PROGRAM PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DI WILAYAH PERBATASAN

Endah Rantau Itasari

Abstract


Kurangnya tenaga pendidik di wilayah perbatasan menjadi salah satu perhatian pemerintah di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam Nawa Cita. Salah satu program dalam Nawa Cita adalah membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan dan meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan dengan program "Indonesia Pintar". Manifestasi dari program Nawa Cita tersebut untuk meningkatkan pendidikan di wilayah perbatasan negara salah satunya diwujudkan melalui program Guru Garis Depan (GGD). Program GGD merupakan program khusus dalam sistem rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil melalui Formasi Khusus Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM-3T). Program ini merupakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokarasi (KemenPAN-RB).

Keywords


pendidikan dasar; pendidikan menengah; wilayah perbatasan

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.23887/jatayu.v4i1.33020

Article Metrics

Abstract view : 151 times
PDF file view : 116 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Jurnal Komunitas Yustisia

Jurnal ini diterbitkan oleh :


 

Universitas Pendidikan Ganesha



Jurnal Komunitas Yustisia indexed by:

Crossref  

 

 

Creative Commons License
Jurnal Komunitas Yustisia is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.