PURA MAJAPAHIT (SEJARAH,STRUKTUT DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA)

Authors

  • I Made Reynaldi Ambara Gita .
  • Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd .
  • Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum .

DOI:

https://doi.org/10.23887/jjps.v6i3.7415

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memecahkan masalah terkait dengan tujuan penelitian: 1) Sejarah pendirian Pura Majapahit di Desa Baluk, Negara, Jembrana, 2) Struktur/jajaran pelinggih Pura Majapahit di Desa Baluk, Negara, Jembrana, 3) Aspek- aspek apa saja dari Pura Majapahit di Desa Baluk, Negara, Jembrana yang dapat dijadikan sumber belajar sejarah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah dengan menggunakan langkah-langkah: Heuristik (pengumpulan data) dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, studi dokumen, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa (1) Berdirinya Pura Majapahit di Desa Baluk, Negara, Jembrana tidak dapat dipisahkan kaitanya dengan tiga buah kerajaan yaitu Kerajaan Mengwi, Jembrana dan Blambangan. Hubungan ketiga kerajaan inilah yang nantinya akan mendirikan tempat suci yang ada di Desa Baluk, Negara Jembrana (2) Struktur /jajaran pelinggih Pura Majapahit berjumlah sembilan pelinggihyakni , (1) Taksu (2) Manjang Seluang (3) Meru Tumpeng Tiga (4) Padmasana (5) Meru Tumpeng Lima (6) Gedong Bata (7) Panglurah (8) Bedogol (9) Papelik.(3) Pura Majapahit memiliki potensi sebagai sumber belajar sejarah.Hal ini dapat dilihat dari aspek-aspek Pura Majapahit.Dari setiap aspek-aspek Pura Majapahit dapat dimasukan dalam setiap kompetensi inti.PelinggihGedong Bata dan Meru Tumpeng Lima merupakan aspek yang paling menonjol yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar sejarah.
Kata Kunci : Sejarah, Struktur Pelinggih, Sumber Pembelajaran

This research is aimed at solving problems related to the research objectives: 1) The history of the establishment of Pura Majapahit in Baluk Village, Negara, Bali, 2) Structural / range shrine temple Majapahit in Baluk Village, Negara, Bali, 3) any aspects of the Pura Majapahit in Baluk Village, Negara, Bali which can be used as a source of learning history. The method used in this research is the historical method by using these steps: Heuristics (data collection) by using observation, interview, study documents, source criticism, interpretation and historiography. From these results it can be seen that (1) The establishment of the temple Majapahit in Baluk Village, Negara, Bali inseparable relation to the three kingdoms of the Kingdom Mengwi, Jembrana and Blambangan. Third link kingdom is what will set up a shrine in the village Baluk, Negara, Bali (2) Structure / range pelinggih Pura Majapahit of nine pelinggih namely, (1) Taksu (2) Manjang Seluang (3) Meru Tumpeng Three (4) Padmasana (5) Meru Tumpeng Lima (6) Gedong Bata (7) Panglurah (8) Bedogol (9) Papelik. (3) Pura Majapahit has potential as a source of learning history. It can be seen from the aspects of Pura Majapahit. From every aspect Majapahit temple can be entered in each of its core competencies. Bricks and Meru Gedong shrine Tumpeng Lima is the most prominent aspect that can be used as a source of learning history.
keyword : History, Structure Pelinggih, Learning Resources

Published

2018-12-12

How to Cite

., I. M. R. A. G., ., K. S. A. S. M., & ., D. D. M. O. P. (2018). PURA MAJAPAHIT (SEJARAH,STRUKTUT DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA). Widya Winayata : Jurnal Pendidikan Sejarah, 6(3). https://doi.org/10.23887/jjps.v6i3.7415

Issue

Section

Articles