SEMAKIN RELIGIUS, SEMAKIN INTOLERAN? PERAN KEPERCAYAAN POLITIK SEBAGAI VARIABEL MODERATOR

Agung Minto Wahyu, Mochammad Sa'id

Abstract


Survei Wahid Foundation dan LSI (2017) menunjukkan adanya penguatan terhadap intoleransi politik. Satu faktor yang memperkuat intoleransi politik adalah religiusitas. Tujuan penelitian ini adalah 1) memaparkan pengaruh religiusitas sebagai prediktor terhadap intoleransi politik. 2) memaparkan efek kepercayaan politik dalam memoderasi variabel religiusitas sebagai prediktor intoleransi politik. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Subjek penelitian sebanyak 85 Mahasiswa. Sampling menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria subjek beragama islam, berstatus mahasiswa aktif, dan berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU). Instrumen penelitian menggunakan skala likert. Data dianalisis menggunakan regresi linear sederhana dan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh negatif yang signifikan antara religiusitas terhadap intoleransi politik (t hitung = -2,490 ; p<0,05 ; R-Square = 0,070). Sedangkan kepercayaan politik sebagai variabel moderator berhasil memperkuat pengaruh religiusitas terhadap intoleransi politik (R-Square = 0,144). Kesimpulannya bahwa keseluruhan uji hipotesis terbukti sehingga H1a dan H1b diterima.



DOI: http://dx.doi.org/10.23887/jish-undiksha.v9i1.24226

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal ini diterbitkan oleh :



Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Universitas Pendidikan Ganesha


Creative Commons License

Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.