Analisis Genesa Hidrogeokimia Airtanah Menggunakan Diagram Piper Segiempat Di Wilayah Pesisir

Mice Putri Afriyani, Langgeng Wahyu Santosa, TJahyo Nugroho Adji

Abstract


Penelitian dilakukan di wilayah Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis genesa hidrogeokimia airtanah di wilayah kepesisiran dan menganalis  proses-proses  hidrogeokimia yang terjadi pada airtanah bebas  pada setiap bentuklahan di wilayah kepesisiran. Pengambilan sampel dilakukan dengan mempertimbangkan variasi nilai Daya Hantar Listrik, aliran airtanah dan satuan bentuklahan. Data yang digunakan berupa kandungan ion mayor di dalam airtanah yang diperoleh berdasarkan analisis laboratorium. Analisis tipe hidrogeokimia airtanah  dilakukan dengan menggunakan  diagram piper segiempat. Berdasarkan hasil analisis diagram piper segiempat menunjukkan sebagian besar tipe hidrogeokimia pada daerah penelitian merupakan tipe airtanah semi-bikarbonat (III) yang tersebar merata pada bentuklahan fluviomarin, sementara pada bentuklahan karst, beting gisik muda dan beting gisik tua tipe airtanah semi bikarbonat (II) (tersebar mengelompok. Airtanah bikarbonat (I) terdapat pada bentuklahan karst. Airtanah evaporit (III) tersebar mengelompok pada bentuklahan beting gisik muda dan tanggul alam Selanjutnya, airtanah sulfat (IV) dapat ditemui pada bentuklahan beting gisik tua dan beting gisik muda.


Keywords


Airtanah; Bentuklahan; Hidrogeokimia

Full Text:

PDF

References


Agniy, R. F., & Cahyadi, A. (2015). Analisis Evolusi Hidrogeokimia Airtanah di Sebagian Mataair Karst Kabupaten Rembang Bagian Selatan. Prosiding Seminar Nasional Innovation in Environmental Management.

Aris, A. Z., Praveena, S. M., & Isa, N. M. (2013). Groundwater in The Coastal Zones of AsiaPacific. Springer.

Arsyad, S. (2000). Konservasi Tanah dan Air. Serial Pustaka IPB Press.

Bagoes, M. I. (2003). Demografi Umum. Pustaka Belajar.

Bryan, E. (2005). Natural Hazards (Second Edi). Cambridge University Press.

Cahyadi, A., Agniy, R. F., & Suhana, S. N. (2015). Karakterisasi Hidrogeokimia Airtanah untuk Analisis Genesis Airtanah di Pulau Koral Sangat Kecil. Prosiding Seminar Nasional Ke-1 Dalam Pengelolaan Pesisir Dan Daerah Aliran Sungai.

Cahyadi, A., & Hidayat, W. (2017). Analisis Karakteristik Hidrogeokima Air Tanah di PulauKoral Panggang, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Jurnal Geografi, 9(2), 99–108.

Clarck, I. (2015). Groundwater Geochemistry and Isotop. CRC Press.

Custodio, E. (2005). Groundwater and Human Development. A.A. Balkema Publisher.

Effendi, H. (2003). Telaah Kualitas Air: Bagi Pengelolaan Sumber Daya Lingkungan Perairan. Kanisius.

Gilli, E., Mangan, C., & Mudray, J. (2012). Hidrogeology: Objective, Method, Aplication, diterjemahkan dari Bahasa perancis oleh Chole Fandel. CRC Press.

Gunawan, T., Santoso, L. W., Muta’ali, L., & S.H.M.B., S. (2007). Pedoman Survey Cepat Terintegrasi Wilayah Kepesisiran. Fakultas Geografi UGM.

Hiscock, K. M., & Bense, V. F. (2014). Hydrogeology: Principles and Practice (Second Edi). John Wiley and Sons Ltd.

Karamouz, M., Ahmadi, A., & Akhbari, M. (2011). Groundwater Hydrology: Engineering, Planning and Management. CRC Press.

Kloosterman, F. (1983). Reconnaisance Study of Groundwater Resources in The Kabupaten Cirebon. Provincial Health Services Directorate CDC.

Maria, R., Mulyadi, D., Lestiana, H., & Sugianti, K. (2014). Pengaruh Kondisi Lingkungan Terhadap Kualitas Air Tanah Bebas di Pangalengan Kabupaten Bandung. Prosiding Pemamparan Hasil Penenlitian Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI, 577–589.

Purnama, I. S. (2005). Distribusi AirTanah Asin Di Dataran Pantai Kota Semarang dan Kesedian Membayar Penduduk dalam Perbaikan Kondisi Sumber Air. Majalah Geografi Indonesia, 19(01), 41–61.

Ramkumar, T., Venkatramanan, S., Anita, M. I., & Tamilselvi, M. G. R. (2010). Hydrogeochemical Quality of Groundwater in Vedaraniyam Town, Tamil Nadu, India. Research Journal of Enviromental and Earth Sciences, 2(1), 44–48.

Santosa, L. W. (2010). Kajian Genesis Bentuklahan dan Pengaruhnya Terhadap Hidrostratigrafi Akuifer dan Hidrogeokimia Sebagai Geoindikator Evolusi Airtanah Bebas pada Bentanglahan Kuarter Kabupaten Kulon Progo Bagian Selatan, Daerah Istimewa Yogyakarta. Universitas Gadjah Mada.

Sen, Z. (2015). Practical and Applied Hydrogeology. Elsevier.

Siebert, S., Burke, J., Faures, J. M., Frenken, K., Hoogeven, J., Dort, P., & Portman, F. T. (2010). Groundwater Use for Irrigation- A Global Inventory. Hydrology and Earth System Sciences, 14, 1864–1880.

Sracek, O., & Zeman, J. (2004). Introduction to Environmental Hydrogeochemistry. Faculty of Science, Masaryk University.

Sudarmadji. (1990). Perambatan Pencemaran dalam Airtanah pada Akifer Tak Tertekan di Daerah Lereng Gunungapi Merapi.

Sunarto. (2004). Perubahan Fenomena Geomorfik Daerah Kepesisiran di Sekeliling Gunungapi Muria Jawa Tengah: Kajian Paleogeomorfologi. Universitas Gadjah Mada.

Treidel, H., Martin-Bordes, J. ., & Gurdak, J. . (2011). Climate Change Effects on Groundwater Resources: A Global Syntesis of Findings and Recommendations. CRC Press.

WWAP (World Water Assessment Programme). (2009). The United Nations Worid Water Development Report 3: Water in a Changing World. UNESCO Publishing.




DOI: http://dx.doi.org/10.23887/mkg.v20i2.21331

Article Metrics

Abstract view : 261 times
PDF file view : 382 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Media Komunikasi Geografi

Jurnal ini diterbitkan oleh :



Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial

Universitas Pendidikan Ganesha


Creative Commons License

Media Komunikasi Geografi is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.