SENTRIPETALISME KEBUDAYAAN LOKAL PADA KOMUNITAS KRISTEN DI DESA TUKA BADUNG BALI 1930-AN

Authors

  • Ni Made Rai Sinta Danasuari Putri SMA N 5 Denpasar

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang inkulturisasi dan adanya kecenderungan sentripetal kebudayaan Bali melalui praktik missie pada masyarakat Tuka, Badung Bali periode 1930-an. Sebelumnya, melalui agenda zending, sebagian kecil masyarakat Tuka berhasil dikristenkan. Namun melalui beberapa pertimbangan, sebagai akibat interaksi yang intens antara orang-orang Tuka dengan para pastur menyebabkan peralihan agama dari Kristen ke Katolik. Orang-orang Tuka selanjutnya menjadi pelopor Katolik awal di Bali di tengah pembatasan aktivitas missie dan zending karena adanya pemberlakuan Balisering oleh Pemerintah Kolonial Belanda. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah. Tahap heuristik untuk mengumpulkan data-data lapangan. Tahap kritik untuk melakukan kodifikasi data. Tahap interpretasi menghasilkan tafsiran awal tentang pola narasi sejarah yang dibangun. Terakhir tahap historiografi yakni aktivitas menuliskan data menjadi cerita sejarah. Tahap ini akan menggunakan pola penulisan sejarah tematik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa moderatnya sikap keagamaan yang ditunjukkan penginjil Katolik tentang kebebasan dalam mengekspresikan nilai agama tanpa perlu membatasi kebudayaan lokal menyebabkan empati dari orang-orang Tuka. Akibatnya, mereka beralih menjadi Katolik meskipun sebelumnya telah menganut agama Kristen. Praktik missie di desa Tuka mengijinkan masyarakat penganutnya untuk bisa mengekspresikan nilai-nilai kebalian dalam wujud bahasa, ritual agama, pakaian, dan arsitektur.

Downloads

Published

2022-10-19