PELESTARIAN TRADISI “MEKOTEK” DESA ADAT MUNGGU

Authors

  • I Wayan Rasna Universitas Pendidikan Ganesha
  • Ni Made Emy Juniartini Universitas Pendidikan Ganesha

DOI:

https://doi.org/10.23887/jish-undiksha.v10i2.34459

Keywords:

Pelestarian Budaya, Tradisi Mekotek, Desa Adat

Abstract

Tradisi adalah kebiasaan yang lahir secara turun-temurun dari suatu daerah pada suatu tempat yang selalu diperingati dan dilaksanakan sesuai dengan adat dan kebiasaan di daerah tersebut. Bali mempunyai beragam tradisi yang masih dilaksanakan sampai saat ini, salah satunya yaitu tradisi mekotek. Adapun penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk mendeskripsikan tradisi “mekotek” di Desa Adat Munggu, menganalisis nilai yang ada dalam tradisi “mekotek” di Desa Adat Munggu, dan menjelaskan bagaimana pelestarian tradisi “mekotek” di Desa Adat Munggu. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek yang dilakukan pada penelitian ini yaitu masyarakat di desa Adat Munggu. Objek penelitian yang digunakan yaitu desa Adat Munggu. Adapun teknik pengumpulan datanya terdiri dari teknik observasi, teknik wawancara dan teknik dokumentasi. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi “mekotek” di Desa Adat Munggu merupakan kebiasaan yang diwariskan dari generasi sebelumnya ke generasi berikutnya secara turun-temurun, yang mencakup berbagai nilai budaya. Nilai-nilai yang terdapat pada tradisi “mekotek” mengandung nilai-nilai positif yang sangat besar bagi masyarakat Munggu, nilai-nilai tersebut yaitu nilai sosial, nilai budaya, nilai religius dan nilai kebersamaan. Pelestarian tradisi di Desa Adat Munggu masih dilestarikan sampai saat ini dan menjadi tantangan bagi masyarakat Munggu, dimana masyarakatnya harus dapat mempertahankan warisan budaya dari leluhur terdahulu sehingga tradisi ini tidak punah.

References

Agustina, P. (2013). Nilai Sosial, Nilai Budaya, Nilai Religius Dalam Tradisi Mekotek Di Desa Adat Munggu, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Skripsi. Universita Pendidikan Ganesha.

Depdikbud. (1994). Fungsi Upacara Tradisional Bagi Masyarakat Pendukungnya Masa Kini. Jakarta: Depdikbud.

Edi, S. (2007). Keindonesiaan Dalam Budaya. Jakarta: Wedatama Widya Sastra.

Hamzah, R. (2016). Nilai-Nilai Kehidupan dalam Resepsi Masyarakat. Cianjur: Pusat Studi Pemberdayaan Informasi Daerah.

Koentjaraningrat. (1990). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Moleong, L. J. (2019). Metodelogi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). Bandung: Remaja Karya.

Raga, M. R. (2007). Manusia dan Kebudayaan: Dalam Perspektif Ilmu Budaya Dasar. Jakarta: Rineka Cipta.

Sabarani, R. (2012). Kearifan Lokal: Hakikat, Peran, dan Metode Tradisi Lisan. Jakarta: ATL.

Sjarkawi. (2009). Pembentukan Karakter Anak. Jakarta: Bumi Aksara.

Triguna, I B. Y. (2000). Teori Tentang Simbol. Denpasar: Widya Dharma.

Widiasih, P., Wesnawa, I G. A., & Budiarta, I G. (2017). Kajian Pelestarian Tradisi Megibung Di Desa Seraya Tengah, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem (Perspektif Geografi Budaya). Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha, 5(3).

Yogaswara. (2017). Tradisi Nyalin Dalam Kehidupan Masyarakat Sunda (kajian struktur dan etnopedagogi). Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Bahasa Daerah, 8(2).

Published

2021-08-14

Issue

Section

Articles