SUAKA TERHADAP ANAK SEBAGAI KORBAN TINDAKAN KEKERASAN SEKSUAL (studi kasus Nomor Putusan: 574/Pid.sus/2020/PN.Srh)

Winsherly Tan, Ria Veronica

Abstract


Anak menjadi sasaran empuk pelaku kekerasan seksual karena korban dapat diancam dengan diam sehingga tindakan kekerasan yang dilakukan oleh pelaku dapat ditutup-tutupi sehingga anak memiliki keberanian untuk mengungkapkan atau melaporkan perlakuan pelaku kepada pihak-pihak tertentu. Dan pelaku tindak pidana kekerasan seksual tidak hanya dilakukan oleh orang asing, tetapi kerabat terdekat dari anak atau korban dapat menjadi pelaku dari perbuatan keji ini. Hal ini dibuktikan dengan adanya kasus yang viral di pertengahan tahun 2020 yang menghebohkan media sosial di Indonesia akibat perlakuan kejam seorang ayah yang tega melakukan kekerasan seksual terhadap anak kandungnya yang baru berusia 2 bulan, ulah sang ayah. ditemukan ketika korban berusia 2 tahun dan ini telah ditangani oleh pihak berwenang dan telah divonis oleh hakim 8 tahun penjara dan dikenakan denda lima ratus juta rupiah. Putusan tersebut tertuang dalam putusan pengadilan nomor 574/Pid.sus/2020/PN Srh. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus dan etnografi


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.23887/jatayu.v4i2.38167

Article Metrics

Abstract view : 186 times
PDF file view : 193 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Jurnal Komunitas Yustisia

Jurnal ini diterbitkan oleh :


 

Universitas Pendidikan Ganesha



Jurnal Komunitas Yustisia indexed by:

Crossref  

 

 

Creative Commons License
Jurnal Komunitas Yustisia is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.