STUDI KEMITRAAN DESA ADAT DENGAN PELAKU USAHA WISATA UNTUK PENGEMBANGAN EKOWISATA LOVINA DI KABUPATEN BULELENG

Main Article Content

Made Arie Wahyuni

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Kawasan Lovina Kabupaten Buleleng dengan tujuan: (1) Mengidentifikasi potensi wisata yang dimitrakan untuk pengembangan ekowisata Lovina, (2) Mendeskripsikan bentuk kemitraan yang dilakukan desa adat dalam pengembangan ekowisata Lovina (3) Menganalisis kontribusi dari bentuk kemitraan dalam pengembangan ekowisata Lovina. Rancangan penelitian menggunakan rancangan deskriptif. Penentuan sampel menggunakan teknik purposive area sampling dan purposive sampling. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan pencatatan dokumen. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Potensi wisata mencakup 4 aspek yang wajib dikelola. Pengelolaan tersebut akan lebih mudah jika dimitrakan dengan pihak lain. Adapun aspek yang dimitrakan yaitu atraksi wisata berupa atraksi lumba-lumba dan kegiatan budaya, akomodasi wisata berupa hotel dan restauran, akses berupa jalan dan kelembagaan; (2) Terdapat empat bentuk kemitraan yaitu Kontrak Kelola dengan aspek yang dikontrakkan adalah jabatan dalam suatu organisasi/ manajemen saja, Kontrak Sewa terjadi karena lahan yang ditempati oleh pelaku usaha wisata milik pemerintah daerah, maka pelaku usaha wisata menyewa lahan dan minta izin usaha kepada pihak manajemen operasional DTW Lovina, Hak Guna Bangunan (HGB) terjadi karena lahan yang ditempati oleh pelaku usaha wisata adalah milik desa adat, bangunan kios/ toko dibangun oleh pemerintah, dan pelaku usaha wisata membeli/ menyewa kios/ toko saja, Kontrak Konsesi terjadi karena pelaku usaha wisata memiliki lahan sendiri, maka dapat membuka usaha sesuai dengan kemampuannya; (3) Bentuk kemitraan berkontribusi positif dalam pengembangan ekowisata Lovina. Terdapat tiga bentuk kemitraan yang berkontribusi tinggi terhadap pengembangan ekowisata yaitu bentuk kemitraan kelola, HGB, dan konsesi. Bentuk kemitraan kontrak sewa kontribusinya sedang terhadap pengembangan ekowisata. Faktor lokasi dan kepemilikan lahan sangat mempengaruhi interaksi dengan seluruh aspek kepariwisataan. Khusunya tentang penerimaan pendapatan yang rendah dibandingkan dengan pelaku usaha yang berlokasi di dekat situs obyek wisata. 

Article Details

Section
Articles