Prosiding Seminar Nasional MIPA https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/semnasmipa Prosiding Seminar Nasional MIPA memuat artikel-artikel yang dipresentasikan pada Seminar Nasional MIPA yang diselenggarakan oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas . en-US Prosiding Seminar Nasional MIPA Pembelajaran Sains di Era Revolusi Industri 4.0 https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/semnasmipa/article/view/16716 Revolusi Industri 4.0 yang disebabkan oleh kemajuan teknologi menyebabkan perubahan di berbagai sendi kehidupan manusia. Perubahan itu juga menuntut manusia menguasai berbagai keterampilan yang dibutuhkan di era Revolusi Industri 4.0 agar dapat bertahan dan mencapai tatanan kehidupan yang lebih baik. Sebagai upaya dalam meyikapi perubahan tersebut, pendidikan secara khusus pada pembelajaran sains memiliki tanggung jawab untuk menciptakan manusia yang cerdas, bertanggung jawab, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan penyesuaian cara pandang pembelajaran sains dan karakteristik era Revolusi Industri 4.0. Penyesuaian cara pandang pembelajaran sains merujuk pada titik temu antara karakteristik kehidupan di era Revolusi Industri 4.0 dan hakikat sains sebagai nilai, proses, dan produk serta pelaksanannya dalam proses pembelajaran. Dalam hal ini, diartikan bahwa pemberdayaan berbagai keterampilan yang dibutuhkan di era Revolusi Industri 4.0 melalui pembelajaran sains harus tetap berada di dalam koridor sains sebagai nilai, proses, dan produk. Setidaknya dapat ditemukan tiga aspek penyesuaian pembelajaran sains dan kehidupan di era Revolusi Industri 4.0 meliputi: 1) pergeseran teori pembelajaran sains dari pedagogi ke andragogi; 2) penggunaan blended learning; dan 3) pemberdayaan keterampilan berkolaborasi dalam pembelajaran. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga penyesuaian tersebut menemukan berbagai tantangan dalam pelaksanaannya. Untuk itu, para pendidik diharapkan tetap berinovasi dan menyesuaikannya dengan konteks, kebutuhan, dan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai sehingga dapat melahirkan lulusan yang adaptif dan memiliki daya saing di era Revolusi Industri 4.0. Ida Bagus Putu Arnyana Copyright (c) 2019 Prosiding Seminar Nasional MIPA 2019-02-08 2019-02-08 8 The Role of Chemistry in The Fourth Industrial Revolution https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/semnasmipa/article/view/16717 <p>The Fourth Industrial Revolution is building on the digital revolution that characterized by a fusion of technologies that is blurring the lines between the physical, digital, and biological spheres. Those technologies strongly depend on smart materials or advanced material chemistry. Chemistry known as the central science is a science that studies the composition, structure, and properties of materials and the changes that materials undergo. Chemistry, especially Advanced Materials Chemistry, played a leading role in previous industrial revolutions, through its research, innovations and products. Today, advanced material chemistry is an important enabler of the Fourth Industrial Revolution through its discoveries and innovations of new smart materials. Smart materials are defined as materials that sense and react to environmental conditions or stimuli, such as conducting polymers for OLEDs, optical fibers for transmitting light used in communication technology, and carbon nanotubes for nanochips technology. Those materials are essential building block for digital technology. Its contributions allow other fields of sciences to turn ideas, research, and innovations into sophisticated products supporting digital transformation. On the other hand, chemistry industry itself is also being transformed through digitalization. Digitalization helps increase productivity and safety across the industry’s value chain and supports the design of new offerings. Further, the industry needs to closely monitor pockets of digital disruption.</p><p>Keywords: chemistry, material chemistry, smart materials, industrial revolution 4.0</p> I Wayan Muderawan Copyright (c) 2019 Prosiding Seminar Nasional MIPA 2019-02-08 2019-02-08 8 Masalah-Masalah Geometri Bidang Untuk Mengonstruksi Konjektur Matematika https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/semnasmipa/article/view/16718 <p>Mengonstruksi konjektur matematika dalam pembelajaran dapat dimulai dengan menyiapkan masalah-masalah yang menantang untuk berpikir kritis dan kreatif. Sejalan dengan hal tersebut maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan masalah-masalah geometri bidang yang dapat digunakan untuk mengonstruksi konjektur matematika. Pengembangan masalah-masalah geometri bidang dilakukan dengan penelitian desain dan pengembangan model 4D dari Thiagarajan, dkk. Masalah yang dikembangkan selanjutnya diuji validitasnya melalui uji ahli dengan teknik Gregory dan uji kecukupan informasi untuk mengonstruksi konjektur dengan melibatkan 40 orang mahasiswa. Penelitian menghasilkan gambaran terhadap konsep-konsep geometri bidang yang esensial di sekolah menengah dan masalah-masalah geometri bidang untuk mengonstruksi konjektur matematika dari konsep-konsep tersebut. Konsep-konsep geometri bidang esensial dalam pembelajaran di sekolah meliputi bangun-bangun datar, luas, keliling, dan pencerminan. Sementara itu, masalah-masalah geometri bidang yang dikembangkan dari konsep-konsep tersebut sebanyak 3 buah. Masalah-masalah yang dikembangkan bersifat valid melalui uji ahli dengan indeks validitas Gregory sebesar 1. Uji empiris terhadap 40 mahasiswa menunjukkan rata-rata 59,6% mahasiswa mampu mengonstruksi konjektur dari masalah-masalah tersebut.</p><p>Kata kunci: masalah-masalah geometri bidang, konsep esensial, konjektur matematika</p> I Wayan Puja Astawa I Nyoman Sukajaya Copyright (c) 2019 Prosiding Seminar Nasional MIPA 2019-02-08 2019-02-08 8 Validitas Bahan Ajar Berbasis Masalah Otentik dengan Pendekatan Induktif-Deduktif https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/semnasmipa/article/view/16743 <p>Pembelajaran pada mata kuliah Matematika Keuangan dan Program Linier di Program Studi Pendidikan Matematika Undiksha cenderung hanya dihadapkan pada penyajian masalah yang kurang memberikan ruang pada mahasiswa untuk mengaitkan pengalaman nyatanya dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi. Selain itu, penyajian materi pada bahan ajar yang yang tersedia lebih banyak disajikan dengan pendekatan deduktif, yang menyebabkan kesulitan mahasiswa dalam mempelajari materi, serta materi yang semestinya dapat dibayangkan oleh mahaiswa menjadi terlihat abstrak. Oleh karena itu, dikembangkanlah bahan ajar berbasis masalah otentik dengan pendekatan induktif-deduktif sebagai upaya meningkatkan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Matematika Keuangan dan Program Linier. Pengembangan bahan ajar dalam penelitian ini mengikuti prosedur pengembangan produk dari Plomp. Pada tahun pertama penelitian ini dilakukan sampai pada tahap tes, evaluasi, dan revisi yaitu sampai melakukan validasi bahan ajar. Validitas isi dilihat dari kesesuaian bahan ajar dengan teori pengembangan yang dijadikan pedoman dan sesuai dengan tuntutan karakteristik model pembelajarannya. Validitas konstruk dilihat dari adanya keterkaitan yang konsisten dari setiap komponen bahan ajar yang dikembangkan dengan karakteristik model pembelajaran yang diperoleh melalui penilaian dua orang ahli. Hasil validasi ahli menyatakan bahwa bahan ajar yang dikembangkan tergolong kategori sangat valid dengan sedikit perbaikan.</p><p>Kata kunci: bahan ajar, masalah otentik, pendekatan induktif-deduktif.</p> I Putu Pasek Suryawan Made Juniantari Copyright (c) 2019 Prosiding Seminar Nasional MIPA 2019-02-08 2019-02-08 8 Perancangan dan Validasi Bahan Ajar Metode Numerik dengan Pendekatan Representasi Beragam Berbantuan Pascal https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/semnasmipa/article/view/16720 <p>Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang dilakukan untuk menjawab permasalahan pada perkuliahan metode numerik berupa rendahnya kemampuan pemahaman konseptual dan keterampilan prosedural matematis mahasiswa. Melalui penelitian ini akan dikembangkan perangkat pembelajaran berupa bahan ajar dengan pendekatan representasi beragam yang dilengkapi dengan program komputer menggunakan bahasa pascal. Penelitian dilakukan melalui empat tahap, mengadopsi desain penelitian pengembangan 4-D (define, design, develop, and disseminate). Kualitas perangkat yang dihasilkan ditentukan berdasarkan validasi ahli. Hasil validasi ahli menunjukkan bahwa perangkat yang dikembangkan telah memenuhi kriteria valid. Agar perangkat memenuhi kriteri layak, maka penelitian perlu dilanjutkan sehingga terpenuhi pula kriteria praktis dan efektif melalui uji coba terbatas dan luas.</p><p>Kata kunci: representasi beragam, metode numerik, pemahaman konseptual, keterampilan prosedural</p> I Made Suarsana I Gusti Ngurah Pujawan Copyright (c) 2019 Prosiding Seminar Nasional MIPA 2019-02-08 2019-02-08 8 Validitas Bahan Ajar Geometri Ruang Berdasarkan Model Van Hile dan Pendidikan Karakter di Perguruan Tinggi https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/semnasmipa/article/view/16721 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar geometri ruang berdasarkan model Van Hiele dan pendidikan karakter di perguruan tinggi yang valid untuk meningkatkan pemahaman konsep mahasiswa. Pengembangan bahan ajar dalam penelitian ini mengikuti prosedur pengembangan dari Plomp yang meliputi lima tahap yaitu: (1) investigasi awal, (2) desain, (3) realisasi/konstruksi, (4) tes, evaluasi, dan revisi, dan (5) implementasi. Pada tahun pertama, penelitian ini hanya sampai pada tahap tes, evaluasi, dan revisi yaitu melakukan validasi bahan ajar. Validitas isi dalam penelitian ini dilihat dari kesesuaian bahan ajar dengan teori pengembangan yang dijadikan pedoman dan sesuai dengan tuntutan karakteristik model pembelajaran. Sedangkan validitas konstruk dilihat dari adanya keterkaitan yang konsisten dari setiap komponen bahan ajar dengan karakteristik model pembelajaran yang diperoleh melalui penilaian validator. Validasi konstruk bahan ajar dalam penelitian ini termasuk katagori sangat valid. Berdasarkan penilaian validator kemudian dilakukan revisi terhadap bahan ajar. Tahap selanjutnya adalah tahap uji coba terbatas untuk melihat kepraktisan dan keefektivan bahan ajar.</p><p>Katakunci: bahan ajar geometri ruang, model Van Hiele, pendidikan karakter</p> Made Juniantari Ni Putu Sri Ratna Dewi Copyright (c) 2019 Prosiding Seminar Nasional MIPA 2019-02-08 2019-02-08 8 Penerapan Algoritma K-MEDOID untuk Mementukan Rumah TIDAK Layak Huni https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/semnasmipa/article/view/16722 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : hasil clustering rumah tidak layak huni dengan algoritma k-medoid, tingkat akurasi k-medoid, dan perbandingan algoritma k-medoid dan k-mean dalam menentukan rumah tidak layak huni. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data kerusakan rumah tidak layak huni tahun 2017 pada Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Buleleng. Data yang digunakan sebanyak 440 dengan 13 parameter, yaitu: (1) penutup atap; (2) rangka atap; (3) kolom; (4) dinding pengisi; (5) kusen; (6) daun pintu; (7) daun jendela; (8) struktur bawah lantai; (9) penutup lantai; (10) pondasi; (11) sloof; (12) kamar mandi dan wc; dan (13) saluran air kotor. Data kerusakan tersebut dikelompokkan menjadi 4 kelompok yaitu ringan, sedang, berat dan total. Hasil pengelompokan menggunakan algoritma k-medoid dalam menentukan rumah tidak layak huni dengan alat bantu software Matlab 2016a menunjukan bahwa terdapat 34 kerusakan kategori ringan, 98 kerusakan kategori sedang, 130 kerusakan kategori berat, dan 178 kerusakan kategori total. Selain itu tingkat akurasi algoritma k-medoid lebih baik daripada k-mean. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil purity dari algoritma k-medoid sebesar 0,63 dengan 277 data relevan dan 163 tidak relevan, sedangkan hasil purity algoritma k-mean yaitu 0,13 dengan 59 data relevan dan 381 tidak relevan. Akan tetapi algoritma k-mean memiliki kecepatan waktu sebesar 0,16 detik, yang berarti lebih cepat dibandingkan algoritma k-medoid ( 91,135 detik) dalam pemrosesan data.</p><p>Kata kunci: k-medoid, rumah tidak layak huni, dinas perumahan, permukiman, dan pertanahan kabupaten buleleng</p> Kadek Erna Kembar Ayu I Made Candiasa I Nyoman Sukajaya Copyright (c) 2019 Prosiding Seminar Nasional MIPA 2019-02-08 2019-02-08 8 Analisis Kebutuhan Pengembangan E-Modul Fisika Interaktif Berbasis Masalah dalam Model BPBL untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa SMA https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/semnasmipa/article/view/16723 <p>Salah satu pilar pendidikan abad 21 adalah keterampilan berpikir kritis (kbk). Namun, realita yang ada, kbk siswa SMA masih rendah, untuk itu perlu dicari alternatif pemecahannya. Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis kebutuhan pengembangan modul elektronik fisika interaktif berbasis masalah (e-modul fisinberma) dalam model BPBL untuk meningkatkan kbk siswa SMA. Analisis kebutuhan meliputi: 1) studi literatur tentang konsep-konsep fisika yang esensial dan strategis, karakteristik e-modul fisinberma; 2) studi lapangan tentang konsep-konsep fisika esensial dan strategis yang telah diterapkan, alat-alat laboratorium dan ICT, (3) sumber belajar, dan (4) metode pembelajaran. Penelitian menggunakan metode survey pada 4 SMAN Singaraja. Subjek penelitian adalah 15 guru fisika dan 126 siswa SMA. Data dikumpulkan dengan wawancara, angket, observasi, dan tes. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa 1) produk kegiatan studi literatur adalah (a) daftar konsep-konsep fisika esensial, (b) karakteristik e-modul fisinberma: masalah sehari-hari yang tak terstruktur, kompetensi inti dan dasar, indikator, uraian konsep esensial, contoh kbk, dan LKS; 2) produk kegiatan studi lapangan, yaitu: (a) daftar konsep-konsep esensial, (b) daftar alat lab dan ICT cukup memadai, (c) daftar sumber belajar cukup memadai, namun belum tersedia referensi yang bermuatan kbk, (d) metode yang biasa diterapkan guru adalah metode diskusi, ceramah, penugasan, dan kadang-kadang PBL dan Web.</p><p>Kata kunci: analisis kebutuhan, e-modul fisika interaktif berbasis masalah, berpikir kritis</p> Rai Sujanem I Nyoman Putu Suwindra Iwan Suswandi Copyright (c) 2019 Prosiding Seminar Nasional MIPA 2019-02-08 2019-02-08 8 Pengembangan Media Pembelajaran Flashcard Materi Bilangan Oksidasi dan Tata Nama Ssenyawa https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/semnasmipa/article/view/16724 <p>Penelitian ini bertujuan untuk (1) menghasilkan media pembelajaran flashcard materi bilangan oksidasi dan tata nama senyawa dan mendeskripsikan (2) karakteristik serta (3) penilaian dan tanggapan dari validator tentang media pembelajaran flashcard tersebut. Prosedur penelitian mengadaptasi model pengembangan Hannafin dan Peck yang meliputi fase Need Assess, Design, dan Develop/Implement. Prosedur penelitian ini dibatasi hingga fase pengembangan dan validasi produk dilakukan hanya dengan expert judgment saja. Hasil dari penelitian ini adalah media pembelajaran flashcard materi bilangan oksidasi dan tata nama senyawa dengan karakteristik yang memberdayakan bentuk dan warna. Pasangan kartu flashcard dibuat dengan bentuk puzzle bergigi dan berwarna untuk menunjukkan besar biloks, sementara posisi gigi puzzle untuk menunjukkan tanda positif atau negatif biloks. Media flashcard ini dilengkapi dengan buku panduan penggunaan. Hasil validasi terhadap produk menunjukkan bahwa media flashcard dan buku panduan penggunaan mendapat validitas baik pada aspek pembelajaran dan aspek media. Dapat disimpulkan bahwa produk berupa media flashcard dan buku panduan penggunaan dapat dikembangkan dengan model pengembangan Hannafin dan Peck.</p><p>Kata-kata kunci: media pembelajaran flashcard, bilangan oksidasi, tata nama senyawa.</p> Ida Bagus Nyoman Sudria I Nyoman Selamat I Wayan Ricky Abbas Hendradatha Copyright (c) 2019 Prosiding Seminar Nasional MIPA 2019-02-08 2019-02-08 8 Profil Model Mental Siswa SMA Kelas XI tentang Stoikiometri https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/semnasmipa/article/view/16725 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan profil model mental siswa tentang Stoikiometri. Subyek penelitian adalah siswa kelas XI SMA Laboratorium Undiksha pada semester genap tahun ajaran 2017/2018, sebanyak 42 orang. Data dikumpulkan melalui tes model mental dua tingkat, yang terdiri atas bagian isi (level makroskopis kimia) berupa pilihan ganda, serta bagian alasan (level submikroskopis dan simbolik) berupa tes uraian. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan hanya 20,48% konsep-konsep stoikiometri dikuasai oleh siswa dalam bentuk model konseptual, sedangkan sisanya: 0,95% tidak mendapatkan respons, 26,91% mengalami miskonsepsi khusus, dan 51,67% % benar sebagian (tidak utuh). Data tersebut menunjukkan model mental siswa kelas XI tentang stoikiometri sebagian besar dalam bentuk model mental alternatif.</p><p>Kata-kata kunci: profil model mental, tiga level kimia, stoikiometri</p> I Wayan Suja I Wayan Redhana Gede Jody Wikranta Kunde Copyright (c) 2019 Prosiding Seminar Nasional MIPA 2019-02-08 2019-02-08 8 Uji Kepraktisan Lembar Kerja Siswa (LKS) Berbasis Pendekatan Saintifik https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/semnasmipa/article/view/16726 <p>Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan dan menjelaskan kepraktisan Lembar Kerja Siswa (LKS) berbasis pendekatan saintifik untuk pembelajaran kimia pokok bahasan kesetimbangan kimia. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan tahapan penelitian yang dilakukan adalah: (1) pengumpulan data; (2) desain produk; (3) validasi desain; (4) revisi desain; (5) uji coba lapangan terbatas; dan (6) revisi produk. LKS yang dikembangkan terdiri dari lima sub topik bahasan. Validasi isi pada LKS dilakukan dengan melibatkan dua orang ahli dan dua orang praktisi. Validasi bahasa pada LKS dilakukan dengan melibatkan satu orang ahli bahasa. Uji coba lapangan terbatas melibatkan 9 siswa kelas XI SMAN 1 Kuta Selatan. Karakteristik LKS berbasis pendekatan saintifik untuk pembelajaran kimia pokok bahasan kesetimbangan kimia yaitu, LKS terdiri dari langkah pembelajaran 5M yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan mengomunikasikan. Berdasarkan hasil uji coba lapangan terbatas diperoleh respon positif siswa terhadap pembelajaran dengan LKS terhadap keterlaksanaan dengan kategori sangat tinggi.</p><p>Kata kunci: Lembar Kerja Siswa, pendekatan saintifik, pembelajaran kimia, kesetimbangan kimia.</p> I G L Wiratma Ni Made Sih Widyasti I Wayan Muderawan Copyright (c) 2019 Prosiding Seminar Nasional MIPA 2019-02-08 2019-02-08 8 Validitas dan Reliabilitas Tes Keterampilan Berpikir Kritis Tipe B https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/semnasmipa/article/view/16727 <p>Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan validitas dan reliabilitas tes keterampilan berpikir kritis tipe B yang dapat digunakan untuk mengukur keterampilan berpikir kritis siswa SMA. Untuk itu, tes diuji pada tiga SMA yang ada di Provinsi Bali. Sampel dipilih dengan teknik multistage cluster sampling. Jumlah sampel siswa yang terlibat pada uji tes ini sebanyak 90 orang. Uji tes ini menghasilkan 32 butir soal valid dari 50 butir soal dengan nilai validitas 0,209 – 0,588 dan reliabilitas tes sebesar 0,802. Ketiga puluh dua butir tes dapat digunakan untuk mengukur keterampilan berpikir kritis untuk tingkat SMA.</p><p><br />Kata kunci: validitas, reliabilitas, tes, berpikir kritis</p> I Wayan Redhana Copyright (c) 2019 Prosiding Seminar Nasional MIPA 2019-02-08 2019-02-08 8 Variasi Konsentrasi Isolat Bakteri Penambat Nitrogen Non Simbiotik terhadap Pertumbuhan Bayam Cabut (Amaranthus tricolor) https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/semnasmipa/article/view/16728 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) pertumbuhan tanaman bayam cabut (Amaranthus tricolor) dengan pemberian isolat bakteri penambat nitrogen non simbiotik dengan variasi konsentrasi (10%, 20% dan 30%) dan (2) konsentrasi isolat bakteri penambat nitrogen non simbiotik yang paling efektif untuk pertumbuhan tanaman bayam cabut (Amaranthus tricolor). Penelitian ini merupakan penelitian sungguhan (true experimental) dengan desain The Randomized Post Test Only Control Group Design yang dilengkapi dengan rancangan lingkungan yaitu Rancangan Acak Lengkap. Sampel yang digunakan adalah tanaman bayam cabut (Amaranthus tricolor) dengan ciri morfologi yang sama yaitu dengan panjang 1,5 cm dan memiliki daun berjumlah dua helai. Data dianalisis dengan menggunakan uji statistik anava satu arah (Anova One Way). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan pertumbuhan tanaman bayam cabut (Amaranthus tricolor) dengan pemberian bakteri penambat nitrogen non simbiotik dengan variasi konsentrasi dengan nilai F 30,84 serta nilai signifikansi 0,0001 dan (2) isolat bakteri penambat nitrogen non simbiotik yang paling efektif untuk pertumbuhan tanaman bayam cabut (Amaranthus tricolor) adalah konsentrasi 20% dengan rata-rata berat kering 0,35 gram, karena dapat meningkatkan pertumbuhan sebesar 77,14%.</p><p>Kata kunci: Amaranthus tricolor, isolat bakteri penambat nitrogen non simbiotik, pertumbuhan.</p> N P Ristiati N L P M Widiyanti N L K Partati Copyright (c) 2019 Prosiding Seminar Nasional MIPA 2019-02-08 2019-02-08 8 Perendaman Tahu dengan Ekstrak Daun Sereh (Cymbopogon citratus) terhadap Kadar Serum Glutamate Pyruvate Transaminase Tikus Putih (Rattus norvegicus) Galur Wistar Jantan https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/semnasmipa/article/view/16744 <p>Tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis kadar Serum Glutamate Pyruvate Transaminase (SGPT) Rattusnorvegicus galur Wistar jantan setelah diberikan tahu yang direndam menggunakan akuades, formalin dan ekstrak daun sereh dengan variasi konsentrasi 20%, 40%, dan 60% (2) mengetahui konsentrasi ekstrak daun sereh (Cymbopogon citratus) sebagai pengawet alami tahu yang menghasilkan kadar Serum Glutamate Pyruvate Transaminase (SGPT) terendah pada Rattus norvegicusgalur Wistarjantan. Jenis penelitian ini adalah trueexperimental dengan desain the randomized posttest only control group design. Pada penelitian ini terdapat kelompok kontrol positif(formalin), kelompok kontrol negatif (akuades), kelompok perlakuan ekstrak daun sereh 20%, 40% dan 60%. Pemberian pakan berupa pellet tahu dilakukan selama sebulan dengan dosis sebanyak 10% dari berat tubuh Rattusnorvegicus dan pemberian air adlibitum. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) tidak terdapat perbedaan kadar SGPT Rattusnorvegicus galur Wistar jantan setelah diberikan tahu yang direndam menggunakan akuades, formalin dan ekstrak daun sereh dengan variasi konsentrasi 20%, 40%, dan 60% (2) konsentrasi ekstrak daun sereh (Cymbopogon citratus) sebagai pengawet alami tahu yang menghasilkan kadar Serum Glutamate Pyruvate Transaminase (SGPT) terendah pada Rattusnorvegicus galur Wistar jantan yaitu pada konsentrasi 40% dengan rerata kadar SGPT 12,928 μ/l.</p><p>Kata kunci: ekstrak, daun sereh, tahu, serum glutamate pyruvate transaminase.</p> N L P Widiyanti N P Ristiati S Mulyadiharja D A P I U Dewi Copyright (c) 2019 Prosiding Seminar Nasional MIPA 2019-02-08 2019-02-08 8 Wisata Rurung Berorientasi Ergo-Entrepreneurship Dengan Pesona Kampung https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/semnasmipa/article/view/16730 <p>Tujuan penelitian adalah mengetahui implementasi wisata rurung bersih dan hijau berorientasi ergo-entrepreneurship dengan pesona kampung dapat meningkatkan sikap kewirausahaan dan kepedulian masyarakat terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya. Penelitian quasi eksperimental yang dipadukan dengan pendekatan Sistemik, Holistik, Interdisipliner, dan Partisipatore (SHIP) ini melibatkan 32 subjek yang dipilih secara acak bertingkat. Rancangan penelitian menggunakan post test only group design (treatment by subject design). Variabel bebasnya adalah pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan wisata rurung bersih dan hijau berorientasi ergo-entrepreneurship dengan pesona kampung dan variabel tergantung adalah sikap kewirausahaan dan kepedulian terhadap kondisi lingkungan pemukiman. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dengan mencari persentase perubahan dan dilanjutkan dengan uji beda t paired pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) implementasi wisata rurung bersih dan hijau berorientasi ergo-entrepreneurship dapat meningkatkan sikap kewirausahaan masyarakat setempat secara bermakna sebesar 21,61% (p&lt;0,05), (2) implementasi wisata rurung bersih dan hijau berorientasi ergo-entrepreneurship dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kondisi lingkungan pemukiman secara bermakna sebesar 22,47% (p&lt;0,05), dan (3) kendala yang dihadapi terkait dengan implementasi wisata rurung bersih dan hijau berorientasi ergo-entrepreneurship lebih bersifat teknis dan ekonomis yang dapat ditanggulangi melalui program kesadaran (awareness program). Simpulannya adalah implementasi wisata rurung bersih dan hijau berorientasi ergo-entrepreneurship dapat meningkatkan sikap kewirausahaan dan kepedulian masyarakat terhadap kondisi lingkungan pemukiman.</p><p>Kata Kunci: Ergo-entrepreneurship, Pemberdayaan, dan Wisata Rurung</p> I Made Sutajaya I Wayan Sukra Warpala Copyright (c) 2019 Prosiding Seminar Nasional MIPA 2019-02-08 2019-02-08 8 Meningkatkan Sikap Ilmiah Mahasiswa melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (GI) berbasis Lesson Study https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/semnasmipa/article/view/16736 <p>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan sikap ilmiah mahasiswa setelah dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation (GI) berbasis lesson study. Dalam proses pembelajaran sebelumnya, diketahui sikap ilmiah mahasiswa masih rendah, hal ini dibuktikan dengan banyaknya mahasiswa yang salah melakukan prosedur kerja ketika praktikum dan kurang mampu menganalisis data hasil praktikum. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan pada mahasiswa jurusan pendidikan biologi semseter III tahun 2017. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus yang terdiri dari tahap plan, do dan see. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuisioner. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa model pempelajaran kooperatif tipe group investigation (GI) berbasis lesson study dapat meningkatkan sikap ilmiah mahasiswa. Hal ini terbukti dari hasil analisis yang menyatakan bahwa pada siklus I rerata nilai sikap ilmiah mahasiswa sebesar 118,28 yang berada pada kategori tinggi, sedangkan Pada siklus II rerata sikap ilmiah mahasiswa menigkat menjadi 134,96, dari kategori tinggi menjadi kategori sangat tinggi. Meningkatnya sikap ilmiah mahasiswa karna pada setiap sintak model pembelajaran kooperatif tipe group investigation (GI) mahasiswa diberikan kesempatan untuk melatihkan indikator-indikator sikap ilmiah serta mahasiswa mendapat perhatian lebih baik dengan adanya observer ketika proses pembelajaran berlangsung.</p><p>Kata kunci: sikap ilmiah, kooperatif GI, lesson study</p> Ni Putu Sri Ratna Dewi I Made Citra Wibawa Copyright (c) 2019 Prosiding Seminar Nasional MIPA 2019-02-08 2019-02-08 8 Studi Pendahuluan Sebagai Dasar Pengembangan Bahan Ajar IPA Terpadu Berbasis Salingtemas Berorientasi Pendidikan Karakter https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/semnasmipa/article/view/16737 <p>Tujuan pembelajaran IPA pada hakikatnya adalah untuk mengembangkan kemampuan perpikir siswa dan mengembangkan pemahaman konsep-konsep IPA yang bermanfaat dan dapat di terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Saat ini tuntutan kurikulum dalam pembelajaran adalah siswa mampu mengkontruksi pengetahuannya sendiri, memiliki sikap ilmiah serta memiliki karakter yang baik, dan guru hanya sebagai mediator serta fasilitator dalam proses pembelajaran. Menindaklanjuti tuntutan tersebut, faktanya dilapangan dalam proses pembelajaran IPA belum sepenuhnya dapat berjalan sesuai tuntutan kurikulum. Sehingga diperlukan solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut, yaitu dengan mengembangkan bahan ajar IPA terpadu berbasis Salingtemas berorientasi pendidikan karakter. Sebelum melakukan pengembangan bahan ajar tersebut, perlu dilakukan studi pendahuluan dari penelitian utama tentang pengembangan bahan ajar IPA terpadu berbasis salingtemas berorientasi pendidikan karakter untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa. Adapun tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis kebutuhan untuk merancang draft bahan ajar IPA terpadu berbasis salingtemas. Analisis kebutuhan dilakukan melalui studi literatur dan studi lapangan. Studi literatur dilakukan untuk mengumpulkan informasi mengenai kurikulum di sekolah, indikator pemahaman konsep, indikator pendidikan karakter dan metode salingtemas. Studi lapangan dilakukan untuk mengumpulkan informasi mengenai proses pembelajaran, bahan ajar yang digunakan, kendala yang dihadapi guru dalam pelaksanaan pembelajaran IPA dan pemahaman konsep siswa. Hasil penelitian ini memberikan gambaran nyata tentang perlunya pengembangan bahan ajar IPA terpadu berbasis salingtemas berorientasi Pendidikan karakter</p><p>Kata kunci: studi pendahuluan, bahan ajar ipa terpadu, salingtemas</p> Putu Prima Juniartina Ni Luh Pande Latria Devi Copyright (c) 2019 Prosiding Seminar Nasional MIPA 2019-02-08 2019-02-08 8 Analisis Kebutuhan Bahan Ajar Mata Kuliah Etnosains Bagi Calon Guru IPA https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/semnasmipa/article/view/16738 <p>Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kebutuhan bahan ajar mata kuliah Etnosains untuk mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan IPA Universitas Pendidikan Ganesha. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, angket analisis kebutuhan, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) bahan ajar yang digunakan kurang relevan dengan etnosains Bali; dan (2) kesulitan mahasiswa menemukan sumber belajar yang sesuai dengan mata kuliah etnosains. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa perlu dilakukan pengembangan bahan ajar untuk Mata Kuliah Etnosains di Program Studi S1 Pendidikan IPA Universitas Pendidikan Ganesha.</p><p>Katakunci: analisis kebutuhan, bahan ajar, etnosains</p> Putri Sarini Kompyang Selamet Copyright (c) 2019 Prosiding Seminar Nasional MIPA 2019-02-08 2019-02-08 8 Pengaruh Sterilisasi Terhadap Kadar Unsur Hara Limbah Cair Tambak Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/semnasmipa/article/view/16739 <p>Limbah cair yang dihasilkan pada kegiatan budidaya udang vaname, selain mengandung unsur hara, juga mengandung kontaminan berupa zooplankton dan diatom yang mengganggu pertumbuhan Chlorella sp. sehingga diperlukan sterilisasi limbah untuk mengurangi resiko kontaminasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas perlakuan sterilisasi terhadap kadar unsur hara pada limbah cair tambak udang vaname. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental dengan 2 perlakuan, yaitu limbah tidak steril (perlakuan A) dan limbah steril (perlakuan B). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan sterilisasi efektif digunakan untuk mengurangi jumlah kontaminan. Kadar unsur hara pada perlakuan A adalah 38,7650 mg/l C organik; 0,4570 mg/l N; 0,3800 mg/l P; 6,3380 mg/l K; 1,5307 mg/l Fe; 38,8920 mg/l Na; 0,0232 mg/l Cu; 0,0138 mg/l Zn; dan 0,0106 mg/l Mg. Kadar unsur hara pada perlakuan B adalah 42,8087 mg/l C organik; 0,4850 mg/l N; 0,4140 mg/l P; 6,9640 mg/l K; 1,6250 mg/l Fe; 40,4160 mg/l Na; 0,0247 mg/l Cu; 0,0154 mg/l Zn; dan 0,0118 mg/l Mg. Kadar unsur hara pada perlakuan B lebih tinggi dibandingkan kadar unsur hara pada perlakuan A sehingga apabila digunakan untuk menumbuhkan Chlorella sp. maka pertumbuhannya akan lebih baik pada perlakuan B dibandingkan dengan perlakuan A.</p><p>Kata kunci: kontaminan, sterilisasi, limbah steril</p> Sartika Tangguda I Nyoman Dodik Prasetia Copyright (c) 2019 Prosiding Seminar Nasional MIPA 2019-02-08 2019-02-08 8 Persepsi dan Partisipasi Masyarakat terhadap Pengelolaan Terumbu Karang di Pulau Lembongan, Bali https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/semnasmipa/article/view/16740 <p>Ekosistem terumbu karang Pulau Lembongan memiliki nilai sangat penting bagi kehidupan masyarakat. Pemanfaatan terdiri dari kegiatan: perikanan tangkap; budidaya perairan; perhubungan; dan pariwisata. Tingginya pemanfaatan kawasan terumbu karang dapat menurunkan daya dukung lingkungan. Beberapa indikator ke arah penurunan kualitas dan kuantitas terumbu karang adalah: 1. Pemanfaatan kawasan terumbu karang yang berlebihan; 2. Kegiatan pariwisata yang tidak ramah lingkungan; 3. Kegiatan investasi yang tidak sehat; dan 4. Perebutan kawasan pesisir antar stakeholder. Penelitian bertujuan untuk mengetahui persepsi dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan kawasan terumbu karang. Penelitian dilakukan dengan penyebaran kuisioner dan wawancara. Penelitian menunjukkan masyarakat Pulau Lembongan menyadari terumbu karang memberikan manfaat terhadap kehidupan seperti: terumbu karang sebagai rumah ikan dan karang berfungsi memecah gelombang. Persepsi masyarakat terhadap kondisi karang 10 tahun yang lalu dengan sekarang adalah terjadinya penurunan dalam kuantitas dan kualitas. Tingkat pastisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan dalam kategori tinggi, dimana: 1) masyarakat menyatakan siap melakukan upaya pelestarian lingkungan; dan 2) masyarakat ingin terlibat aktif dalam pelestarian lingkungan. Hal ini menunjukkan masyarakat menyadari ada kaitan antara karang dengan kehidupan masyarakat.</p><p>Kata kunci: terumbu karang, masyarakat Pulau Lembongan, persepsi dan partisipasi</p> I Nyoman Dodik Prasetia . Supriharyono Sutrisno Anggoro Lachmuddin Sya’rani Copyright (c) 2019 Prosiding Seminar Nasional MIPA 2019-02-08 2019-02-08 8 Diversitas Spesies Ikanpada Ekosistem Pesisir Desa Pacung Kabupaten Buleleng Bali https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/semnasmipa/article/view/16741 <p>Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui diversitas ekosistem pesisir Desa Pacung Kecamatan Tejakula Buleleng, Bali. Hal tersebut berkaitan dengan pencadangan desa tersebut untuk RZWP3K (Rencana Zonasi Wilayah Perairan dan pulau-pulau Kecil) di kawasan perairan Kabupaten Buleleng. Hasilnya akan menjadi bahan pertimbangan untuk mengambil keputusan zonasi wilayah perairan. Metode yang digunakan mengambil data dibagi 2 yaitu wawancara dan untuk data bawah air digunakan tehnik penyelaman, videografi dan fotografi. Pengambilan data dilakukan pada 18 stasiun di bulan Maret 2018. Jumlah ikan yang berhasil diidentifikasi adalah 73 spesies. Jumlah tersebut berasal dari 10 ordo yaitu Callionimiformes, Gobiiformes, Perciformes, Pleuronectiformes, Scombriformes, Scorpaeniformes, Tetraodontiformes dan Trachiniformes. Ordo yang mendominasi adalah Perciformes, sebesar 80,2%. Delapan ordo ikan yang teridentifikasi berasal dari kawasan dengan tutupan terumbu karang yang rendah.</p><p>Kata Kunci: Diversitas, Ikan, Ordo, Perciformes, Pacung</p> Gede Iwan Setiabudi Gede Merta Maria Niken Tri Ubaya Sakti I Putu Mangku Mariasa Copyright (c) 2019 Prosiding Seminar Nasional MIPA 2019-02-08 2019-02-08 8 Studi Tentang Keanekaragaman dan Kemelimpahan Endopsammon pada Berbagai Ragam Corak Habitat dalam Kawasan Taman Nasional Bali Barat https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/semnasmipa/article/view/16742 <p>Seperti halnya endopsammon di kawasan lainnya, maka endopsammon yang hidup dalam kawasan Taman Nasional Bali Barat diduga sangat dipengaruhi oleh corak habitat yang beragam di dalam lingkungan laut kawasan Taman Nasional Bali Barat. Terkait dengan itu, maka dilakukan penelitian untuk mengetahui apakah keragaman corak habitat di dalam Taman Nasional Bali Barat mempengaruhi keanekaragaman dan kemelimpahan endopsammon yang hidup disana. Dalam penelitian ini sampel endopsammon diambil pada 25 stasiun yang mana masing-masing stasiun mewakili satu corak habitat. Untuk mendapatkan data jenis endopsammon yang ada di dalam substrat pasir dan lumpur, dilakukan langkah-langkah ; a) pengambilan sampel substrat dengan menggunakan core ; b) ekstraksi endopsammon dengan menggunakan teknik pembasuhan ; c) pengawetan dengan formalin 4 % dan pewarnaan spesimen dengan rose bengal, dan : d) pengamatan mikroskopik dan identifikasi jenis. Analisis data dilakukan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif, deskriptif kualitatif, dan uji statistik. Adapun hasil dari penelitian ini adalah ; a) keanekaragaman endopsammon tertinggi ditemukan di stasiun 22 (nilai H’ = 3,6844, jumlah spesies = 54) ; b) keanekaragaman endopsammon terendah ditemukan di stasiun 8 (nilai H’ = 2,4772, jumlah spesies = 16) ; c) kemelimpahan endopsammon tertinggi ditemukan di stasiun 2 (jumlah individu = 220) ; d) kemelimpahan endopsammon terendah ditemukan di stasiun 20 ( jumlah individu = 29) ; e) corak habitat memiliki pengaruh signifikan terhadap keanekaragaman endopsammon (p = 0,000, F = 77,17) ; f) corak habitat memiliki pengaruh yang siginifikan terhadap kemelimpahan endopsammon (p = 0,000, F = 237,14).</p><p>Kata Kunci = Endopsammon, Keanekaragaman, Kemelimpahan, Corak Habitat.</p> Ida Bagus Jelantik Swasta Copyright (c) 2019 Prosiding Seminar Nasional MIPA 2019-02-08 2019-02-08 8 Miskonsepsi Jenis Masalah Dalam Pembelajaran Menggunakan Pendekatan PMRI https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/semnasmipa/article/view/18467 <p class="AbstractTitle">Abstrak</p><p class="AbstractTitle">Makalah ini adalah studi kasus yang bertujuan untuk menilai jenis kesalahan yang terjadi dalam penelitian berlabel Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) yang digunakan di skripsi yang disusun oleh mahasiswa di lingkungan Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja-Bali. Kata “realistik” pada pendekatan PMRI ini sering disalahartikan sebagai “<em>real world</em>” atau dunia nyata. Sehingga dalam penerapannya baik dalam penyusunan materi ajar dan perangkat pembelajaran, haruslah selalu menggunakan masalah sehari-hari. Padahal, arti kata “realistik” itu sendiri tidak hanya memiliki keterkaitan dengan dunia nyata tetapi lebih ditekankan pada suatu situasi yang dapat dibayangkan siswa. Selain itu, masalah-masalah dalam pendekatan PMRI haruslah memenuhi karakteristik dan prinsip dari pendekatan PMRI. Data dikumpulkan dengan studi literature dengan memilih subjek yang sesuai dan kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Dari analisis yang dilakukan diketahui bahwa jenis kesalahan konsep PMRI yang dipahami oleh peneliti umumnya seragam. Sebagai penutup, makalah ini juga memberikan rekomendasi pembelajaran dengan menggunakan PMRI yang sesuai dengan prinsip dan karakteristiknya</p><p class="AbstractTitle"> </p><p class="AbstractTitle">Kata kunci: Miskonsepsi, Pendidikan Matematika Realistik Indonesia, Masalah</p><p class="AbstractTitle"> </p><p align="center"><strong>Abstract </strong></p><p>This paper is a case study which aimed to evaluate the misconception occurred in the research using Realistic Mathematics Education (RME) approach that conducted by the students of Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja-Bali. The word “realistic” usually be understood as a real word— a reality. Meanwhile, the emphasize is not the existence of it in reality, but how can students imagine it and connect it to their prior knowledge. Moreover, the problems should be following the characteristics and principals of RME approach.</p><p> </p>Keywords : misconception, Indonesia Realistics Mathematics Education, problem Putu Suri Nadiana Ratih Ayu Apsari Copyright (c) 2019 Prosiding Seminar Nasional MIPA 8