Analisis Pola Spasial dan Faktor Pemilihan Lokasi Minimarket di Kabupaten Klaten

Main Article Content

Bela Hidayah
Choirul Amin

Abstract

Perilaku belanja sebagian besar masyarakat terus meningkat. Kenyamanan dan kepraktisan mampu membuat masyarakat memilih minimarket sebagai tempat pusat perbelanjaan. Minimarket merupakan pasar swalayan dengan ukuran antara 300-500 m2 dengan jumlah item barang yang dijual cukup besar dan menerapkan system pengambilan barang sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pola spasial lokasi minimarket dan menganalisis faktor yang mempengaruhi lokasi persebaran minimarket melalui variabel demografi dan jangkauan pelayanan minimarket di Kabupaten Klaten. Teknik pengumpulan data menggunakan tiga metode yakni observasi lapangan, observasi data sekunder dan dokumentasi. Metode analisis data dalam penelitian ini digunakan teknik analisis tetangga terdekat (ANN) dengan bantuan aplikasi Arc GIS 10,3. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah pola spasial sebaran lokasi minimarket di Kabupaten Klaten adalah mengelompok. Adapun faktor pemilihan lokasi dilihat dari segi demografis dan jangkauan pelayanan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pembangunan minimarket yang jaraknya berdekatan satu sama lain menyebabkan pola sebaran minimarket mengelompok (clustered). Faktor pemilihan lokasi minimarket dipengaruhi oleh variabel demografi dan jangkauan pelayanan. Faktor demografi yaitu semakin padat penduduknya maka peluang pembangunan minimarket semakin besar. Faktor jangkauan pelayanan belum mampu melayani daerah Kabupaten Klaten dengan radius 300 meter per unit minimarket.

Article Details

Section
Articles

References

Astri, A., et al. (2009). Pola Distribusi Spasial Minimarket Di Kota–Kota Kecil. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota 20(2): 78–94.

Cabras, I. (2011). Mapping The Spatial Pattern Of Public Procurement: A Case Study From A Peripheral Local Authority In Northern England. International Journal of Public Sector Management 24(3): 187–205.

Condit, R. (2000). Spatial Patterns in the Distribution of Tropical Tree Species. Science 288(5470): 1414–18.

Dhamardiatmika, I M. A. (2016). Faktor - Faktor Pemilihan Lokasi Dan Sebaran Minimarket Waralaba Di Kecamatan Denpasar Barat. Jurnal Lingkungan Binaan 3(3): 292–304.

Hariyadi, G. T. (2016). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi ( Studi Pada Indomaret Dan Alfamart Di Semarang ). JPEB 1(1): 16–32.

Ilmawan, K. F. (2015). Analisis Spasial Pengaruh Keberadaan Minimarket Waralaba Terhadap Omzet Toko Kelontong Di Kecamatan Umbulharjo Kota Yogyakarta. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Long, J., & Robertson, C. (2017). Comparing Spatial Patterns. Geography Compas 12(2): 1–33.

Maming, A. (2017). Perilaku Konsumen Dalam Keputusan Pembelian (Studi Pada Minimarket Di Kelurahan Tlogomas Kota Malang).

Natoen, A., et al. (2018). Faktor - Faktor Demografi Yang Berdampak Terhadap Kepatuhan WP Badan (UMKM) Di Kota Palembang. JRTA 2(2): 101–4.

Priyanka, M. D., & Yuliani, E. (2017). Analisis Tingkat Jangkauan Pelayanan Pengembangan Minimarket Di Koridor Jalan Terhadap Perilaku Konsumen. Jurnal Planologi 14(1): 75–88.

Rahayu, E. (2018). Pengaruh Lokasi, Kelengkapan Produk, Dan Pelayanan Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Pada Imam Market Kisaran. Journal of Science and Social Research 1(February): 7–12. http://jurnal.goretanpena.com/index.php/JSSR/article/download/108/69.

Rizqiawan, H., & Prihantono, D. (2020). Analisis Kualitas Layanan Terhadap Kepuasan Pelanggan : Perbandingan Pada Modern Retail Minimarket Dengan Toko Kelontong Di Kota Surabaya. Jurnal Manejerial Bisnis 3(3): 1–10.

Sambiran, S. (2020). Dampak Kebijakan Perizinan Minimarket Terhadap Usaha Kecil Di Kecamatan Kawangkoan Dan Kawangkoan Barat. Jurnal Jurusan Ilmu Pemerintahan 2(5): 1–10.

Sarwoko, E. (2008). Dampak Keberadaan Pasar Modern Terhadap Kinerja Pedagang Pasar Tradisional Di Wilayah Kabupaten Malang. Jurnal Ekonomi Modernisasi 4(2): 97–115. https://ejournal.unikama.ac.id/index.php/JEKO/article/view/880/pdf_1https://ejournal.stiepena.ac.id/index.php/fe/article/view/50/47.

Saskara, P. A., et al. (2020). Pola Sebaran Lokasi Minimarket Dan Faktor- Faktor Yang Mempengaruhinya Di Kota Denpasar. Jurnal Riset Planologi 1(1): 1–13.

Setyawan, A. (2009). Yang Mempengaruhi Pemilihan Lokasi Retail Modern (Studi Kasus Kota Surakarta). Skripsi. Universitas Diponegoro.

Syaharudin, M. (2013). Keberadaan Minimarket Dan Dampaknya Terhadap Ritel Tradisional Di Wilayah Perkotaan Kabupaten Jember. ISEL 3(2): 1–17.

Utomo, T. J. (2009). The Function and the Role of Retail Business in Marketing Line. Fokus Ekonomi 4(1): 44–55. https://ejournal.stiepena.ac.id/index.php/fe/article/view/50/47.

Wibowo, T. A., Michael, M. R., & Mastutie, F. (2015). Pengaruh Keberadaan Minimarket Terhadap ‘Warong’ Di Kecamatan Malalayang. Junal Spasial : Perencanaan Wilayah dan Kota 2(2): 114–21.

Widyarti, V. S., & Fardani, I. (2020). Studi Cakupan Wilayah Pelayanan Minimarket Dan Warung Tradisional Studi Kasus Kecamatan Bandung Kidul , Kota Bandung. Prosiding, Seminar Nasional Geomatika.

Zarkassi, H. L., & Ispriyarso, B. (2019). Pandecta Pengawasan Dinas Perdagangan Kota Semarang Terhadap Minimarket Modern Untuk Melindungi Toko Kelontong. Jurnal penelitian Ilmu Hukum 13(2): 107–18.