STUDI PSIKOLOGIS: NAKETI SEBAGAI SARANA PEMAAFAN SUKU DAWAN

Karolina Apriance Tamelab, Wahyuni Kristinawati, Jacob Daan Engel

Abstract


Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji tradisi naketi sebagai salah satu sarana pemaafan bagi suku Dawan dilihat dari aspek tahap-tahap pemaafan dan dimensi pemaafan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Partisipan berjumlah dua keluarga suku Dawan yang pernah menggunakan naketi dalam menyelesaikan konflik dalam keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahap pemaafan pada kasus kedua keluarga ini memiliki proses dan waktu yang berbeda-beda hingga akhirnya pada tahap pemaafan. Pada dimensi pemaafan, kasus pertama menunjukkan pemaafan pada dimensi interpersonal sedangkan pada dimensi intrapsikis khususnya pada aspek emosi, partisipan belum sepenuhnya memaafkan. Kasus kedua, baik secara dimensi intrapsikis maupun dimensi interpersonal partisipan telah memaafkan seutuhnya. Tradisi naketi menjadi salah satu sarana bagi suku Dawan dalam menyelesaikan masalah, termasuk konflik yang terjadi dalam keluarga sehingga terjadinya pemaafan serta perdamaian dalam keluarga.


Keywords


Naketi; Sarana; Pemaafan

References


Baumeister, R. F., Exline, J. J., & Sommer, K. L. (1998). The victim role, grudge theory, and two dimensions of forgiveness. In Dimensions Of Forgiveness: A Research Approach.

Enright, R. D. (2001). More questions to help you forgive. In Forgiveness is a choice: A step-by-step process for resolving anger and restoring hope.

Fincham, F. D., Beach, S. R. H., & Davila, J. (2004). Forgiveness and Conflict Resolution in Marriage. In Journal of Family Psychology. https://doi.org/10.1037/0893-3200.18.1.72

Huberman, M. B. M. dan A. M. (2014). Analisis Data Kualitatif, Buku Sumber Tentang Metode-Metode Baru. In Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press). https://doi.org/Http://uipress.ui.ac.id.

Iswanto, I., Riana, K., Simpen, I. W., & Ola, S. S. (2019). Local Marriage System of Boti Community Depicted Through its Speech Ritual. E-Journal of Linguistics, 13(2), 197. https://doi.org/10.24843/e-jl.2019.v13.i02.p02

Kolimon, M. (2015). Para Pelaku Mencari Penyembuhan, Berteologi dengan Narasi Para Pelaku Tragedi ’65 di Timor Barat. JURNAL LEDALERO, 14(1).

Kusprayogi, Y., & Nashori, F. (2017). Kerendahhatian dan Pemaafan pada Mahasiswa. Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi, 1(1), 12. https://doi.org/10.21580/pjpp.v1i1.963

McCullough, M. E., Rachal, K. C., & Worthington, E. L. (1997). Interpersonal Forgiving in Close Relationships. Journal of Personality and Social Psychology. https://doi.org/10.1037/0022-3514.73.2.321

Nashori, F. (2011). Meningkatkan Kualitas Hidup dengan Pemaafan. Unisia, 33(75), 214–226. https://doi.org/10.20885/unisia.vol33.iss75.art1

Purnomo, I. D., & Hadriami, E. (2015). Proses Permaafan Diri Pada Orang Tua Anak. Psikodimensia.

Setiyana, V. Y. (2013). Forgiveness dan stres kerja terhadap perawat. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan. https://doi.org/10.22219/JIPT.V1I2.1589

Smedes, L. B. (1984). Forgive and Forget: Healing The Hurts We Don’t Deserve. Harpersan.

Tira, D. S. (2019). Decision making on family level in having treatment. International Journal of Health Sciences, 3(1), 24–32. https://doi.org/10.29332/ijhs.v3n1.303

Walton, E. (2005). Therapeutic forgiveness: Developing a model for empowering victims of sexual abuse. Clinical Social Work Journal. https://doi.org/10.1007/s10615-005-3532-1

Worthington, E. L. (1998). Dimensions of forgiveness psychological research & theological perpsectives. In Laws of life symposia series v 1.




DOI: http://dx.doi.org/10.23887/jish-undiksha.v9i2.22345

Article Metrics

Abstract view : 558 times
PDF (Bahasa Indonesia) file view : 460 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal ini diterbitkan oleh :



Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Universitas Pendidikan Ganesha


Creative Commons License

Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.