Potensi Batu Kapur Bukit Pecatu Sebagai Instrumen Pemanen Dan Penampung Air Hujan

I Gede Putu Eka Suryana, Ni Wayan Eka Wijayanti

Abstract


Bukit Pecatu memiliki karakteristik wilayah berupa bukit karst (batu gamping/kapur). Karst memiliki potensi yang sangat besar, maka dari itu batu kapur ditambang dan menimbulkan ceruk-ceruk yang dalam. Selain itu permasalahan ketersediaan air menjadi hal utama karena karakteristik batuan karst yang mudah meresap, melarutkan serta meloloskan air. Beberapa masyarakat memilih memanfaatkan air hujan dengan membangun sumur serta lapa  ngan pemanen air hujan. Kondisi adanya ceruk bekas penambangan yang dinilai tidak mengindahkan nilai konservatif serta sulitnya air merupakan dua permasalahan yang berbeda namun, disini penulis mencoba memberikan solusi dengan menggabungkan permasalahan tersebut menjadi sebuah tujuan dengan membuat eksperimen yang mampu membuat batu kapur dari Bukit Pecatu memiliki kemampuan menahan air dalam jangka waktu yang lama  dalam bentuk model miniatur. Model miniature ini untuk menguji kelolosan air yang diasumsikan genangan air hujan. Hasil dari pengujian tersebut adalah tanah liat memiliki kemampuan menahan laju penurunan penyusutan air hujan dibandingkan arang sekam dan tanpa perlakuan. Kesimpulannya pengujian kapur tanpa perlakuan tidak mampu menahan air. Tanah liat mampu menghambat laju resapan air pada batu kapur.


Keywords


Batu kapur; Air hujan; Pemanenan air hujan; Penampungan air hujan

Full Text:

PDF

References


Agniy, R. F., & Cahyadi, A. (2015). Analisis Evolusi Hidrogeokimia Airtanah di Sebagian Mataair Karst Kabupaten Rembang Bagian Selatan. Prosiding Seminar Nasional Innovation in Environmental Management.

Asdak, C. (2007). Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. UGM Press.

Cahyadi, A., & Hidayat, W. (2017). Analisis Karakteristik Hidrogeokima Air Tanah di PulauKoral Panggang, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Jurnal Geografi, 9(2), 99–108.

Febrianto, F., Triyono, S., & Rosadi, R. (2015). Simulasi pemanenan air hujan untuk mencukupi kebutuhan air irigasi pada budidaya tanaman jagung (Zea Mays). Jurnal Teknik Pertanian Lampung, 4(1), 9–18.

Hamonangan, T. (2011). Analisis pemanenan hujan dari atap bangunan (studi kasus (gedung-gedung di kampus IPB Dramaga Bogor). Institut Pertanian Bogor.

Haryono, B. (2011). Teknik pemanenan air hujan (rain water harvesting) sebagai akternatif upaya penyelamatan sumber daya air di wilayah dki jakarta. Jurnal Sains & Teknologi Modifikasi Cuaca, 11(2), 29–39.

Haryono, E. (2001). Nilai hidrologis bukit karst. Prosiding Dalam Seminar Nasional Eko-Hidrolik.

Haryono, E. (2016). Pedoman Praktis Survei Terintegrasi Kawasan Karst. Badan Penerbit Fakultas Geografi UGM.

Haryono, E., Adji, T. N., Widyastuti, M., & Trijuni, S. (2009). Atmospheric carbon dioxide sequestration trough karst denudation process: preliminary estimation from Gunung Sewu Karst. Seminar on Achieving Resilience Agriculture to Climate Change through the Development of Climate Based Management.

Haryono, E. dkk. (2014). Speleogenesis Gua Pindul dan sekitarnya.

Heruman, Hj. (2011). Perspektif kebijakan terkait perubahan iklim dan dampaknya terhadap ekonomi. Jurnal Ekonomi Lingkungan XIII.

Laksamana, E. E. (2015). Stasiun Nol: Teknik-Teknik Pemetaan Dan Survey Hidrologi Gua. Megalith Books dan Acintyacunyata Speleogenesis Club.

Negara, W., Nyoman, I., & Putra, S. (2010). Potensi Batu Kapur Nusa Penida sebagai Agregat Perkerasan Jalan. Jurnal Teknik Sipil, 14(1).

Nurjannah. (2013). Permodelan Estimasi Potensi Tambang Batu Kapur Dari Hasil Analisa Data Citra Satelit Landsat 7 Etm+ (Studi Kasus : Tambang Batu Kapur Pt. Semen Gresik Persero Tbk. Pabrik Tuban). Jounal of Geodesy and Geomatics, 9(1).

Waluyo, L. (2005). Mikrobiologi Lingkungan. UMM Press.

Widiarso, D. A., Kusuma, I. A., & F, A. P. (2017). Penentuan Potensi Sumberdaya Batu Gamping Sebagai Bahan Baku Semen Daerah Gandu Dan Sekitarnya, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Jurnal Teknik, 38(2), 92–98.

Wijayanti, F., Solihin, D., Alikodra, H., & Maryanto, I. (2010). Pengaruh fisik gua terhadap struktur komunitas kelelawar pada beberapa Gua Karst di Gombong Kabupaten Kebumen Jawa Tengah. Jurnal Biologi Lingkungan IV, 2.




DOI: http://dx.doi.org/10.23887/mkg.v21i1.23089

Article Metrics

Abstract view : 251 times
PDF file view : 273 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Media Komunikasi Geografi

Jurnal ini diterbitkan oleh :



Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial

Universitas Pendidikan Ganesha


Creative Commons License

Media Komunikasi Geografi is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.