Dari Relasi Menjadi Pelanggan (Studi Kasus Jaringan Sosial Pelepas Uang di Kabupaten Semarang)
DOI:
https://doi.org/10.23887/ijssb.v3i2.17586Keywords:
Pemberi Pinjaman Uang, Karakteristik Jaringan, Jejaring Sosial, Karakteristik InteraksionalAbstract
Pemberi pinjaman uang sebagai entitas sosial menggunakan jaringan sebagai salah satu modal dalam menjalankan bisnisnya. Jejaring sosial dirasakan memiliki peran penting dan sentral dalam rangka memahami bisnis yang dijalankan oleh rentenir. Studi ini akan melihat peran dimensi karakteristik jejaring sosial dalam bisnis yang mengeluarkan uang. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk melihat interaksi jaringan yang dimiliki oleh rentenir dalam upaya membangun, mengembangkan, dan mempertahankan keberlanjutan bisnis mereka. Metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus digunakan dalam penelitian ini bersama dengan perspektif karakteristik teori jaringan sosial dari James Clyde Mitchell. Akibatnya, dalam bisnis pelepasan uang, hubungan transaksi peminjaman dengan jaminan ATM dan kendaraan bermotor menjadi dimensi konten dari karakteristik jaringan sosial. Sementara itu, dimensi arahan ditunjukkan oleh konsep “gethok tular” timbal balik atau dua arah dalam hubungan pelanggan. Dimensi frekuensi ditunjukkan oleh interaksi yang terjadi secara teratur pada saat-saat tertentu, ketika pelanggan menerima gaji, tahun ajaran baru, dan mendekati liburan. Memberikan toleransi pembayaran pinjaman adalah dimensi daya tahan, sedangkan dimensi intensitas ditunjukkan oleh perubahan dalam hubungan dengan pelangganReferences
Agusyanto, R. (2007). Jaringan sosial dalam organisasi. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Budiarti, M. (2016). Jaringan Sosial Kebertahanan Kegiatan Usaha Industri Kecil di Desa Sukamaju Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung. AdBispreneur, 1(3), 221–230. Retrieved from http://download.garuda.ristekdikti.go.id/article.php?article=499281&val=10234&title=JARINGAN SOSIAL KEBERTAHANAN KEGIATAN USAHA INDUSTRI KECIL DI DESA SUKAMAJU KECAMATAN MAJALAYA KABUPATEN BANDUNG
Bukhari. (2017). Pedagang Kaki Lima (PKL) dan Jaringan Sosial: Suatu Analisis Sosiologi. Jurnal Sosiologi USK, 11(1), 76–88. Retrieved from http://www.jurnal.unsyiah.ac.id/JSU/article/view/10091
Creswell, J. W. (2013). Research Design Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed (3rd ed.). Yogyakarta: PUSTAKA PELAJAR.
Damsar. (2016). Pengantar Sosiologi Ekonomi. Jakarta: Kencana.
Erianjoni, & Ikhwan. (2012). Pola dan Jaringan Prostitusi Terselubung di Kota Padang. Humanus, 11(2), 59–87. Retrieved from http://ejournal.unp.ac.id/index.php/humanus/article/view/2155
Field, J. (2010). Modal Sosial. Bantul: Kreasi Wacana.
Fitriyani, N. (2015). Studi Tentang Jaringan Sosial Di Dalam Simpan Pinjam Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (Pnpm-Mp) Di Desa Mata Air Kecamatan Kaubun (Nurul Fitriyani). Sosiatri Sosiologi, 3(3), 125–134. Retrieved from http://ejournal.sos.fisip-unmul.ac.id/site/?p=794
Hardiyanti, O. (2014). Analisis Pemanfaatan Jaringan Sosial Centre for Orangutan Protection ( Cop ) Di Kalimantan Dalam Upaya Penyelamatan Orangutan. E-Journal Ilmu Sosiatri, 2(1), 1–14. Retrieved from http://ejournal.sos.fisip-unmul.ac.id/site/wp-content/uploads/2014/02/Jurnal Format (02-22-14-07-40-40).pdf
Harini, N. D. (2012). Dari Miyang ke Longlenan: Pengaruh jaringan sosial pada transformasi masyarakat nelayan. Jurnal Komunitas, 4(2), 178–190. Retrieved from https://doi.org/10.15294/komunitas.v4i2.2413
Haryono, T. J. S. (2007). Jaringan Sosial Migran Sirkuler: Analisis tentang Bentuk dan Fungsi. Masyarakat, Kebudayaan Dan Politik, 20(2). Retrieved from http://www.journal.unair.ac.id/filerPDF/Jaringan Sosial Migran Sirkuler.pdf
Hertanto, D., Sugiyanto, S., & Safitri, R. (2016). Analisis Struktur Jaringan Komunikasi dan Peran Aktor Dalam Penerapan Teknologi Budidaya Kentang (Petani Kentang Desa Ngantru Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang). Habitat, 27(2), 55–65. https://doi.org/10.21776/ub.habitat.2016.027.2.7
Kabo, F. W., Davis, G. F., & Wineman, J. D. (2008). Spatial and Social Networks in Organizational Innovation. Environment and Behavior. Retrieved from https://doi.org/10.1177%2F0013916508314854
Lawang, R. M. Z. (2004). Kapital Sosial dalam Perspektif Sosiologik. Jakarta: FISIP UI PRESS.
Manzilati, A. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif: Paradigma, Metode dan Aplikasi. Malang: Universitas Brawijaya Press.
Mitchell, J. C. (1974). Social Networks. Annual Review of Anthropology, 3, 279–299.
Moleong, L. J. (2006). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Munthe, T. L. (2018). Pertukaran Sosial dan Hubungan Kerabat Antar Pedagang Pakaian Bekas di Pasar Senggol Kota Dumai. JOM Fisip, 5(1), 1–15. Retrieved from https://jom.unri.ac.id/index.php/JOMFSIP/article/view/19893
Mutiar, I. R., Sumarti, T., & Satria, A. (2018). Tindakan Rasional dan Strategi Berjejaring Rumah Tangga Nelayan Kecil. Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan, 6(1), 32–39. Retrieved from http://journal.ipb.ac.id/index.php/sodality/article/view/21206/14511
Nur Islami, E. M. (2016). Analisis Jaringan Sosial Pasar Sunday Morning (Sunmor) di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Jurnal Media Wisata, 14(November), 415–425. Retrieved from http://amptajurnal.ac.id/index.php/MWS/article/viewFile/180/110
Pamungkas, D. (2018). Social Networks Among Small-Scale Fishermen in Cilincing As a Strategy to Dealing With Uncertainty in Finding Fish Resources. Komunitas: International Journal of Inconesian Society and Culture, 10(1). https://doi.org/10.15294/komunitas.v9i1.12643
Parasmo, T. H., & Utami, D. (2017). Jaringan Sosial Pedagang Barang Antik di Kota Surabaya (Studi Deskriptif Kualitatif Tentang Pedagang Klithikan Barang Antik di Jalan Bodri Kota Surabaya). Paradigma, 5(3). Retrieved from http://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/paradigma/article/view/21828
Purba, K. ., Syahlani, S. ., Haryadi, F. ., Andarwati, S., & Putra, A. R. . (2018). Analisis Model Jaringan Sosial Rantai Pemasaran Telur Ayam Ras di Yogyakarta. Jurnal Sain Peternakan Indonesia, 13(3), 295–302. Retrieved from https://ejournal.unib.ac.id/index.php/jspi/article/view/3943
Runturambi, A. J. S. (2017). Pentingnya Analisa Jaringan Sosial dalam Menelusuri Budaya Menyimpang di Lembaga Pemasyarakatan. Deviance, Jurnal Kriminologi, 1(1), 1–12. Retrieved from https://journal.budiluhur.ac.id/index.php/deviance/article/view/588
Safitri, Y. M., & Wahyuni, E. S. (2013). Jaringan Sosial dan Strategi Adaptasi Tenaga Kerja Migran Asal Lampung Di Desa Jayamukti, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan, 01(01), 64–77. Retrieved from file:///C:/Users/Owner/Downloads/9391-26835-2-PB.pdf
Setiawati, S. (2016). Jaringan Sosial Organisasi Lesbian, Bisexual Dan Transgender: Studi Kasus Organisasi Ardhanary Institute Di Jakarta. Jurnal Antropologi, 18(2), 153–171. Retrieved from http://jurnalantropologi.fisip.unand.ac.id/index.php/jantro/article/view/64
Sulistiawati, A., Lubis, D. P., & Mulyani, E. S. (2014). Analisis Jaringan Sosial Dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tani Berkah. Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan, 02(02), 76–82. https://doi.org/http://doi.ieeecomputersociety.org/10.1109/ESIAT.2009.361
Usman, S. (2018). Modal Sosial (1st ed.). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.