KONSEP RELASIONALITAS DALAM PEPATAH “MODHO NE’E HOGA, MEKU NE’E DOA” DALAM TERANG FILSAFAT ARMADA RIYANTO

Penulis

  • Alkuinus Ison Babo STFT WIDYA SASANA MALANG

DOI:

https://doi.org/10.23887/jabi.v4i2.53470

Abstrak

Abstrak

Fokus studi ini adalah mengkaji terkait dengan salah satu kebudayaan Nagekeo yakni pepatah. Pepatah merupakan suatu kearifan lokal yang di dalamnya memuat nilai moral dan pesan-pesan penting dalam mewarnai kehidupan bermasyarakat. Kajian ini bertujuan untuk mengakrabi tradisi pepatah sesuai dengan pergulatan keseharian hidup orang Nagekeo. Bahwasannya orang Nagekeo hidup sesuai dengan tradisi yang mengarahkannya pada kesadaran akan relasi dengan sesama sebagai makhluk sosial. Dalam mengarungi hidup pun individu membutuhkan peranan sesama di sekitar untuk menjalin persatuan, kerja sama, persaudaraan, gotong royong dan nilai-nilai kemanusiaan yang memiliki orientasi dan motivasi untuk kebaikan bersama. Metodologi yang digunakan dalam studi ini menggunakan penelitian kepustakaan. Studi tersebut didialogkan pula dengan filsafat relasionalitas Armada Riyanto. Filsafat tersebut mengungkapkan bahwa manusia pada hakekatnya adalah makhluk yang memiliki kesadaran untuk membangun relasi dengan sesama. Kontribusi studi ini adalah memberi pemahaman bahwa penghargaan terhadap sesama merupakan hal yang urgen terutama bagi masyarakat Indonesia yang dikenal sebagai bangsa heterogen.

 

Kata Kunci: Relasionalitas; Pepatah; Intersubjektif; dan Budaya Nagekeo.

Diterbitkan

2023-04-01

Cara Mengutip

Alkuinus Ison Babo. (2023). KONSEP RELASIONALITAS DALAM PEPATAH “MODHO NE’E HOGA, MEKU NE’E DOA” DALAM TERANG FILSAFAT ARMADA RIYANTO. Jurnal Adat Dan Budaya Indonesia, 4(2), 52–63. https://doi.org/10.23887/jabi.v4i2.53470

Terbitan

Bagian

Articles