KEMAMPUAN MENULIS CERITA FABEL DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS VIII SMPN 6 SINGARAJA: SEBUAH KAJIAN STRUKTUR GRAMATIKAL

I Wayan Sudiasa ., Drs. I Wayan Rasna,M.Pd ., Dra. Made Sri Indriani, M.Hum. .

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan kemampuan menulis teks cerita fabel siswa kelas VIII SMPN 6 Singaraja dalam pembelajaran bahasa Indonesia ditinjau dari struktur gramatikal: morfologi dan sintaksis, (2) mendeskripsikan kendala-kendala yang dihadapi oleh siswa kelas VIII SMPN 6 Singaraja dalam menulis teks cerita fabel pada pembelajaran bahasa Indonesia. Dalam mencapai tujuan itu, peneliti menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 6 Singaraja. Pengumpulan data menggunakan metod tes dan wawancara. Data yang diperoleh dianalisis dengan deskriptif kualitatif yang meliputi tiga tahap, yaitu 1) reduksi data, penyajian data, dan penyimpulan. Hasil analisis menunjukkan bahwa penulisan cerita fabel yang ditinjau dari, (a) unsur morfologi tergolong baik sekali dengan pemerolehan rata-rata skor 90. (b) unsur sintaksis dalam kategori sangat baik dengan pemerolehan rata-rata skor 99,48, 1) kendala-kendala yang dihadapi saat penulisan kembali cerita fabel yang diungkapkan beragam. Seperti pemilihan kata dan pembentukan kalimat yang sesuai. Selain kendala di atas kendala lain yang dihadapi oleh siswa antara lain sulit menentukan alur cerita dan memberikan tanda baca.
Kata Kunci : cerita fabel, morfologi, sintaksis

This research aims to (1) describe the ability to write text fable of grade viii students learning Bahasa in terms of grammatical structure: morphology and syntax.,(2) describe the obstacles which are faced by the students of grade viii SMPN 6 Singaraja at write text fable toward in learning Bahasa. In attain to that goal , researcher uses quantitative descriptive design. Subject of this research is students in SMPN 6 singaraja. Data were collected by using test method and interview. Data were analyzed with descriptive quantitative includes three stages namely 1) data reduction, data presentation, and process of drawing a conclusion. The results of analysis show that process of writing fable in terms of (a) morphological element is categorized as good morphological elements quite well once the acquisition of the average score 90. (b) syntactic element in the excellent category with the acquisition of an average score 99.88. 2) obstacles which is faced when re-writing fable which were dictated diverse. Such as the choice of word and the establishment of an appropriate sentence. In addition to the above constraints other faced students as between the other determines the storyline and gives punctuation.
keyword : fable,morphology, syntax

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.23887/jjpbs.v3i1.4772

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal ini diterbitkan oleh :



Universitas Pendidikan Ganesha


Creative Commons License

Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha (JPBSI) indexed by:

 Crossref




Creative Commons License

Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.