Pelatihan Plank Up-Down Terhadap Kekuatan Otot Bahu Atlet Putra Shorinji Kempo

Anak Agung Ngurah Putra Laksana

Abstract


Kekuatan otot bahu merupakan komponen fisik yang diperlukan dalam olahraga Shorinji Kempo untuk mencapai prestasi, karena kekuatan otot bahu menentukan kualitas dari pukulan, maka diperlukan metode pelatihan tentang kekuatan otot bahu melalui gerakan-gerakan yang lebih efektif. Latihan plank up-down merupakan latihan untuk melatih kekuatan otot bahu, penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pelatihan plank up-down dalam meningkatkan kekuatan otot bahu pada atlet putra Shorinji Kempo Singaraja jenis penelitian true experimental dengan rancangan randomized pre test and post test with control group design. Subjek penelitian adalah atlet putra shorinji kempo singaraja yang sebanyak 20 atlet putra dan dibagi dalam dua kelompok, Kelompok Perlakuan dan Kelompok Kontrol. Kelompok Perlakuan di berikan pelatihan plank up-down 10 repetisi 3 set dan Kelompok Kontrol di berikan pelatihan plank 30 detik 3 set, frekuensi latihan 3 kali dalam seminggu selama 6 minggu. Pengukuran otot bahu menggunakan alat expending dynamometer. Hasil penelitian pada kedua kelompok didapat rerata kekuatan otot bahu sebelum pelatihan plank up-down 10 repetisi 3 set 28,00 ± 2,00 kg dan sesudah pelatihan 35,00 ± 1,30 kg. Rerata kekuatan otot bahu sebelum pelatihan plank 30 detik 3 set  27,00 ± 1,85 kg dan sesudah pelatihan 3231,50 ± 2,00 kg. Uji beda rerata peningkatan kekuatan otot bahu pada Kelompok Perlakuan dan Kelompok Kontrol menggunakan independent t-test pada data post test ke dua kelompok menunjukkan nilai p = 0,001  (p<0,05). Disimpulkan bahwa Kelompok Perlakuan dan Kelompok Kontrol sama-sama memberikan efek peningkatan (p<0,05) dan Kelompok Perlakuan lebih meningkatkan kekuatan otot bahu daripada Kelompok Kontrol pada atlet putra Shorinji Kempo Singaraja. Saran dalam penelitian ini diharapkan para pelatih dapat memberikan pelatihan secara tepat dengan prinsip latihan dan metode latihan untuk meningkatkan prestasi atlet.


Keywords


kekuatan otot bahu, plank up-down, Shorinji Kempo

Full Text:

PDF

References


Budiwanto, S. (2012). Metodologi Latihan Olahraga. Malang: Universinas Negeri Malang.

Bompa, T. O., & Haff, G11. G. (2009). Periodezation Theory and Methodology of Training. New York: Human Kinetics.

Chan, F. (2012). Strength Training (Latihan Kekuatan). Jurnal Cerdas Sifa, 1(1).

Chairad, Muhammad.2014 Sejarah Dan Perkembangan Beladiri Tarung Derajat. Jurnal Ilmu Keolahragaan. 13 (2): 29-37

Dismore, Harriet dan Bailey, Richard. 2011. Fun and enjoyment in physical education: young people’s attitudes .ISSN 0267-1522 print/ISSN 1470-1146 online. (c) 2011 Taylor & Francis.

Gordon, D. (2009). Coaching Science. Retrieved from https://books.google.co.id/books?id=l32hvhkuaI4C&pg=PT4&lpg=PT4&dq=Coaching+Science+(Cornwall:+Learning+Matters+Ltd,+2009&source=bl&ots=Ov3wCAT04m&sig=ACfU3U2vm1bUCkqzvgX5T21iTg2jZc1kfQ&hl=id&sa=X&ved=2ahUKEwjpMbcprPiAhWx73MBHcPsBVAQ6AEwAHoECAgQAQ#v=onep.

Hardiono, Bayu. Pengaruh kekuatan otot dominan dan percaya diri terhadap hasil panjatan atlet panjat tebing. Jurnal SPORTIF : Jurnal Penelitian Pembelajaran. Volume 5 Nomor 1 Tahun 2019.

Johansyah. 2013. Penyusunan Program Latihan. Raja Grafindo. Jakarta

Laksana, Anak Agung Ngurah Putra. Pengaruh metode pelatihan circuit training terhadap peningkatan kelincahan atlet shorinji kempo unit kegiatan mahasiswa ikip pgri bali. Jurnal Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 6, No. 1, 86-93

Laksana, Anak. Agung. Ngurah Putra. The Effect of Bench Press Exercise on the Pushing Strength of the Arm Muscles toward Shorinji Kempo Athletes. Prosiding ICOPESH Ke-1, Tahun 2019 ISBN 978-623-7482-42-0.

Laksana, Anak. Agung. Ngurah Putra. Implementasi model latihan modifikasi gerak untuk meningkatkan tendangan mawashi geri shorinji kempo. JSPEED Vol 3.NO. 1 01 November 2020.

Mylsidayu. 2014. Ilmu Kepelatihan Dasar. Jakarta : Alfabeta

Tangkudung, J. & Wahyuningtyas, P. (2012). Kepelatihan Olahraga. Jakarta: Cerdas Jaya.

Pocock, S. J. 2008. Clinical Trial A Practical Approach. New York: A Willey Medical Publication.

Sukadiyanto, & Muluk, D. 2011. Pengantar Teori Dan Metodologi Melatih Fisik. Bandung: Lubuk Agung.

Supriyoko, A., & Mahardika, W. (2018). Kondisi Fisik Atlet Anggar Kota Surakarta. Jurnal SPORTIF : Jurnal Penelitian Pembelajaran, 4(2), 280–292.https://doi.org/10.29407/js_unpgri.v4i2.12540.

Wedi, S., Umar, W.W. 2019. Pengaruh Metode Latihan Beban Dengan Gerakan Cepat dan Gerakan Lambat terhadap Peningkatan Hypertrophy Otot Paha. Jurnal Keolahragaan. 5(2): 30-35.

Widiastuti. (2011). Tes dan Pengukuran Olahraga. Jakarta: PT Bumi Timur Jaya.

Zulvikar, Januarshah. Pengaruh latihan core stability statis (plank dan side plank) dan core stability dinamis (side lying hip abduction dan oblique crunch) terhadap keseimbangan. Journal of Physical Education, Health and Sport. 3 (2) (2016).




DOI: http://dx.doi.org/10.23887/penjakora.v8i1.32727

Article Metrics

Abstract view : 96 times
PDF file view : 357 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 JURNAL PENJAKORA




Publish by:

Undiksha

UNDIKSHA PRESS


PENJAKORA indexed by:

Akreditasi SINTA Penjakora   



Creative Commons License

PENJAKORA is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.