OKO MAMA: TANDA PEMAAFAN YANG BERBASIS KEARIFAN LOKAL TIMOR

Dytharia Grace Kamengon, Jacob Daan Engel, Wahyuni Kristinawati

Abstract


Oko mama merupakan satu kearifan lokal yang dihidupi oleh masyarakat Timor Amarasi. Ketika menyelesaikan masalah dengan tidak membawa oko mama, maka akan adanya penolakan, tidak bersedia untuk menyelesaikan masalah, perasaan marah, perasaan tidak dihargai, dan munculnya emosi negatif yang lain, bahkan bisa memperbesar masalah tersebut serta menjadi bahan perbincangan masyarakat. Tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan bentuk budaya oko mama dan ritualnya, serta dinamika pemaafan menggunakan budaya oko mama dalam konteks permasalahan yang terjadi Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Hasilnya ialah oko mama menjadi acuan pertama atau stimulus bagi seseorang untuk masuk dan menghadirkan situasi yang baik bagi orang lain dan ritual-ritual yang dilakukan menjadi pendukung untuk mencapai pemaafan. Selain itu, budaya ini menampilkan aspek emosional, kognisi dan interpersonal. Kesimpulannya, oko mama bisa menjadi satu simbol budaya dan rangkaian ritualnya membantu seseorang dalam mengelola aspek emosional, kognisi dan interpersonal. Meskipun demikian, ditemukan bahwa proses penyelesaian masalah yang dilakukan hanya difokuskan untuk memperbaiki hubungan interpersonal dan terdapat beberapa proses terkait dengan budaya oko mama yang juga diabaikan atau tidak digunakan.


Keywords


Oko Mama; Pemaafan; Kearifan Lokal

References


Astuti, W., & Marettih, A. K. E. (2018). Apakah Pemaafan Berkorelasi Dengan Psychological Well-Being Pada Remaja yang Tinggal Di Panti Asuhan? Jurnal Ilmu Perilaku. https://doi.org/10.25077/jip.2.1.41-53.2018

Budiyono, & Feriandi, Y. A. (2017). Menggali Nilai Nilai Kearifan Lokal Budaya Jawa Sebagai Sumber Pendidikan Karakter. Prosiding Seminar Nasional Bimbingan Dan Konseling.

Fretes, M, Nancy, M, & Anggraini, S. (2016). Wife’s Forgiveness For Husband’s Affair’s (Qualitative Study of Woman as Victims of Husband’s Affairs in Maumere). Seminar Asean. Psychology & Humanity.

Gunawan, I. (2014). Metode Penelitian Kualitatif: Teori dan Praktik. In Jakarta: Bumi Aksara.

Keraf, S. (2010). Etika Lingkungan Hidup. Jakarta: Penerbit Buku Kompas.

Langkameng, A., & Latupeirissa, S. (2020). Cultural Values of Oko Mama: Marriage Proposal Ritual Speech In Bokong Community- Indonesia. The International Journal of Language and Cultural (TIJOLAC), 2(1), 48–57.

Masrizal. (2007). Pengendalian Masalah Sosial Melalui Kearifan Lokal. In Sabirin (Ed.), Banda Aceh: Syiah Kualah University Press.

Miles, M. B., Michael Huberman, A., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods Sourcebook (3rd Edition). In SAGE Publications, Inc. https://doi.org/10.1177/239700221402800402

Ngadilah, C., Hari, B. N., & Rika, S. T. (2019). Oko mama culture betel nut consuming habit in kupang district and its effect toward salivary ph and flow rate. Indian Journal of Public Health Research and Development. https://doi.org/10.5958/0976-5506.2019.02504.X

Nugrohadi, E., & Gratianus. (2012). Mewacanakan Kearifan Sebagai Kajian Psikologi. EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia.

Sandage, S. J., & Williamson, I. (2005). Forgiveness in cultural context. In E. L. Worthington (Ed.), Handbook of forgiveness. https://doi.org/10.4324/9780203955673

Subandi. (2015). Kesehatan jiwa dalam perspektif budaya dan agama. 1–28. http://psikologi.ugm.ac.id/wp-content/uploads/2015/05/pengukuhan_prof_subandi.pdf

Sugiyono. (2008). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Suharsono, M., & Susetyo, D. B. (2017). Karakteristik Pemaafan Berbasis Budaya Jawa. Psikodimensia. https://doi.org/10.24167/psiko.v16i1.953

Triningtyas, D. (2019). Konseling Lintas Budaya. In Jawa Tengah: AE Media Grafika.

Tualaka, D. (2018). Degradasi Fungsi, Makna dan Nilai Budaya Oko’ Mama Pada Komunitas Tutur Uab Meto’. LITERA: Jurnal Litera Bahasa Dan Sastra, 4(1), 1–59.

Wijono, S. (2015). Psikologi Industri dan Organisasi. In Jakarta: Prenadamedia Group (Pertama).




DOI: http://dx.doi.org/10.23887/jish-undiksha.v9i2.22331

Article Metrics

Abstract view : 581 times
PDF (Bahasa Indonesia) file view : 1262 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal ini diterbitkan oleh :



Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Universitas Pendidikan Ganesha


Creative Commons License

Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.