NUREKSAIN SESURATAN PANGANGGE TENGENAN RING LONTAR SATUA “I TENGKULAK” DRUEN GEDONG KIRTYA

Authors

  • Putu Nita Aryani Agustini .
  • Prof. Dr. I Nengah Martha,M.Pd .
  • Dr. I Ketut Paramarta, S.S.,M.Hum. .

DOI:

https://doi.org/10.23887/jpbb.v3i1.6870

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) keadaan tulisan pangangge tengenan di lontar cerita Bali “I Tengkulak” milik Gedong Kirtya, dan (2) kata-kata yang salah tulisan pangangge tengenan di lontar cerita Bali “I Tengkulak” milik Gedong Kirtya. Penelitian ini dirancang sebagai penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah lontar satua “I Tengkulak” milik Gedong Kirtya. Objek penelitiannya adalah tulisan pangangge tengenan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah (1) membaca data, (2) mencari data, (3) memilih data, (4) menyatukan data, (5) membenarkan data, (6) penyimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) keadaan tulisan pangangge tengenan di lontar cerita Bali “I Tengkulak” milik Gedong Kirtya terdapat tulisan yang baik dan kurang baik, dilihat dari gaya tulisan (miring kiri, tegak, dan miring kanan), ukuran huruf, dan bentuk huruf Bali yang belum berbentuk bulat dan sudah bulat. (2) Kata-kata yang salah tulisan pangangge tengenannya di lontar cerita Bali “I Tengkulak” milik Gedong Kirtya masih banyak terdapat tulisan yang salah dan belum mengikuti aturan Pasang Aksara Bali Purwadresta. Tulisan pangangge tengenan yang sering mengalami kesalahan di lontar cerita Bali “ITengkulak” milik Gedong Kirtya yaitu /adeg-adeg/. Adapun saran dari penelitian ini agar masalah-masalah yang dialami, harus terus ditindaklanjuti dengan belajar bahasa Bali yang lebih giat dan tekun terlebih lagi belajar menulis aksara Bali di lontar.
Kata Kunci : sesuratan pangangge tengenan, lontar, satua

Abstract This study aims to describe (1) the state of papyrus writings pangangge tengenan in Balinese story “I Tengkulak” reserved Gedong Kirtya, and (2) the words wrong words pangangge tengenan in lontar Balinese story “I Tengkulak” reserved Gedong Kirtya. The study was designed as a qualitative descriptive study. This research subject is lontar Balinese story “I Tengkulak” reserved Gedong Kirtya. The object of research is the inscription pangangge tengenan. The data collection is done by using the method of observation and documentation. Data analysis methods used to (1) reading data, (2) find data, (3) selecting data, (4) putting together data, (5) confirming the data, (6) inference. The result of this study indicate that (1) the state of writing pangangge tengenan in lontar Balinese story” I Tengkulak” reserved Gedong Kirtya there are what are good and less good, judging from the style of writing (left lateral, vertical, and right oblique), font size, and shape of Bali who have been round and round. (2) Word are one of the words pangangge tengenan in lontar Balinese story “I Tengkulak” reserved Gedong Kirtya there are still many false writings and not follow the rules Pasang Aksara Bali Puwadresta. Writing pangangge tengenan who often experience an error in the lontar the story of Bali “I Tengkulak” reserved Gedong Kirtya is adeg-adeg. The suggestion from this study that the problems experienced, must continue to be followed up with Balinese language learning more vigorous and persevering even more to learn to write aksara Bali at the lontar.
keyword : sesuratan pangangge tengenan, lontar, satua

Published

26-05-2016

Issue

Section

Articles