GOLDEN RULE DALAM “RAIN TOWN karya HIROYASU ISHIDA”

Wiwit Cahyaningrum

Abstract


Abstrak

Film Rain Town merupakan sebuah film pendek karya Hiroyasu Ishida yang dirilis tahun 2011. Dalam film pendek Rain Town banyak scene yang menggunakan Golden Rule sebagai komposisinya. Golden rule (aturan emas atau etika timbal balik) sendiri memiliki  makna cara melakukan moral yang lahir berdasarkan landasan nurani dan pikiran manusia pengertian lainnya yaitu “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka” (Matius 7:12). Golden Rule atau peraturan Emas merupakan strategi pendekatan hubungan antarmanusia yang kuat dalam sejarah dunia. Dalam arti lain, golden rules diartikan sebagai hubungan timbal balik antara manusia dengan konsep yang positif dan bukan negatif. Agar lebih mudah memahami golden rule maka ada pepatah 'manusiakan manusia jika ingin dianggap manusia'.  Pelaksanaan aturan emas dalam kehidupan menghasilkan hubungan yang erat antar manusia dengan saling menghormati sesama insan manusia terlepas dari perbedaan yang dimiliki masing-masing.

Dalam film pendek “Rain Town” kami para penulis ingin mengembangkan makna Golden rule yang terdapat pada film pendek tersebut. Selain itu, dalam film pendek Rain Town  terdapat environmental fog (suasana lingkungan)  serta blur untuk menggambarkan kesan yang lebih jauh serta bagian mana yang lebih ingin difokuskan untuk penyampaian makna dari Golden Rule dari sang kreator.

Penelitian tentang Golden Rule dalam film pendek “Rain Town”, kami lakukan dengan melihat tanda-tanda yang terdapat pada film tersebut. Dengan itu, kami menggunakan gagasan Peirce dalam penelitian ini yang membagi tanda menjadi tiga kategori yaitu ikon, indeks dan simbol dalam menciptakan makna. Sehingga, kami tim penulis mengkaji film pendek ini dengan memandang unsur intrinsik seperti tema, latar, alur dan penokohan dan unsur ekstrinsik dalam film pendek.

Berdasarkan hasil intepretasi Golden Rule dengan menggunakan pendekatan semotika Peirce. Ikon, indeks dan simbol dalam film pendek Rain Town menceritakan tentang kondisi kota yang selalu turun hujan karena kondisi inilah membuat banyak orang mulai meninggalkan kota tersebut. Berjalannya waktu kota tersebut mulai sepi ditinggal pergi oleh warganya dan pada akhirnya menjadi mati. Tetapi ada sebuah robot yang masih setia bertahan di kota tersebut dengan sebuah alasan yang yang menyangkut tentang kenangan dalam kota hujan. Oleh karena itu, dari analisis semiotika tersebut bisa disimpulkan bahwa film ini mempunyai banyak makna makna tersirat didalamnya sehingga penonton dapat menyimpulkan dari berbagai interpretasi.


Keywords


film pendek; golden rule; Peirce



DOI: http://dx.doi.org/10.23887/jpbj.v6i3.25978

Article Metrics

Abstract view : 97 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Journal Publishing by

Japanese Language Education Program

Faculty of Languages and Arts



Ganesha University of Education


Creative Commons License

Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang Undiksha (JPBJ) indexed by:

 Crossref

 


Creative Commons License

Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.