ANALISIS PENCABUTAN PEMBERLAKUAN OTONOMI KHUSUS KASHMIR DAN JAMMU OLEH PEMERINTAH INDIA

Nurul Itsna Rosdiana

Abstract


Pencabutan pemberlakuan otonomi khusus bagi Kashmir dan Jammu pasca disahkannya Perintah Presidensial Parlemen India tentang pencabutan pasal 370 merupakan salah satu upaya reorganisasi undang-undang Kashmir dan Jammu pada 5 Agustus 2019. Upaya ini pula bertujuan untuk mengukuhkan wilayah Kashmir dan Jammu kedalam satu pemerintahan Uni India. Pemerintah India menganggap langkah ini sebagai sebuah upaya penyelesaian konflik berkepanjangan di Kashmir dengan berdalih pemerataan kesejahteraan, namun berbeda halnya dengan penduduk Kashmir yang menganggap langkah ini akan mempersulit mereka baik dalam segi ekonomi, sosial dan budaya. Hingga akhirnya konflik pun kembali pecah antara pemerintah India dan Kashmir. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui alasan pemerintah India mencabut pasal 370 serta perkembangan perebutan wilayah Kashmir antara India-Pakistan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan melakukan studi literatur untuk memperoleh data yang diperlukan, sedangkan untuk jenis penelitiannya adalah eksplanatif. Teori yang digunakan untuk menganalisis kasus ini adalah rasional aktor dari Graham T. Allison.


Keywords


Kashmir; Pencabutan Status Khusus; Konflik

References


Armandhanu, D. C. I. (2016). Sejarah Konflik Puluhan Tahun India dan Pakistan di Kashmir. Retrieved November 6, 2019, from https://www.cnnindonesia.com/internasional/20161003144302-113-162944/sejarah-konflik-puluhan-tahun-india-dan-pakistan-di-kashmir

Ayunda, K. M. dan A. D. R. (n.d.). Konflik India dan Pakistan Mengenai Wilayah Kashmir Beserta Dampaknya (1947-1970). Retrieved November 5, 2019, from http://docplayer.info/83261336-Konflik-india-dan-pakistan-mengenai-wilayah-kashmir-beserta-dampaknya.html

BBC News Indonesia. (2019). Konflik Kashmir: PM Pakistan Imran Khan Anggap PBB Bertanggung Jawab Jika Sampai Pecah Perang dengan India. Retrieved November 5, 2019, from https://www.bbc.com/indonesia/dunia-49313501

Bhardwaj, S. H. (2019). Equality in Law in Context of Abrogation of Article 370 & 35A of Jammu & Kashmir. Journal of The Gujarat Reserch Society, 16–23.

Bhat, B. A. (2019). A study on Jammu and Kashmir Present, Past and Views of Students on Article 370 Abrogation. International Journal of Latest Research in Humanities and Social Science (IJLRHSS), 1–11.

CNN Indonesia. (2019). India Pilih Bersikap Netral Terkait konflik Kashmir. Retrieved November 7, 2019, from https://www.cnnindonesia.com/internasional/20190814123149-106-421206/indonesia-pilih-bersikap-netral-terkait-konflik-kashmir

Dante, V. (2019). China dan Pakistan Kecam India Soal Pencabutan Ststus Khusus Kashmir. Retrieved November 7, 2019, from https://www.alinea.id/dunia/as-desak-india-dan-pakistan-turunkan-ketegangan-soal-kashmir-b1Xld9m7L

Hasan, A. R. (2019). India Resmi Membelah dan Menurunkan Status Jammu-Kashmir. Retrieved November 8, 2019, from https://www.liputan6.com/global/read/4099996/india-resmi-membelah-dan-menurunkan-status-jammu-kashmir

Hoskote, A. H. (2017). Jammu and Kashmir and The Politics of Article 370: Seeking Legality For The Illegitimate. International Journal of Social Sciences, 813–835.

Jensen, L. (1982). Eksplaning Foreign Policy. New Jersey: Prentice Hall.

Kompas Internasional. (2019, November 6). Konflik Pakistan-India: Sejarah yang Berawal dari Perebutan 1 Wilayah. Retrieved from https://internasional.kompas.com/read/2019/03/02/13183501/konflik-pakistan-india-sejarah-yang-berawal-dari-perebutan-1-wilayah?page=all

Kumar, B. N. (2020). Rewriting the New Narrative of Jammu and Kashmir. Retrieved July 25, 2020, from https://www.vifindia.org/2020/march/23/rewriting-the-new-narrative-of-jammu-and-kashmir

Kumparan News. (2019, November 5). Kenapa Kashmir Jadi Rebutan Berdarah India dan Pakistan?

Mas’oed, M. (1990). Ilmu Hubungan Internasional: Disiplin Dan Metodologi. Jakarta: PT Pustaka LP3ES Indonesia.

Mishra, N. (2015). Need of Article 370 in Present Political Setup in India: A Critical Study. International Journal of Multidisciplinary Research and Development, 232–236.

Nasr, V. (2005). National Identities and the India-Pakistan Conflict. Cambridge: Cambridge University Press.

Pandey, A. K. (2019). The Truth About Article 370. Journal of Constitutional Law and Jurisprudence, 40–42.

Paramita, D. (2013). Analisis Penghentian Proyek Bendungan Myitsone Oleh Myanmar terhadap China Tahun 2009-2012. Jurnal Analisis Hubungan Internasional, 3(1), 161.

Rosyidin, M. (2011). Integrasi Stuktur Unit: Teori Politik Luar Negeri dalam Perspektif Realisme Neoklasik. Jurnal Global, 10(2), 153.

Schofield, V. (2003). Kashmir in Conflict: India, Pakistan and the Unending War. London: L.B. Tauris & Co Ltd.

Serambinews. (2019, November 7). India Cabut Status Otonomi Khusus Kashmir. Retrieved from https://aceh.tribunnews.com/2019/10/30/india-cabut-status-otonomi-khusus-khasmir-berlaku-mulai-31-oktober-2019-apa-perubahannya?page=all

Wani, A. H. dan S. A. (2014). United Nations Involvement in Kashmir Conflict. Susurgalur. Jurnal Kajian Sejarah Dan Pendidikan Sejarah, 1(2), 41–50.

Wirayudha, R. (2019). Konflik Kashmir Tiada Akhir. Retrieved November 5, 2019, from https://historia.id/politik/articles/konflik-kashmir-tiada-akhir-P1Ro2




DOI: http://dx.doi.org/10.23887/jish-undiksha.v9i2.23051

Article Metrics

Abstract view : 999 times
PDF (Bahasa Indonesia) file view : 1369 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal ini diterbitkan oleh :



Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Universitas Pendidikan Ganesha


Creative Commons License

Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.