BUDAYA DAN KEARIFAN LOKAL KERAJAAN INSANA DI DATARAN TIMOR

Faizal Arvianto, Giri Indra Kharisma

Abstract


Pada era globalisasi pengetahuan masyarat tentang kerajaan di masa lampau menjadi semakin terbatas. Minimnya literatur tertulis yang mengungkapkan keanekaragaman kerajaan di masa lampau menjadi salah satu penyebabnya. Hal ini dapat dijumpai pada kerajaan-kerajaan di dataran Timor tepatnya di Kabupaten Timor Tengah Utara seperti kerajaan Insana yang dipimpin klan Us Finit, Kerajaan Biboki oleh klan Us Boko, dan Kerajaan Amarasi oleh klan Koroh.  Dalam perkembangannya, sumber informasi tradisi dan budaya yang diketahui sampai sekarang masih berasal dari cerita rakyat dan tradisi yang berkembang turun-temurun. Penelitian untuk mengungkap budaya dan kearifan lokal Kerajaan Insana di Dataran Timor. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan dilaksanakan di Oelolok, Desa Ainiut, Kecamatan Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Instrumen penelitian yang digunakan berupa: panduan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa kebudayaan dan kearifan lokal yang ada di kerajaan Insana cukup beragam. Dari segi budaya, terdapat beberapa kesenian dan kerajinan yang ada di kerajaan Insana. Ragam budaya yang ada pada masyarakat Insana juga telah melahirkan kearifan lokal yang sudah diwariskan secara tutun temurun. Kearifan lokal tersebut dapat terlihat pada upacara ritual dan tradisi yang menjadi adat istiadat masyarakat Insana.


Keywords


Budaya; Kearifan Lokal; Insana

References


Aminudin. 2013. Menjaga Lingkungan Hidup dengan Kearifan Lokal. Bandung: CV Titian Ilmu.

Arikunto, S. (2003). Manajemen Penelitian. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Azis, W. (2017). Data Arkeologis Pendukung Keberadaan Pelabuhan Kuno Wini, Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur. Skripsi. Fakutas Ilmu Budaya Universitas Gajah Mada: Tidak diterbitkan.

Bungin, B. (2003). Analisis Data Penelitian Kualitatif, Pemahaman Filosofis dan Metodologis ke Arah Penguasaan Model Aplikasi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Dethan, R. A. & Setiawan, A. P. (2014). Studi Bentuk Dan Fungsi Ruang Pada Istana Raja (Sonaf) Di Desa Oelolok Kecamatan Insana Kabupaten Kefamenanu – Nusa Tenggara Timur. Jurnal Intra, 2(2).

Kanisius, S. K. (2014). Filsafat Lingkungan Hidup, Alam sebagai Sebuah Sistem Kehidupan. Jakarta: Rineka Cipta.

Miyake, F. & Bellamy, J. (2013). Ekologi Marx; Materialisme dan Alam, Terjemahan. Pius Ginting. Jakarta: Walhi.

Soekanto, S. (2006). Sosiologi: Suatu Pengantar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Sukmadinata, N. S. (2008). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Suparman, U. (2017). Eksistensi Kearifan Lokal sebagai Perekat Budaya dan Bangsa. Prosiding. Kegiatan Ilmiah Tingkat Nasional kearifan Lokal dalam Dinamika Masyarakat Multikultural. Bandar Lampung: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada masyarakat Universitas Lampung.

Syani, A. (2013). Menumbuhkan Kembali Nasionalisme Melalui Nilai-nilai Kearifan Lokal. Lampung: http://staff. unila. ac. id/abdulsyani/2013. Diakses tanggal 19 Juni 2019.

Usfinit, U. A. (2003). Maubes Insana: Salah Satu Masyarakat di Timor dengan Struktur Adat yang Unik. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

Wagiran. (2012). Pengembangan Karakter Berbasis Kearifan Lokal Hamemayu Hayuning Bawana (Identifikasi Nilai-nilai Karakter Berbasis Budaya). Jurnal Pendidikan Karakter. Tahun II, Nomor 3.




DOI: http://dx.doi.org/10.23887/jish-undiksha.v10i1.28540

Article Metrics

Abstract view : 283 times
PDF (Bahasa Indonesia) file view : 419 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal ini diterbitkan oleh :



Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Universitas Pendidikan Ganesha


Creative Commons License

Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.