya. Yogyakarta: Kanisius.

Heyne, K. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia I-IV. Badan Litbang Kehutanan. Jakarta: Yayasan Sarana Wana Jaya. Terjemahan dari: de Nuttige Planten van Indonesia.

JEAN-PIERRE SAUCIER,

JEAN-PIERRE SAUCIER,

JOSSE,

JOSSE,

Langendoen, Don Faber;- Todd Keeler-Wolf, Del Meidinger; Dave Tart, Bruce Hoagland, Carmen Josse, Gonzalo Navarro, Serguei Ponomarenko, Jean-Pierre Saucier, Alan Weakley, And Patrick Comer. 2014. EcoVeg: A new approach to vegetation description and classification. Ecological Monographs, 84(4), 2014, pp. 533–561 2014 by the Ecological Society of America.

Ludwig dan Reynold. 1988. Statistical Ecology. New York : Jhon Willey and Sons.

Mueller-Dombois, D., H. Ellenberg. 1974. Aims and Methods of Vegetation Ecology. Sanfransisco : W. H. Freeman and Company.

Ó2014 by the Ecological Society of America

Schmidth, L. 2002. Pedoman Penanganan Benih Tanaman Hutan Tropis dan Sub Tropis. Terjemahan Na’iem M., Rimbawanto A., Sukmanato B., Purwito D., Hendrati R. L., Leksono B., Kapisa N., Charomaini M., Komat T. E., dan B. Putro. Guide to Handling of Tropical and Sub Tropical Forest Seed. 2002. Jakarta: Departemen Kehutanan.

SERGUEI PONOMARENKO,

SERGUEI PONOMARENKO,

Sharma, Ram C. dan Keitarou Hara. 2018. Characterization of Vegetation Physiognomic Types Using Bidirectional Reflectance Data. Geosciences 2018, 8, 394; doi:10.3390/geosciences8110394. Pp: 1-9.

TODD KEELER-WOLF,

TODD KEELER-WOLF,

Wijana, Nyoman .2009. Wijana, Nyoman dan I Nengah Sumardika. 2009. Pelestarian Jenis-Jenis Tumbuhan Berguna Melalui Kearifan Lokal di Desa Adat Tenganan Pegringsingan, Kabupaten Karangasem, Bali. Dimuat dalam prosiding Konservasi Flora Indonesia dalam Mengatasi Dampak Pemanasan Global. Kebun Raya “Eka Karya – LIPI. Hal. 724 - 731. ISBN 978-979-799-447-1.

Wijana, Nyoman and I Gusti Nyoman Setiawan. 2019b. The Utilization of Useful Plant Species Based on Socio-Cultural of Tenganan Pegringsingan Bali Aga village, District of Karangase, Bali. . International Conference on Matemathics and Natural Science (ICONMNS 2019)

Wijana, Nyoman. 2014. Wijana, Nyoman. 2014. Metode Analisis Vegetasi. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Wijana, Nyoman; I Gede Astra Wesnawa; I Wayan Eka Mahendra; Ni Nyoman Parmithi; I Made Ardana; and Dewa Gede Hendra Divayana. 2018. The Measurement of rae Plants Learning Media using Backward Chaining Integrated With Context-Input-Process-Product Evaluation Model Based on Mobile Technology. 2018. (IJACSA) International Journal of advanced Computer Science and Application. Vol. 9. N0. 8. Pp. 265-277.

Downloads

Published

2020-04-30

Issue

Section

Articles