PEMBELAJARAN YABNG DISERTAI DENGAN GERAKAN DINAMIS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN MENURUNKAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI FMIPA UNDIKHSA, SINGRAJA-BALI

Nyoman Wijana

Abstract


Abstrak
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) perbedaan hasil belajar mahasiswa dalam pembelajaran Ilmu Lingkungan berorientasi kearifan lokal antara yang menggunakan pendekatan konvensional dengan pendekatan kooperatif STAD disertai gerakan-gerakan dinamis (2) perbedaan keluhan muskuloskeletal mahasiswa dalam pembelajaran Ilmu Lingkungan berorientasi kearifan lokal antara yang menggunakan pendekatan konvensional dengan pendekatan kooperatif STAD disertai gerakan-gerakan dinamis.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan sama subjek atau treatment by subjek design. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa S1 Semester I Kelas B Jurusan Pendidikan Biologi Semester I Fakultas Pendidikan MIPA, Universitas Pendidikan Ganesha tahun ajaran 2011/2012 yang mengikuti mata kuliah Ilmu Lingkungan. Data tentang hasil belajar dikumpulkan dengan tes hasil belajar dan untuk keluhan muskuloskeletal dikumpulkan dengan menggunakan Kuesioner Nordic Body Map dan selanjutnya dianalisis dengan menggunakan uji t paired. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) ada perbedaan hasil belajar mahasiswa dalam pembelajaran Ilmu Lingkungan berorientasi kearifan lokal antara yang menggunakan pendekatan konvensional (Model I) dengan pendekatan kooperatif STAD disertai gerakan-gerakan dinamis (Model II). Beda rerata prestasi belajar sebelum proses pembelajaran adalah sebesar 0,00 atau 0,00%. Hasil uji beda menunjukkan bahwa prestasi belajar mahasiswa sebelum proses pembelajaran antara Model I dan Model II adalah tidak bermakna (p > 0,05) dan komparabel; (2) ada perbedaan keluhan muskuloskeletal mahasiswa dalam pembelajaran Ilmu Lingkungan berorientasi kearifan lokal antara yang menggunakan pendekatan konvensional (Model I) dengan pendekatan kooperatif STAD disertai gerakan-gerakan dinamis (Model II). Beda rerata keluhan muskulosekletal mahasiswa sebelum proses pembelajaran berlangsung antara Model I dan Model II adalah sebesar 0,98 atau perbedaannya hanya mencapai 3,37% dan komparabel. Hasil uji beda menunjukkan perbedaan yang bermakna (p < 0,05). Uji beda dari selisih keluhan muskuloskeletal sesudah proses pembelajaran dengan sebelum proses pembelajaran menunjukkan nilai yang bermakna (p < 0,05).


Article Metrics

Abstract view : 102 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Flag Counter