Analisis Kebutuhan dalam Pengembangan Model Pendidikan Multikultur Transsformatif dalam Pembelajaran PPKn dan IPS di Sekolah Dasar
DOI:
https://doi.org/10.23887/jere.v1i3.12017Abstract
Tujuan umum dari penelitian ini adalah: mengembangkan materi dan model pendidikan multikultur dalam pembelajaran PPKn dan IPS di SD. Penelitin ini menggun desain penelitian dan pengembangan (research and development), yang dilaksan selama 3 (tiga) tahun, mulai dari tahun 2017 – tahun 2009. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) sekolah dan guru telah memiliki kesiapan yang cukup signifikan untuk dilibatkan dalm pengembangan model pendidikan multikultur, (2) pengorganisasian materi pendidikan multikultur saat ini masih terintegrasi dengan materi PKn dan IPS, (3) penilaian yang saat ini dikembangkan oleh guru lebih mengacu pada penilaian produk atau hasil belajar dengan menggun tes tertulis bentuk uraian dan isian singkat, (4) hambatan utama guru dalam membelajarkan pendidikan multikultur adalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan mereka tentang model-model pendidikan multikultur dan terbatasnya media pembelajaran, dan (5) model konseptual pendidikan multikultur yang dikembangkan dalam penelitian ini struktur isi materinya tidak disusun berdasarkan struktur isi disiplin ilmu, melainkan sejauh memiliki relevansi dengan struktur internal siswa yang dibangun dari hasil pengalaman-pengalaman personal dan sosiokulturalnya di dalam kehidupan masyarakat, yang mencakup: (1) konsepsi sosial, (2) konsepsi kultural, dan (3) konsepsi personal dalam balutan mata pelajaran IPS dan PKn.References
Appiah, K. A. (1994). Identity, Authenticity, Survival: Multicultural Societies and Social Reproduction. Dalam Amy Gutmann (Ed), Multiculturalism. Princeton, Ney Jersey: Princeton University Press.
Asyar’i, L. (2004). Membebaskan Diri dari Keterikatan Lokal. Kompas, Tanggal 3 September 2004.
Banks, J. and Banks. (1995). Teaching strategies for ethnic studies. Boston: Allyn and Bacon.
Banks, J. (1995). Multicultural Education. available at. www.multiculturalism.com. Akses 21/08/2006
Bunyamin, S. (2004). Kesiapan guru PPKn mengembangkan pendidikan nilai-nilai kejuangan. (Disertasi). Bandung: PPS UPI
Boyer, E. L. (2000). Civic education for responsible citizen. Educational Leadership, 48-Nov, 4-9.
Dodd, C. H. (1998). Dynamics of Intercultural Communication (Tifth Edition). New York: McGraw-Hill.
Educational for Democracy Project. (2002). Education for democracy. American Federation of Teachers, 313 (5), 57-62.
Fadjar, A. M. (2004). Holistika Pemikiran Pendidikan. Jakarta: Radja Grafindo Persada.
Hasan, S.H. (2005). Pembaharuan Pendidikan IPS di Era Otonomi Pendidikan. (Makalah). Disajikan dalam seminar sehari Fakultas PIPS IKIP Negeri Singaraja. Singaraja: FPIPS IKIP Negeri Singaraja.
Heller, C. & Hawkins, J. (1994). Teaching tolerance: Notes from the front line. Teachers College Record, Number 95. page 337-368.
Hidayat, Eddy M. (1997). Pendidikan Sains untuk Kelompok Multi Etnis. Mimbar Pendidikan (1) Tahun XVI 1997.
Jandt, F.E. (1998). Intercultural Communication, An Introduction (Second Edition). Thousand Oaks, California: SAGE Publication, Inc.
Jannes, E. W. (2001). Konflik Antar Etnis, Ujian Bagi Budaya Lokal. Kompas, 21 Maret 2001.
Katryn, R. (2000). Ketegangan Anta Etnis, Orang Bugis dan Masalah ”Penjelasan”. Jurnal Antropologi Indonesia, Nomor 63 Tahun XXXIV, September – Desember, 2000.
Kertih, W. (2005). Analisis Kurikulum IPS dan PPKn Sekolah Dasar. (Laporan Penelitian). Singaraja: Singaraja: Lembaga Penelitian IKIP Negeri Singaraja
Kurikulum PPKn SD 2004. (2004). Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional, Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah.
Lasmawan, W. (2004). Pengembangan model pendidikan berdemokrasi dalam pembelajaran PPKn di Sekolah Dasar. (Laporan Penelitian). Singaraja: Lembaga Penelitian IKIP Negeri Singaraja
Lasmawan, W. (2005). Nasionalisme dikalangan masyarakat pedesaan (studi eksploratif pendidikan politik oleh partai politik di Kecamatan Kintamani – Bangli). (Laporan Penelitian). Singaraja: Lembaga Penelitian IKIP Negeri Singaraja
Mahfud, A. (2004). Model pengorganisasian materi IPS di SMU (Studi kebij dalam konteks pendidikan sekolah). (Laporan Penelitian). Palu: Lemlit UNTAD.
Maria, H. (2001). Asimilasionisme vs Multikulturalisme. Kompas, 14 Maret 2001.
McCarthy, C. (1994). Multicultural discourses and curriculum reform: A critical perspective. Educational Theory, number 44-vol.1, page 81-83.
Moultry, M. (1988). Multicultural education among seniors in the College of Education at Ohio State University. Educational Research, 45 (2). 124-126.
NCSS. (2004). Science-Technology-Society (STS) in Social Studies: Position Paper. Washington DC: NCSS.
NCSS. (2005). Guidelines for Teaching About Science/Technology/Society in Social Studies: Education for Citizenship in the 21st Century. (On line). Available at http://www.uow.edu.au/sts/ ncss/pubs/00nvt.html.
O’Sulivan, 1994) T. (Ed). (1994). Key Concept in Communication Cultutal Studies. New York: Routledge, Pub.
Pelly, U. (1999). Akar Kerusuhan Etnis di Indonesia. Jurnal Antropologi Indonesia, Tahun XXIII, Nomor 58, Januari-April, 1999.
Rahardjo, T. (2005). Menghargai Perbedaan Kultural: Mindfulness dalam Komunikasi Antar Etnis (Editor: Mu’amma Ramadhan). Yogjakarta: Pustaka Pelajar.
Schement, J. R. (2002). Encyclopedia of Cpmmunication and Information (Volume 1). New York: McMilland Reference.
Sharon Lee. (1994). Social Studies in a Global Society. America, Canada: Delmar Publishing Inc.
Shaver, J. P. (1991). Handbook of research on social studies teaching and learning. New York, NY: McMilland Publishing Company.
Somantri, N. (2004). Menggagas pembaharuan pendidikan IPS. Bandung: Rosdakarya.
Sumantri, E. (2001). Desentralisasi Pendidikan dan Wacana Demokrasi dalam Konteks Pendidikan Nasional (Makalah). Disajikan pada Seminar Sehari Lembaga Penelitian UPI Bandung. Bandung: PPS UPI.
Suparlan, P. (2002). Masyarakat Majemuk dan Perawatannya. Jurnal Antropologi Indonesia, Nomor 63. Tahun XXIV, September – Desember, 2002.
Tilaar, H.A.R. (2004). Multikulturalisme Tantangan-tantangan Global Mada Depan dalam Transpormasi Pendidikan Nasional. akarta: Grassindo.
Ting-Toomey, S. (1999). Communicating Across Cultures. New York: The Guilford Prublications, Inc.
UNESCO. (1999). Education for international understanding and peace in Asia and the Fasific. Ichon & Kyongju: Korean National Commission for UNESCO.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors who publish with the Journal of Evaluation and Research in Education (JERE) agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal the right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work. (See The Effect of Open Access)