PELATIHAN PEMBUATAN BIOPORI UNTUK MENGATASI BANJIR CILEUNCANG DI DESA DEMUK, KECAMATAN PUCANGLABAN, KABUPATEN TULUNGAGUNG
DOI:
https://doi.org/10.23887/jwl.v11i1.38461Abstrak
Desa Demuk, Pucanglaban, Tulungagung merupakan wilayah dataran tinggi berupa pegunungan kapur dengan sungai yang terputus-putus dan pola air rectangular. Namun, saluran air di Desa Demuk tidak layak dan mencukupi sehingga apabila hujan turun maka air akan meluap dan menyebabkan Banjir Cileuncang. Hal ini yang menjadi dasar penulis untuk membuat lubang resapan biopori dalam rangka menanggulangi Banjir Cileuncang atau genangan air di Desa Demuk. Metode yang digunakan diantaranya, analisis situasi atau persiapan, sosialisasi, pelaksanaan, dan evaluasi. Biopori ditanam sebanyak 24 buah di 3 titik yang sering terendam banjir, sehingga penanaman biopori ini efektif dalam menanggulangi genangan air meluap yang terjadi selama musim hujan. Hasil dari penanaman Biopori ini adalah terciptanya saluran air kecil di bawah tanah untuk mempermudah penyerapan air sehingga mengurangi genangan air atau Banjir Cileuncang.
Referensi
Brata KR, Purwakusuma W, Hidayat Y, Dwiwahyuni E, Baskoro DPT. (2008). Keunggulan dan manfaat Biopori. Tersedia pada: http://www.biopori.com.
Brata, R. & A. Nelistya. 2008. Lubang Resapan Biopori. Jakarta. Penebar Swadaya
Elsie. Harahap, Israwati. Herlina, Nofripa. Badrun, Yeeri. dan Gesriantuti, Novia. 2017. Pembuatan Lubang Resapan Biopori sebagai Alternatif Penanggulangan Banjir di Kelurahan Maharatu Kecamatan Marpoyan Damai Pekanbaru. Jurnal Untuk Mu negeri: Vol 1 (2).
Firman (2013) ‘Pengelolaan Sumber Daya Air Di Daerah Aliran Sungai’, Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), pp. 1689–1699.
Hasmar Halim, H. . (2011) ‘BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Drainase’, pp. 4–35. Available at: http://eprints.polsri.ac.id/1241/3/BAB II.pdf.
Hilwatullisan (2011) ‘Lubang Resapan Biopori (Lrb) Pengertian Dan Cara Membuatnya Di Lingkungan Kita’, Media Teknik, Vol. 8(No. 2), p. Hal. 1-11.
Juliandari, M., Nirmala, A., & Yuniarti, E. (2013). Efektivitas Lubang Resapan Biopori Terhadap Laju Resapan ( Infiltrasi ). Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah, 1(1), 1–10. Retrieved from jurnal.untan.ac.id/index.php/jmtluntan/ article/view/3441
Kristanto, W. A. D. and Helmi, H. (2019) ‘Daya Tampung Tanah Terhadap Infiltrasi Air Permukaan Pada Kasus Genangan Area Persawahan Desa Katekan, Gantiwarno, Klaten.’, Kurvatek, 4(1), pp. 79–87. doi: 10.33579/krvtk.v4i1.1117.
Permatasari, L. 2015. Bioinfiltration Hole: “One Day For Biopore” as an Alternative Prevent Flood. International Journal of Advances in Science Engineering and Technology: Vol 3 (2).
Safitri, Ratna. Purisari, Rahma. dan Mashudi, Muhammad. 2019. Pembuatan Biopori dan Sumur Resapan untuk Mengatasi Kekurangan Air Tanah di Perumahan Villa Mutiara, Tangerang Selatan. Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat: Vol 5 (1)
Widyastuti, Anak Agung Sagung Alit. Adnan, Abdul Haqqi, dan Atrabina, Nurul Arijah. 2019. Pengolahan Sampah Melalui Komposter Dan Biopori Di Desa Sedapurklagen Benjeng Gresik. Jurnal Abadimas Adi Buana: Vol 3 (1).
Wiratini, Ni Made. Maryam, Siti. Retug, Nyoman. & Laisa, Ketut. (2015). Pelatihan Membuat Kompos dari Limbah Pertanian di Subak Anakan Desa Mas Kecamatan Ubud. Jurnal Widya Laksana: Vol. 4(2).
Yusmartini, E.S., Mardwita, Fahmi, Innike Abdillah. (2021). Sosialisasi Pengolahan Lindi menjadi Pupuk Cair di TPS-3R Kelurahan Talang Kelapa Kecamatan Alang-Alang Lebar Palembang Sumatera Selatan. Jurnal Widya Laksana: Vol. 10(1)
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Authors who publish with the Widya Laksana agree to the following terms:- Authors retain copyright and grant the journal the right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work. (See The Effect of Open Access)