Analisis Pola Kebakaran Lahan di Kalimantan Timur dengan MODIS dan VIIRS

Aditya Pranata Wibowo, Frederik Samuel Papilaya

Abstract


Kebakaran adalah suatu peristiwa timbulnya reaksi oksidasi saat adanya bahan bakar, oksigen, dan energi panas yang menyebabkan pembakaran yg tidak terkendali dan menyebabkan kerugian. Pemantauan secara spasial terhadap kebakaran menjadi suatu hal yang sangat penting untuk dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daerah manakah yang paling banyak mengalami kebakaran dan juga pola dari kebakaran tersebut. Sumber data didapatkan dari website FIRMS yang merupakan data yang bersifat kuantitatif dan data primer. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis Spatial Autocorrelation, Average Nearest Neighbor, Optimized Hotspot, Directional Distribution (Standard Devitional Ellipse), dan Temporal Collect Event. Hasil yang telah didapatkan dari analisis bermetode Directional Distribution, Optimized Hotspot, dan Temporal Collect Event adalah terdapat banyak titik api yang berada di Kecamatan Kutai Kartanegara, Kutai Barat, Kutai Timur, Berau, dan Paser. Dalam analisis Spatial Autocorrelation ditemukan bahwa terdapat korelasi antara lokasi terjadinya titik api dan ukuran sejati dari titik api. Analisis Average Nearest Neighbor menunjukkan bahwa titik api terkumpul pada beberapa tempat dan tidak tersebar merata.


Keywords


Kebakaran; Kalimantan Timur; MODIS; VIIRS; Titik api

Full Text:

PDF

References


Adam, S. S., Mohammad G. R., P. K. (2019). Sistem Informasi Geografis untuk Zonasi Kerentanan Kebakaran Lahan dan Hutan di Kecamatan Malifut, Halmahera Utara. Jurnal Teknologi Informasi Dan Ilmu Komputer, 6(5), 559–566.

Dahlia, S., Wira F.R., Aditya R., Haryadi, K. A. (2019). Pemetaan Kerawanan KEbakaran Menggunakan Pendekatan Integrasi Penginderaan JAuh dan Persepsi Masyarakat di Kecamatan Tambora Jakarta Barat. Jurnal Geografi, 11(1), 108–123.

Departemen Kehutanan. (2007). Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 743/KPTS-II/1996. 743(10). https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004

Esri. (2018a). How Average Nearest Neighbor Works - ArcGIS Pro.

Esri. (2018b). How Directional Distribution (Standard Devitional Ellipse) Works - ArcGIS Pro.

Esri. (2018c). How Optimized Hot Spot Analysis Works - ArcGIS Pro.

Kusumarani, D., & Purwanto, T. H. (2018). Kajian Kriminalitas di Kota Vancouver, BC, Kanada : Analisis Spasial-Temporal Tahun 2016-2018. (2).

Menteri Kehutanan Republik Indonesia. (2009). Peraturan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor : P.12/Menhut-II/2009. Menteri Kesehatan Republik Indonesia Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nomor 65(879), 2004–2006. https://doi.org/10.1093/bioinformatics/btk045

Muliansyah, & Baskoro, T. (2015). Analisis Pola Sebaran Demam Berdarah Dengue Terhadap Penggunaan Lahan Dengan Pendekatan Spasial di Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2011 sampai 2013. Jurnal Sistem Informasi Kesehatan Masyarakat, 1(1), 47–54.

NASA. (n.d.-a). MODIS Web.

NASA. (n.d.-b). Visible Infrared Imaging Radiometer Suite (VIIRS).

Pertiwi, K. D., & Lestari, I. P. (2020). Spasial Autokorelasi Sebaran Demam Berdarah Dengue Di Kecamatan Ambarawa. 2(1), 29–34.

Rezainy, A., Lailan S., I. S. S. (2020). Pemetaan Daerah Rawan Kebakaran Di Lahan Gambut Berdasarkan Pola Sekuens Titik Panas Di Kabupaten Pulang Pisau Kalimantan Tengah. Journal of Natural Resources and Environmental Management, 10(1), 66–76.

Syarifudin, A. (2015). Studi analisis penanggulangan kebakaran di RSUD dr. M. Ashari Pemalang. In Skripsi.

Taridala, S., Ananto Y., M. Isran R., A. A. (2017). Model Penilaian Risiko Kebakaran Perkotaan dengan Sistem Pakar berbasis Gis Grid-Based. Majalah Geografi Indonesia, 31(2), 97–106.

Widayani, P., & Kusuma, D. (2014). Pemodelan Spasial Kerentanan Wilayah Terhadap Penyakit Leptospirosis Berbasis Ekologi. 11(1), 71–83. https://doi.org/10.15294/jg.v11i1.8041

Widodo, A.M., Dulbahri, H. (2017). Penggunaan Data Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis untuk Pembuatan Prototipe Perangkat Lunak Simulasi Penyebaran Kebakaran Hutan. Majalah Geografi Indonesia, 31(1), 12–21.

Yuriantari, N. P., Hayati, M. N., & Wahyuningsih, S. (2017). Analisis Autokorelasi Spasialtitik Panas Di Kalimantan Timur Menggunakan Indeks Moran dan Local Indicator Of Spatial Autocorrelation (LISA) Analysis Spatial Autocorrelation Hotspot in East Kalimantan Using Index Moran and Local Indicator of Spatial Autoco. 8(1), 63–70.

Yusuf, A., Hapsoh, Siregar, S. H., & Nurrochmat, D. R. (2019). Analisis Kebakaran Hutan Dan Lahan Di Provinsi Riau. 6(2), 67–84.

Zubaidah, A., Sayidah S., Suwarsono, I. P. (2018). Pemanfaatan Citra VIIRS untuk Deteksi Asap Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia. Journal of Natural Resources and Environmental Management, 9(4), 929–945.




DOI: http://dx.doi.org/10.23887/mkg.v21i1.23253

Article Metrics

Abstract view : 422 times
PDF file view : 265 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Media Komunikasi Geografi

Jurnal ini diterbitkan oleh :



Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial

Universitas Pendidikan Ganesha


Creative Commons License

Media Komunikasi Geografi is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.