Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Terhadap Hasil Belajar Atletik Nomor Tolak Ditinjau dari Kekuatan Otot Lengan

Authors

  • Lisa Marina Lambei universitas pendidikan ganesha
  • I Nyoman Kanca universitas pendidikan ganesha
  • Made Agus Wijaya universitas pendidikan ganesha

DOI:

https://doi.org/10.23887/penjakora.v8i1.30841

Keywords:

tolak peluru, model kooperatif, jigsaw, TGT, otot lengan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif TGT dan Jigsaw terhadap hasil belajar tolak peluru gaya O’Brien ditinjau dari kekuatan otot lengan. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen dengan treatment by level 2 X 2. Populasi penelitian yang digunakan adalah peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Singaraja tahun pelajaran 2019/2020, yang terdiri dari 13 kelas yang berjumlah 465 orang, Sampel penelitan ini diambil dengan cara group random sampling. Teknik analisis data menggunakan anava 2 jalur pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan : (1) hasil belajar tolak peluru gaya O’Brien peserta didik yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw lebih tinggi daripada peserta didik yang mengikuti model pembelajaran kooperatif TGT, (2) terdapat interaksi antara model pembelajaran dan kekuatan otot lengan terhadap hasil belajar peserta didik (3) model pembelajaran kooperatif Jigsaw memberikan hasil belajar yang lebih baik dibandingkan dengan yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif TGT pada kelompok peserta didik yang memiliki kekuatan otot lengan yang kuat, dan (4) hasil belajar peserta didik yang mengikuti model pembelajaran kooperatif Jigsaw lebih baik dibandingkan yang mengikuti model pembelajaran kooperatif TGT pada kelompok yang memiliki kekuatan otot lengan yang lemah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan pengaruh model pembelajaran kooperatif TGT dan Jigsaw terhadap hasil belajar tolak peluru gaya O’Brien ditinjau dari kekuatan otot lengan.

References

Abdullah, R. (2016). Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw pada Mata Pelajaran Kimia di Madrasah Aliyah. Lantanida, 4(1).

Dantes, N. (2012). Metode Penelitian. Andi.

Kanca, I. N. (2010). Metode Penelitian Pengajaran Pendidikan Jasmani dan Olahraga. Universitas Pendidikan Ganesha.

Lie, A. (2004). Mempraktekan Cooperative Learning. PT. Gransindo.

Melani Ulfah, S. (2019). Komparasi Hasil Belajar Teams Games Tournaments (TGT) dan Jigsaw pada Siswa Kelas IV SD Muhammadiyah Bekonang Tahun Pelajaran 2018/2019. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Putra, B. U. (2018). Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) Terhadap Hasil Belajar Passing Bawah dan Passing Atas Bola Voli pada Kelas VII di SMP Muhammadiyah 8 Tanggulangin. Jurnal Pendidikan Olahraga Dan Kesehatan, 7(1).

Ratnasari, B. Y. (2019). Perbandingan Evektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD TGT dan Jigsaw terhadap Hasil Belajar Passing Atas dan Bawah Bolavoli pada Siswa Kelas XI Sman I Pujut Lombok Tengah. Satria, 2(1), 10–14.

Rusman. (2008). Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw. Depdiknas.

Santosa, D. S. S. (President U. (2019). Manfaat Pembelajaran Kooperatif Team games Tournament (TGT) Dalam Pembelajaran. Statistical Field Theor, 53(9), 1689–1699.

Slavin, R. L. (2010). Cooperative Learning Teori, Riset dan Praktik. Nusa Media.

Spyanawati, N. L. P. (2017). Pengaruh Model Pembelajaran Dan Motivasi Terhadap Hasil Belajar Teknik Dasar Tendangan Pencak Silat Pada Mahasiswa Jurusan Penjaskesrek Fok Undiksha. JURNAL PENJAKORA, 2(1), 61–72.

Trianto. (2007). Model-model pembelajaran inovatif berorientasi Konstruktivistik. Prestasi Pustaka.

Downloads

Published

2021-05-04

Issue

Section

Articles