Manajemen Repositori Ilmiah Nasional (Studi Kasus Di Repositori, Multimedia, Dan Penerbitan Ilmiah – Badan Riset Dan Inovasi Nasional)

Manajemen Repositori Ilmiah Nasional (Studi Kasus Di Repositori, Multimedia, Dan Penerbitan Ilmiah – Badan Riset Dan Inovasi Nasional)

Authors

  • Geby Gaprilia Padjadjaran University

Keywords:

BRIN, Dataverse, Repositori, RIN, RMPI

Abstract

MANAJEMEN REPOSITORI ILMIAH NASIONAL

(STUDI KASUS DI REPOSITORI, MULTIMEDIA, DAN PENERBITAN

ILMIAH – BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL)

GEBY GAPRILIA1 , DIAN SINAGA2 ,

Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi, Fakultas Ilmu Komuikasi

Universitas Padjadjaran

geby18001@mail.unpad.ac.id diansinaga40@gmail.com fitri.perdana@unpad.ac.id

ABSTRAK

Penelitian ini membahas mengenai Manajemen Repositori Ilmiah Nasional (RIN) sebagai media preservasi data

penelitian dan diseminasi informasi. Tujuan dari penelitian untuk menjelaskan proses manajemen pengelolaan

RIN berdasarkan empat fungsi manajemen yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan

pengawasan. Metode yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh

berdasarkan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa

pembangunan RIN bertujuan untuk membangun kesadaran peneliti tentang pentingnya pengelolaan data ilmiah

dan untuk memenuhi UU Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nomor 11 Tahun 2019 mengenai

kebijakan serah simpan data penelitian di Indonesia. Tahapan perencanaan RIN terdiri dari penyusunan

kebijakan, perencanaan sumber daya manusia, perencanaan sarana prasarana, hingga terpilihnya Dataverse.

Pengorganisasian menggunakan fungsi kolaborasi antar SDM yang memiliki fungsi dan peranan masing

masing, serta dilakukan kerja sama antar lembaga, bimbingan teknis, sosialisasi kepada pihak pengguna untuk

memperkenalkan infrastruktur RIN. Pelaksanaan layanan RIN sudah cukup baik dengan tersedianya Service

Level Agreement, mesin pencari, dan kebijakan bagi penggunanya. Sedangkan untuk pengawasan dilakukan

oleh data manajer tiap lembaga sehingga RMPI hanya sebagai penyedia infrastruktur saja. Proses pengawasan

dilakukan dengan mengecek dan melengkapi metadata agar memudahkan dalam temu kembali.

Kata kunci: BRIN, Dataverse, Repositori, RIN, RMPI

ABSTRACT

This study discusses the management of the National Scientific Repository (RIN) as a media for research data

preservation and information dissemination. The aim of this study is to explain the RIN management process

which is reviewed through four management functions which include planning, organizing, actuating, and,

controlling. The method used is a qualitative research method with a case study approach. Data was obtained

through observation, interviews, documentation studies. The results of this study indicate that the development

of the RIN aims to build researchers’ awareness about the importance of scientific data management and to

comply with Law Number 11 of 2019 on the National System of Science and Technology regarding the

regulation to hand over the primary data of their research in Indonesia. RIN planning stages consist of policy

formulation, human resource planning, infrastructure planning, until Dataverse is selected. In organizing used

collaboration function between staff who have their respective functions and roles, as well as collaboration

21between institutions, technical guidance, socialization to users to introduce RIN infrastructure. The

implementation of RIN has been well with the availability of Service Level Agreements, search engines, and

policies for users. The controlling stages are carried out by the data manager of each institution so that RMPI is

only an infrastructure provider. The monitoring process is carried out by checking and completing metadata to

facilitate data retrieval.

Keywords: BRIN, Dataverse, Repository, RIN, RMPI

References

Crow, R. (2002). The case for institutional repositories: a SPARC position paper.

Lynch, C. A. (2003). Institutional repositories: Essential infrastructure for scholarship in the digital age. Portal: Libraries and the Academy, 3(2), 327–336.

Nashihuddin, W., Yudhanto, S., Surapermana, A. S., & Rishadi, R. (2020). Manajemen Data Penelitian Dengan Dataverse: Best Practice Pustakawan Menggunakan Sistem Repositori Ilmiah Nasional LIPI. LIBRARIA: Jurnal Perpustakaan, 7(2), 331. https://doi.org/10.21043/libraria.v7i2.6508

Pemerintah Republik Indonesia. (2007). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan.

RIN Data Repository. (2019). Diakses melalui http://rin.lipi.go.id/ pada 22 Maret 2022.

Riyanto, S. dkk. (2020). Kebijakan Pengelolaan Repositori Ilmiah Nasional. 1–22. Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah LIPI.

Roy, B. K., Biswas, S. C., & Mukhopadhyay, P. (2012). An analytical study of institutional digital repositories in India. Library Philosophy and Practice, 1(1), 1–13.

Sutedjo, M. (2014). Pengelolaan repositori perguruan tinggi dan pengembangan repositori karya seni. Seminar Nasional Digital Local Content: Strategi Membangun Repository Karya Seni,” Di GKU FSR ISI Yogyakarta, 1–15.

Terry, G. R. (2007). Dasar-Dasar Manajemen. Jakarta: Bumi Aksara.

Uzwyshyn, R. (2016). Research Data Repositories. Scholars Portal, April, 18–22.

Published

2023-02-23

Issue

Section

Articles