Kapabilitas Masyarakat dalam Mengelola Kampoeng Heritage Kajoetangan Kota Malang

Main Article Content

Mufida Rahmawati
Agus Purnomo
Idris Idris

Abstract

Pariwisata merupakan salah satu alternatif dalam memeratakan pembangunan wilayah. Kampoeng Heritage Kajoetangan baru dikembangkan sejak tahun 2018 telah menjadi salah satu prioritas pengembangan wisata budaya di Kota Malang. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis kapabilitas masyarakat dalam mengelolanya. Hasil penelitian ini mengisi kekosongan dalam kajian kapabilitas masyarakat dalam mengelola daerah tujuan wisata. Data penelitian dikumpulkan menggunakan teknik wawancara pada pengurus Kelompok Sadar Wisata dan warga setempat. Hasil pengumpulan data dianalisis menggunakan model interaktif dengan mengacu pada teori Inskeep tentang kapabilitas masyarakat. Hasil dari penelitian tentang kapabilitas digambarkan dalam bentuk kemampuan pengelolaan dan penyediaan fasilitas pariwisata. Namun temuan lapangan menunjukkan bahwa tingkat kapabilitas mereka masih relatif rendah karena belum seluruh masyarakat mau terlibat secara aktif. Oleh karena itu riset berikutnya disarankan untuk mengkaji terkait dampak sosial-ekonomi masyarakat dalam kegiatan pariwisata.

Article Details

Section
Articles

References

Bonewati, Salman, D., & Barkey, R. A. (2017). Peningkatan kapabilitas masyarkat dalam pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di Desa Olele Kabupaten Bone Bolango . Jurnal Analisis, 6(2), 139–144.

Brunt, P., & Courtney, P. (1999). Host perceptions of sociocultural impacts. Annals of Tourism Research, 26(3), 493–515. https://doi.org/10.1016/S0160-7383(99)00003-1

Butler, R. W. (1980). The concept of a tourist area cycle of evolution: Implications for management of resources.

Butler, R. W. (1991). Tourism, Environment, and Sustainable Development. Environmental Conservation, 18(3), 201–209. https://doi.org/10.1017/S0376892900022104

Creswell, J. W. (2016). Research design : pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan campuran | OPAC Integrasi | Online Public Access Catalog | Universitas Gadjah Mada (Vol. 4). Pustaka Pelajar.

Croes, R. (2014). The role of tourism in poverty reduction: An empirical assessment. Tourism Economics, 20(2), 207–226. https://doi.org/10.5367/te.2013.0275

Decrop, A. (1999). Triangulation in qualitative tourism research. Tourism Management, 20(1), 157–161. https://doi.org/10.1016/S0261-5177(98)00102-2

Dewi, W. P. (2018). Pengembangan Kawasan Wisata Berbasis Partisipasi Masyarakat Lokal di Koripan 1 Dlingo. BERDIKARI : Jurnal Inovasi Dan Penerapan Ipteks, 6(2), 131–140. https://doi.org/10.18196/bdr.6240

Edward, I., & Van, N. R. (1993). Tourism Planning: An Integrated and Sustainable Development Approach. Journal of Travel Research, 31(4), 70–71. https://doi.org/10.1177/004728759303100459

Fariborz A., & Marof, B. R. (2008). Tourism and Community Capacity Building: A Literature Review. Pakistan Journal of Social Sciences, 5(8), 806–812.

Fred Lawson, & Manuel Baud-Bovy. (1998). Tourism and Recreation Handbook of Planning and Design (Architectural Press Planning and Design Series). Architectural Press.

Githa, I. A., Amanulloh, M. R. A., Dharmawan, R., & Sari, E. P. (2020). Pengembangan Indigenous Tourism dengan Perspektif Dynamic Governance (Studi pada Kampung Heritage Kayutangan Kota Malang). Spirit Publik: Jurnal Administrasi Publik, 15(1), 12. https://doi.org/10.20961/sp.v15i1.39645

Hermawan, H. (2016). dampak pengembangan Desa Wisata Nglanggeran terhadap ekonomi masyarakat lokal. Jurnal Pariwisata, III(2), 105–117.

Hilman, Y., & Aziz, M. S. A. (2020). Partisipasi Masyarakat terhadap Pengembangan Desa Wisata “Watu Rumpuk” Desa Mendak Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun. Jurnal Kepariwisataan: Destinasi, Hospitalitas Dan Perjalanan, 3(2), 54–66. https://doi.org/10.34013/jk.v3i2.7

I Gusti Bagus Rai Utama. (2016). Pemasaran Pariwisata. Andi Offset.

I Ketut Suwena, & I Gusti Ngurah Widyatmaja. (2017). Pengetahuan Dasar Ilmu Pariwisata. Pustaka Larasan.

Ikke, F., & Teguh, K. (2019). Membingkai konsep pariwisata yang berkelanjutan melalui community-based tourism : sebuah review literatur | Febriandhika | JPSI (Journal of Public Sector Innovations). Journal of Public Sector Innovation, 3(2), 50–56.

Khakim, M. N. L., Putri, M. U. U., Suktianto, W., & Budi, N. A. (2019). Urgensi pengelolaan pariwisata Kampung Heritage Kajoetangan Malang. Jurnal Teori Dan Praksis Pembelajaran IPS, 4(1), 15–22. https://doi.org/10.17977/um022v4i12019p015

Kota Malang. (2018). PROFIL - Kelurahan Kauman Kota Malang. https://kelkauman.malangkota.go.id/profil-2/

Lee, T. H. (2011). How recreation involvement, place attachment and conservation commitment affect environmentally responsible behavior. Journal of Sustainable Tourism, 19(7), 895–915. https://doi.org/10.1080/09669582.2011.570345

Lee, T. H., & Jan, F. H. (2019). Can community-based tourism contribute to sustainable development? Evidence from residents’ perceptions of the sustainability. Tourism Management, 70, 368–380. https://doi.org/10.1016/j.tourman.2018.09.003

Lee, T. H., Jan, F. H., & Yang, C. C. (2013). Conceptualizing and measuring environmentally responsible behaviors from the perspective of community-based tourists. Tourism Management, 36, 454–468. https://doi.org/10.1016/j.tourman.2012.09.012

Lepp, A. (2007). Residents’ attitudes towards tourism in Bigodi village, Uganda. Tourism Management, 28(3), 876–885. https://doi.org/10.1016/j.tourman.2006.03.004

Lexy J. M. (2018). Metodologi penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.

Matthew B. M., Huberman, A. M., & Saldana. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (Vol. 3). Sage Publications Inc.

Neuman, W. L. (2013). Metodologi Penelitian Sosial: Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif.

Noho, Y., Magister, A., & Pariwisata, K. (2014). Kapasitas Pengelolaan Desa Wisata Religius Bongo Kabupaten Gorontalo. JURNAL NASIONAL PARIWISATA, 6(1), 8–21. https://doi.org/10.22146/jnp.6872

Purnomo, A., Wiradimadja, A., & Kurniawan, B. (2019). Diversification of tourism product in KSPN Ijen. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 243(1). https://doi.org/10.1088/1755-1315/243/1/012079

Purnomo, A., & Aristin, N. F. (2016). Community based tourism development for sustainable livelihoods in Lumajang-Malang Regency East Java Indonesia. International Conference on Social Sciences and Humanities (ICSSH), LIPI, 2016, 1825–1832. https://www.researchgate.net/publication/324106171

Ririn. (2019). 20 Kampung Tematik Siap Jadi Malang Tourism Hub Dalam Pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional – Wartaindonews. https://wartaindo.news/20-kampung-tematik-siap-jadi-malang-tourism-hub-dalam-pengembangan-kawasan-strategis-pariwisata-nasional/

Ronal, R., Hilda, E., & Totok, A. (2020). Kawasan Kayutangan Malang dalam lintasan sejarah. Universitas Negeri Malang.

Setyanto, I., & Pangestuti, E. (2019). Pengaruh komponen destinasi wisata (4A) terhadap kepuasan pengunjung Pantai Gemah Tulungagung. Jurnal Administrasi Bisnis, 72(1), 157–167.

Suzan, C. (2012). The Effects of the Image of Destination on Tourist Satisfaction and Loyalty: The Case of Cappadocia. European Journal of Social Sciences, 29(2), 222–232.

Wijijayanti, T., Agustina, Y., Winarno, A., Istanti, L. N., & Dharma, B. A. (2020). Rural tourism: A local economic development. Australasian Accounting, Business and Finance Journal, 14(1 Special Issue), 5–13. https://doi.org/10.14453/aabfj.v14i1.2