MAKNA SIMBOLIK FOLKLOR MAMASSURO DAN MANCA DALAM TRADISI PERNIKAHAN DI DESA SAPEKEN, KECAMATAN SAPEKEN, KABUPATEN SUMENEP (KAJIAN SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PEIRCE)

Authors

  • Bayyazid Ray Sanusi Sanusi Universitas Pendidikan Ganesha
  • Ida Ayu Made Darmayanti Universitas Pendidikan Ganesha
  • Ni Made Rai Wisudariani Universitas Pendidikan Ganesha

DOI:

https://doi.org/10.23887/jpbsi.v13i2.64047

Keywords:

folklor, mamassuro, manca, prosesi pernikahan

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan posisi folklor mamassuro dan manca dalam prosesi tradisi pernikahan di Desa Sapeken, mendeskripsiskan makna simbolik mamassuro dalam pernikahan di Desa Sapeken, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, mendeskripsiskan makna simbolik manca dalam pernikahan di Desa Sapeken, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan analisis semiotika Charles Sander Pierc. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan metode: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan posisi folklor mamassuro dan manca memiliki posisi penting dalam prosesi pernikahan di Desa Sapeken yang menyangkut .nagu baun, ngalaku, ngimpuan ringgit, mamassuro, ngireh. Makna simbolik Mamassuro dalam pernikahan, yaitu Kakampu (alat dapur, mempunyai makna berupa pesan kepada mempelai laki-laki agar memenuhi kebutuhan pangan keluarga, buah-buahan, mempunyai makna berupa harapan untuk kedua mempelai agar selalu diberikan rizki yang melimpah, Alat sholat, mempunyai makna barupa harapan agar hubungan yang dibangun berlandaskan pada nilai nilai agama), Tikolok panangat: Songkol pallopo (harapan untuk kedua mempelai agar tetap langgeng dan bahagia sampai ajal menjemput meraka dan makna dari gula merah agar kedua mempelai selalu bahagia) Panangat (makna berupa harapan ketentaraman dalam rumah tangga dan lingkungan sekitar yang dilambangkan dengan daun leko). Makna simbolik manca dalam pernikahan yaitu: Bujjak (simbol dari kelaki-lakian), Manca (simbol watak dan harga diri yang tinggi)

References

A. Wahab, M. Husein.2011.Simbol-Simbol Agama. Jurnal Substantia, 12 (1), 78-84

Alhamid, Thalha dan Budur Anufia. 2019. Resume Intrumen Pengumpulan Data. Sorong, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Sorong (STAIN). Tersedia pada https://osf.io/preprints/inarxiv/s3kr6/download (diakses pada tanggal 1 Oktober 2020).

Amanat, Tri. 2019. Strategi Pengembangan Destinasi Wisata Berbasis Folklor (Ziarah Mitos: Lahan Baru Pariwisata Indonesia). Jurnal Pariwisata Terapan, 03 (1), 65-75.

Ambarin dan Nazia Maharani Umaya. 2010. Semiotika Teori dan Aplikasi pada Karya Sastra. Semarang: IKIP PGRI Press.

Aziz, Safruddin. 2017. Tradisi Pernikahan Tradisi Pernikahan Adat Jawa Keraton Membentuk Keluarga Sakinah. Jurnal Kebudayaan Islam, 15 (1) 22-41.

Bachtiar, A. 2004. “Menikahlah, Maka Engkau Akan Bahagia”. Yogyakarta: Saujana.

Buhori. 2017. Islam dan Tradisi Lokal di Nusantara (Telaah Kritis terhadap Tradisi Pelet Betteng pada Masyarakat Madura dalam Perspektif Hukum Islam). Al-Maslahah, 13 (2) 229-246.

Bungin, Burhan. 2003. Analisis Data Penelitian Kualitatif. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Danandjaja, James. 1984. Folklore Indonesia. Jakarta Utara: PT Pustaka Grafitipers.

Diana, Elina Dan Dhanu Erio Putra. 2020. Folklor Lisan Dendang pada Malam Bimbang Gedang Tepuk Tari Adat Perkawinan Kota Bengkulu. “Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra”, 20 (1), 84-94.

Effendi, et al. 1998. “Perubahan Nilai Upacara Tradisional pada Masyarakat Pendukungnya (Upacara Adat Perkawinan Suku Bangsa Lembak di Kotamadya Bengkulu)”. Bengkulu: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Endraswara, Suardi. 2013. Folklor Nusantara: Hakikat, Bentuk, dan Fungsi. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Fatimah. 2020. Semiotika dalam Kajian Iklan Layanan Masyarakat (ILM). Gowa-Sulsel: Gunadarma Ilmu.

Hardani, Andriani, Ustiawaty, Utami, Istiqomah, Fardani, Sukama, Aulia. 2020. Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif. Yogyakarta: CV. Pustaka Ilmu Group.

Harisah, Afifah dan Zulfitria Masiming.2008. Ersepsi Manusia Terhadap Tanda,Simbol Dan Spasial. Jurnal SMARTek, Volume 6 (1), 29 - 43

Hendro, Eko Punto. 2020. Simbol: Arti, Fungsi, dan Implikasi Metodologisnya. Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi, 3 (2), 158-165

Mahardani, Ardhana Januar Dan Hadi Cahyono. 2017. Harmoni Masyarakat Tradisi dalam Kerangka Multikulturalisme. “Astek”, 1 (1), 27-34.

Mawaddah. 2021. Unsur Budaya dalam Novel Karya A. Hasjmy (Kajian Postkolonialisme). “Jurnal Master Bahasa”, 9 (2), 537-545.

Moleong, Lexy J. 2014. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Mudjiayanto, Bambang dan Emilsyah Nur. 2013. Semiotika dalam Metode Peneltian Komunikasi. “Jurnal Penelitian Komunikasi, Informasi, dan Media Massa-Pekommas”, 16 (1), 73-81.

Nur, Askar. 2020. Mistisisme Tradisi Mappadendang di Desa Allamungeng Patue, Kabupaten Bone (Mysticism of Mappadendang Tradition In Allamungeng Patue Village, Bone Regency). “Jurnal Khitah”, 1 (1), 1-16.

Patriansyah, Mukhsin. 2014. Analisis Semiotika Charles Sandres Peirce Karya Patung Rajudin Berjudul Manyeso Diri. “Jurnal Ekspresi Seni”,16 (2), 239-252.

Puspitasari, Dwi Ratih. 2021. Nilai Sosial Budaya dalam Film Tilik (Kajian Semiotika Charles Sanders Peirce). “Jurnal Semiotika”, 15 (1) 10-18.

Rodin, Rhoni. 2013. Tradisi Tahlilan dan Yasinan. “Kebudayaan Islam”, 11 (1), 76-87.

Rofiq, Ainur. 2019. Tradisi Slametan Jawa dalam Perspektif Pendidikan Islam. “Attaqwa: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam”, 15 (2), 93-107.

Rosana, Ellya. 2017. Dinamisasi Kebudayaan dalam Realitas Sosial. “Al-Adyan”, XII (1) 16-30.

Salim dan Syahrum. 2007. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Cita Pustaka Media.

Sasmita, Ulin. 2017. Representase Maskulinitas dalam Film Disney Moana (Analisis Semiotika Charles Sanders Pierce). “Jurnal Online Kinesik”, 4 (2), 127-144.

Sibarana, Robert. 2015. Pendekatan Antropolinguistik terhadap Kajian Tradisi Lisan. “Retorika: Jurnal Ilmu Bahasa”, 1, 1-17.

Sovia, Wulandari dan Erik D. Sirigar. 2020. Kajian Semiotika Charles Sanders Pierce: Relasi Trakotomi (Ikon, Indeks, dan Simbol) dalam Cerpen Anak Mercusuar Karya Mashdar Zainal. “Fition: Jurnal Ilmu Humaniora”, 04 (1), 29-41.

Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D). Bandung: Alfabeta.

Thalib, Sayuti.1981. Hukum Kekeluargaan Indonesia. Jakarta: UI Press

Toni, Ahmad dan Rafki Fachrizal. 2017. Studi Semiotika Pierce pada Film Documenter “The Look of Silence: Senyap”. “Jurnal Komunikasi”, 11 (2), 137-154.

Downloads

Published

2023-06-30

Issue

Section

Articles