ANALISIS KEMAMPUAN LAHAN UNTUK ARAHAN PENGGUNAAN LAHAN PADA LERENG TIMUR LAUT GUNUNG AGUNG KABUPATEN KARANGASEM-BALI

Main Article Content

I Gede Budiarta

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di lereng sebelah timur laut Gunung Agung, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali. Daerah penelitian merupakan lahan kering dengan pola penggunaan lahan yang belum menunjukkan kesesuaian dengan potensi lahan yang ada. Di sisi lain, kemajuan teknologi dalam bidang pertanian telah berkembang pesat, salah satunya dengan melakukan analisis kemampuan lahan untuk mengetahui potensi sumberdaya lahan dan meminimalisir resiko kegagalan petani. Hasil analisis kemampuan lahan diharapkan dapat menjadi pedoman penggunaan lahan secara lebih optimal sesuai dengan harapan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi lahan dan merekomendasikan arahan penggunaan lahan berdasarkan kondisi kemampuan lahan eksisting pada daerah penelitian. Rancangan yang digunakan adalah rancangan deskriptif, dengan tujuan utama untuk memberikan gambaran atau deskripsi tentang kemampuan dan kesesuaian penggunaan lahan daerah penelitian. Pedoman analisis kemampuan lahan dalam penelitian ini mengacu kepada Arsyad (2006) dan Peraturan Mentari Negara Lingkungan Hidup Nomor 17 Tahun 2009 Tentang Pedoman Penentuan Daya Dukung Lingkungan Hidup Dalam Penataan Ruang Wilayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) kelas kemampuan lahan pada daerah penelitian berkisar antara kelas III hingga kelas VI. Kemampuan lahan kelas III tersebar pada unit lahan 1, unit lahan 2, unit lahan 3, dan unit lahan 8. Kemampuan lahan kelas IV terdapat pada unit lahan 4, unit lahan 7, unit lahan 9, unit lahan 10, dan unit lahan 12, dan kemampuan lahan kelas VI terdapat pada unit lahan 5, unit lahan 6, dan unit lahan 11;  2) Nilai kesesuaian penggunaan lahan yang diperoleh adalah 92,85 %. Hal ini menunjukkan bahwa hampir seluruh wilayah penelitian (92,85 %) sudah sesuai antara kemampuan lahan dan penggunaannya. Selebihnya (7,15 %) tergolong tidak sesuai. Kesesuaian penggunaan lahandaerah penelitian masuk ke dalam kriteria tinggi; 3) Arahan penggunaan lahan disesuaikan dengan kondisi eksisting unit lahan. Pada lahan kelas III-IV yang belum sesuai penggunaannya atau belum dimanfaatkan secara optimal, pilihan penggunaan lahan yang dapat dilakukan yaitu: 1) tanaman semusim ; 2) tanaman perkebunan 3);  Sementara pada lahan kelas VI yang belum sesuai penggunaannya atau belum dimanfaatkan secara optimal, pilihan penggunaan lahan yang dapat dilakukan yaitu hutan produksi dan penggunaan lahan nonpertanian.

Article Details

Section
Articles