PENGEMBANGAN KURIKULUM GEOGRAFI BERKEARIFAN LOKAL KEBUTUHAN BALI SEBAGAI EKOLOGI PULAU KECIL

Ida Bagus Made Astawa

Abstract


Pemberlakuan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) memberi kewenangan pada satuan pendidikan dan guru sebagai pengembang kurikulum, dengan berpedoman pada Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL), sehingga lokalitas daerah dapat terakomodasi dalam pengembangannya. Perkembangan pariwisata dan kemajuan perekonomian Bali, telah menjadikan sifat kosmosentris masyarakat dengan kearifan lokalnya yang selama ini telah menjaga ekologi Bali semakin ditinggalkan, sehingga memunculkan permasa-lahan sosial dan kerusakan lingkungan. Sebagai ekologi pulau kecil, Bali sangat membutuhkan masyarakat kosmosentris yang memiliki kesadaran akan arti dan makna hidup di pulau kecil, kesadaran akan arti dan makna identitas sebagai manusia Bali, dan kesadaran sebagai kapital humanitas yang mendorong berbagai bentuk revitalisasi kearifan lokal di tengah-tengah arus globalisasi. Salah satu usaha dalam menumbuhkan kesadaran tersebut adalah melalui pendidikan yang terimplementasikan dari kurikulum yang dikembangkan. Memperhatikan tujuan pembelajaran Geografi yang menjadi tuntutan KTSP, maka pengembangan kurikulumnya dipandang sangat relevan untuk mengakomodasi kearifan lokal Bali dalam menumbuhkan kesadaran-kesadaran yang dimaksud, sehingga siswa dapat bersikap dan berperilaku secara kosmosentris.

Kata kunci: kearifan lokal, kosmosentris, kurikulum geografi




DOI: http://dx.doi.org/10.23887/mkg.v14i1.1741

Article Metrics

Abstract view : 484 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c)

Jurnal ini diterbitkan oleh :



Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial

Universitas Pendidikan Ganesha


Creative Commons License

Media Komunikasi Geografi is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.