MASJID ASSYUHADA SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN MULTIKULTUR DI KAMPUNG BUGIS, PULAU SERANGAN, DENPASAR, BALI

Authors

  • CAHYO BINTORO .
  • Dr. Tuty Maryati,M.Pd .
  • Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd. .

DOI:

https://doi.org/10.23887/jjps.v7i1.15006

Abstract

Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) sejarah berdirinya Masjid Assyuhada di Kampung Bugis, keluarahan Serangan, Denpasar, Bali, (2) struktur Masjid Assyuhada di Kampung Bugis tersebut, (3) potensi yang terdapat di Masjid Assyuhada di Kampung Bugis yang dapat dijadikan media pendidikan multikultur. Metode yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif. (1) lokasi penelitian di Kampung Bugis Serangan, (2) teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling dan snowball, (3) teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, study dokumen), (4) teknik validasi data (triangulasi metode, triangulasi sumber), (5) teknik analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, sejarah Masjid Assyuhada memiliki kaitan erat dengan Kerajaan Pemecutan, dikeranakan adanya pelarian orang-orang Bugis dari Makassar yang tidak suka dengan pemerintah Belanda, sehingga sampailah mereka di daerah Serangan yang ketika itu merupakan wilayah kekuasaan Kerajaan Pemucutan. Orang Bugis ini banyak membantu Kerajaan Pemecutan dalam mengadapi musuhnya. Sebagai penghargaan karena sudah membantu, mereka dihadiahkan sebuah Masjid yang bernama Masjid Assyuahada dan sebuah mimbar dengan ornamen ukiran Bali. Struktur Masjid Assyuahada menggunakan atap bertumpang dan kubah kecil. Adapun potensi Masjid Assyuhada sebagai pendidikan multikultur dapat dilihat pada interkasi sosial antara umat Hindu dan Islam di Kelurahan Serangan seperti kegiatan ngejot, kegiatan sosial, dan kegiatan keagamaan.
Kata Kunci : Kata Kunci: Masjid Assyuahada, sejarah, struktur, dan pendidikan multikultur

This study aims to know: (1) the history of Assyuhada Mosque in Bugis Village, Serangan urban village, Denpasar, Bali, (2) structure of Assyuhada Mosque in Bugis Village, (3) Assyuhada Mosque in Bugis Village which can be a media of multicultural education. The method used is qualitative. (1) The Location of research in Serangan urban, village, (2) technique of determining informant use purposive sampling and snowball, (3) data collecting technique (observation, interview, study document), (4) data validation technique (triangulation method, triangulation of source) (5) data analysis techniques. The results show that, the history of the Assyuhada Mosque has a close relation with Pemecutan Kingdom,because when the Bugis people escape from Makassar who dislike with the Dutch government, so they arried at Serangan which was the territory of the Pemecutan Kingdom. Bugis people are helping the Pemecutan Kingdom in facing the enemy. As a reward that has helped, they presented a mosque named Assyuahada Mosque a pulpit with Balinese ornaments. The structure of the Assyuahada mosque use overlap roof dan small dome. The potential of Assyuhada Mosque as multicultural education can be seen on social interaction between Hindu and Moslem in Serangan Urban Village such as ngejot activities, social activities, and religious activities.
keyword : Keywords: Assyuhada Mosque, history, structure, and multicultural education

Published

2019-04-12

How to Cite

., C. B., ., D. T. M., & ., K. S. A. S. M. (2019). MASJID ASSYUHADA SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN MULTIKULTUR DI KAMPUNG BUGIS, PULAU SERANGAN, DENPASAR, BALI. Widya Winayata : Jurnal Pendidikan Sejarah, 7(1). https://doi.org/10.23887/jjps.v7i1.15006

Issue

Section

Articles