BEBAN GANDA PEKERJA PEREMPUAN PADA PABRIK PANCA MITRA MULTIPERDANA SITUBONDO (STUDI TENTANG LATAR BELAKANG PEMILIHAN PEKERJAAN, MANAJEMEN KELUARGA DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI MEDIA BELAJAR SOSIOLOGI DI SMA)

Authors

  • Qisti Sofi Mabruza Program Studi Pendidikan Sosiologi, Universitas Pendidikan Ganesha
  • Qisti Sofi Mabruza Program Studi Pendidikan Sosiologi, Universitas Pendidikan Ganesha
  • Luh Putu Sendratari Program Studi Pendidikan Sosiologi, Universitas Pendidikan Ganesha
  • Ni Nengah Suartini Program Studi Pendidikan Sosiologi, Universitas Pendidikan Ganesha

DOI:

https://doi.org/10.23887/jpsu.v2i3.28956

Abstract

Ideologi gender yaitu konstruksi sosial yang ada di masyarakat dalam membedakan jenis kelamin serta hak-hak dan kewajibannya (Murniati, 2004). Ideoogi gender ini menciptakan kultur antara laki-laki dan perempuan, yang menempatkan perempuan di sektor domestik sedangkan laki-laki di sektor publik. Di zaman modern saat ini ideologi gender tentang pembagian pekerjaan antara laki-laki dan perempuan sudah dianggap kuno. Hal tersebut terjadi di masyarakat Situbondo. Bukan hanya laki-laki saja yang mencari nafkah untuk keluarganya namun ibu rumah tangga juga ikut mencari nafkah untuk keluarganya. Tujuan utama penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan faktor yang melatarbelakangi perempuan di Desa Kedunglo bekerja di PT. Panca Mitra Multi Perdana Situbondo, (2) Mendeskripsikan strategi pekerja perempuan dalam menjalankan peran domestik, (3) Mengidentifikasi aspek yang dapat dijadikan materi untuk dibuatkan media pembelajaran sosiologi. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan tahap-tahap pengumpulan data yakni (1) Snowball Sampling, (2) observasi, (3) metode wawancara, (4) studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) faktor yang melatarbelakangi perempuan bekerja di Desa Kedunglo yaitu, faktor ekonomi, aktualisasi diri dan status sosial, (2) strategi dalam menjalankan peran domestik yaitu, menjaga komunikasi dengan keluarga terutama dengan suami, quality time dengan keluarga, bekerjasama antara anggota keluarga, mengerjakan pekerjaan rumah sebelum berangkat bekerja, (3) aspek-aspek yang dijadikan sebagai media pembelajaran yaitu aktivitas pekerja perempuan di sektor domestik dan sektor publik. Kata kunci : pemilihan pekerjaan, beban ganda, manajemen keluarga, media pembelajaran.

References

Sumber Buku : Murniati, Nunuk P. 2004. Getar Gender : Perempuan Indonesia dalam Perspektif Sosial, Politik, Ekonomi, Hukum, dan HAM. Magelang : Indonesiatera. Moleong, Lexy. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : Remaja Karya.

Poerwandari. 1998. Pendekatan Kualitatif dalam Penelitian Psikologi. Jakarta : Lembaga Pengembngan Sarana Pengukuran dan Pendidikan Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.Bhasin, Kamla. 1996. Menggugat Patriarki : Pengantar Tentang Persoalan Dominasi Terhadap Kaum Perempuan. Yogyakarta : Bentang dan Kalyanamitra. Sugiono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif dan R&D). Bandug : Alfabeta.

Narwoko, J Dwi dan Bagong Suyanto. 2004. Sosiologi : Teks Pengantar dan Terapan. Jakarta : Kencana. Manning, Chris, dkk. 1996. Urbanisasi, Pengangguran, dan Sektor Informal di Kota. Jakarta : Yayasan Obor Indonesia. Romany, S. R. 1995. Pola Kegiatan Wanita di Sektor Informal (Khususnya pedagang Sayur di Pasar : dalam Kajian Wanita dalam Pembanguan, penyunting : T.O. Ihromi. Jakarta : Yayasan Obor Indonesia.Arsyad, Azhar. 2007. Media Pembelajaran. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada. Sumber Jurnal :

Akbar, Dinnul Alfian. 2017. “Konflik Peran Ganda Karyawan Wanita dan Stres Kerja”. An Nisa’a : Jurnal Kajian Gender dan Anak, Volume 12, Nomor 01 (hlm. 37).

Tafonao, Talizaro. 2018. “Peranan Media Pembelajaran dalam Meningkatkan Minat Belajar Mahasiswa”. Komunikasi Pendidikan, Volume 2, Nomor 2 (hlm. 112).

Lestari, Yeni Sri. 2017. “Gender dan Pembangunan Perempuan di Aceh Pasca Konflik dan Tsunami : Pembahasan Teoritis”. Community,Volume 3, Nomor 1 (hlm. 67-70).

Devita S, Teti dan Widyastuti, Ami. 2015. “Hubungan Antara Kecerdasan Emosi dengan Kemampuan Manajemen Konflik Pada Istri”. Psikologi, Volume 11, Nomor 1 (hlm. 51).

Rasuli, Izzatur, dkk. 2017. “Peran Lembaga Kampung dalam Manajemen Konflik Keluarga di Kabupaten Aceh Tengah”. Media Syari’ah, Volume 19, Nomor 2 (hlm. 269).Sumber Resmi

Departemen Pendidikan Nasional. 2003. Standar Kompetensi Guru (SKG). Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional.

Downloads

Published

2020-09-29