Penilaian Tingkat Aktivitas Longsor Di Sub-DAS Bompon

Ramlah Ramlah, Danang Sri Hadmoko, M. Anggri Setiawan

Abstract


Bencana yang menyebabkan tingginya angka kerusakan fasilitas dan korban jiwa adalah longsorlahan. Dampak longsorlahan mendorong parah peneliti melakukan penelitian longsorlahan guna mereduksi dampak bencana longsorlahan. Salah satu langkah pengurangan dampak longsorlahan yaitu dengan memahami aktivitas longsorlahan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menilai aktivitas proses longsor di Sub-DAS Bompon, (2) Menentukan tingkat aktivitas longsor di Sub-DAS Bompon. Motode penelitian aktivitas longsor yaitu (1) Observasi lapangan langsung dan Pemotretan UAV (2) Data lapangan divisualisasi menjadi peta 2D dan 3D, (3) Peta 2D dan 3D dianalisis untuk menentukan tingkat aktivitas longsor. Daerah Aliran Sungai (DAS) Bompon menarik untuk dijadikan wilayan kajian aktivitas longsor karena lokasi ini secara umum merupakan bentuklahan perbukitan dan banyak dijumpai bekas longsor yang tersebar di sepanjang DAS. Hasil penelitian pada 2 bekas longsor objek penelitian menujukan bahwa Longsor Kwaderan (K2) merupakan a relict landslide dengan sudut lereng dominan teratur yaitu 17o dan terjadi perubahan morfologi akibat pembuatan terasering untuk pertanian. Sementara Longsor Salakan (Sa) merupakan a re-active landslide dengan longsor baru sebagai indikator. Longsor baru pada Sa terdapat pada badan longsor utama dengan sudut lereng 12o. Longsor baru dipicu oleh gully pada badan longsor ketika kedalaman gully mencapai >6,11 m dan lebar >6,55 m.


Keywords


Aktivitas longsor; UAV; Visualisai Peta

Full Text:

PDF

References


Arif, N., Projo D., H. (2017). Raster, Pemodelan Spasial Erosi Kualitatif Berbasis (Studi Kasus di DAS Serang, Kabupaten Kulonprogo). Jurnal Ilmu Lingkungan, 15(2), 127–134.

Cooper, R. G. (2007). Mass movements in Great Britain, Chapter 1 Introduction. Geological Conservation Review Series, 33.

Ekawaty, R., Yonariza, Eri G.E., A. A. (2018). Telaah Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan dalam Pengelolaan Kawasan Daerah Aliran Sungai di Indonesia. Journal of Applied Agricultural Science and Technology, 2(2), 30–40.

Jacobs, L., Dewitte, O., Poesen, J., Means, J., Mertens, K., Sekajugo, J., Kervyn, M. (2016). Landslide characteristics and spatial distribution in the Rwenzori Mountains, Uganda. Journal of African Earth Sciences, 134, 917–930.

Kasprzak, M., Jancewicz, M., Michniewicz, A. (2017). UAV and SfM in detailed geomorphological mapping of granite tors: an example of Staroscinskie Skaly (Sudetes, SW Poland). Pure and Applied Geophysics, 175, 3193–3207.

Kukemilks, K., Wanger, J. F., Saks, T., Brunner, P. (2018). Physically based hydrogeological and slope stability modeling of the Turaida castle mound. Landslide.

Latuamury, B., Totok G., S. S. (2012). Pengaruh Kerapatan Vegetasi Penutup Lahan Terhadap Karakteristik Resesi Hidrograf Pada Beberapa Sub-DAS di Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi DIY. Majalah Geografi Indonesia, 26(2), 98–118.

Lihawa, F., Indriati M. P., N. (2014). Sebaran Aspek Keruangan Tipe Longsoran di Daerah Aliran Sungai Alo Provinsi Gorontalo. Jurnal Manusia Dan Lingkungan, 21(3), 277–285.

Masitoh, F., Alfi N.R., I. D. P. (2019). Kajian hidrogeomorfologi pada DAS orde 0 (nol) di Dusun Brau Batu. Jurnal Pendidikan Geografi, 24(2), 73–84.

Masruroh, H., Junun S., A. S. (2016). Membangun Metode Identifikasi Longsor Berbasis Foto Udara Format Kecil di DAS Bompon, Magelang, JAwa Tengah. Majalah Geografi Indonesia, 30(2), 169–181.

Miller, A. J. (2011). Identifying landslide activity as a function of economic development: a case study of increased landslide frequency surrounding Dominical, Coat Rica. Environ Dev Sustain, 13, 901–921.

Nugraha, H., Wacano. D., Dipayana. A. G., Cahyadi. A., Mutaqin, B. W., L. A. (2015). Geomorphometric characteristics of landslides in the Tinalah Watershed, Menoreh Mountains, Yogyakarta, Indonesia. Procedia Environmental Sciences, 28, 578–586.

Ogita, S., Sagara, W., Higaki, D. (2017). Shapes and mechanism of large-scale landslides in Japang: forescasting analysis from an inventory (WCoE 2014-2017). ISDR-ICL Sendai Partnerships 2015-2025, 1, 315–324.

Ouedraogo, M. M., Degre, A., Debouche, J. (2014). The evaluation of unmanned aerial system-based photogrammetry and terrestrial laser scanning to generate DEMs of agricultural watersheds. Geomorphology, 214, 339–355.

Rozycka, M., Migon, P., Michniewics, A. (2017). Topographic wetness index and terrain ruggedness index in geomorphic characterissation of landslide terrains, on examples from the Sudetes, SW Poland. Zeitschrift Fur Geomorphologie, 61, 61–80.

Tondingan, P. M. (2016). Pemanfaatan foto udara format kecil untuk analisis rawan longsor pada lahan vegetasi kelapa (Cocos nucifera L) dan sengon (Albizia falcataria L) di Sub-DAS Bompon, Magelang, Jawa Tengah. Universitas Gadjah Mada.




DOI: http://dx.doi.org/10.23887/mkg.v20i2.21360

Article Metrics

Abstract view : 226 times
PDF file view : 214 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Media Komunikasi Geografi

Jurnal ini diterbitkan oleh :



Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial

Universitas Pendidikan Ganesha


Creative Commons License

Media Komunikasi Geografi is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.